Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Mengapa pada Umumnya Pria Lebih Mudah Jatuh ke dalam Dosa Perzinahan?

PERTANYAAN ANDA

Mengapa pada umumnya pria lebih mudah jatuh ke dalam dosa perzinahan dibandingankan dengan wanita?

Secara rohani, pria dan wanita sama-sama berkesempatan untuk jatuh ke dalam dosa perzinahan. Baik pria maupun wanita keduanya mempunyai "pintu" khusus di mana perzinahan akhirnya dapat menyelinap masuk. Bagi pria, salah satu pintu masuk yang umum adalah dorongan atau kebutuhan biologisnya; sedangkan bagi wanita, pintu masuknya ialah kebutuhan emosionalnya. (Sudah tentu ada pengecualian; mohon maaf karena saya terpaksa menyederhanakan permasalahan ini). Dengan kata lain, pria bertindak masuk ke dosa perzinahan atas desakan kebutuhan biologis; bagi wanita, dorongan untuk memenuhi kebutuhan emosionalnyalah yang kerap menjerumuskannya ke dosa perzinahannya. Acap kali seorang istri melibatkan diri dengan pria lain karena kekosongan. Mulai dari kekosongan ini terbentuklah jalinan emosional dengan pria lain yang berhasil masuk dan mengisi kebutuhan emosionalnya. Tatkala kedekatan emosional sudah terjalin, langkah berikutnya adalah tindakan perzinahan itu sendiri.

Berbeda dengan wanita yang biasanya jatuh karena kebutuhan emosional, ada beberapa faktor yang memudahkan pria jatuh ke dalam dosa perzinahan.
Pertama adalah faktor jasmani. Meski ada pria yang berzinah karena kebutuhan emosional, ada banyak pria berzinah secara sekadarnya, artinya tanpa ikatan emosional yang kuat. Secara anatomi kita bisa menyaksikan bahwa seksualitas pria bersifat agresif, kebalikkan dengan sifat seksualitas wanita yang berciri pasif. Dari sudut pandang ini, kita dapat memahami bahwa sifat aktif mencari kepuasan seksual lebih menonjol pada pria dibanding dengan wanita. Sebagai tambahan perlu Saudara ketahui, pada saat ejakulasi, pria mengeluarkan sekitar 100 juta hingga 400 juta sperma. Sebaliknya, wanita hanya memproduksi satu sel telur per bulannya. Saya kira, secara biologis pria memang lebih aktif dalam hal seks dibanding dengan wanita.

kedua secara rohani. Pada umummya pria mengatur perilakunya berdasarkan pertimbangan rasionalnya. Hal ini bisa berakibat baik namun dapat pula berdampak buruk. Baiknya adalah pria berpotensi mengambil keputusan dengan matang, tidak secara tergesa-gesa. Buruknya, rasio pria bisa menguasai dan mengatur hati nuraninya sampai sedemikian rupa sehingga hal yang salah dapat menjadi benar di matanya. Secara kodrati wanita lebih peka terhadap rasa bersalah dibanding dengan pria. Ditambah dengan kekuatan rasio, pria sangat mampu mendominasi hati nuraninya sehingga pada akhirnya ia dapat pula memendam rasa bersalahnya.

Ketiga dan terakhir, pria rentan terhadap perzinahan karena kekurangmampuannya mengekspresikan kebutuhan emosionalnya secara verbal(melalui perkataan). Dalam keadaan tertekan, pria biasanya mengalami kesulitan mengutarakan kebutuhannya akan sentuhan dan penghiburan istri. Singkat kata, pria cenderung menyalurkan tekanan hidupnya secara fisik. Penyaluran yang positif menyangkut kegiatan kerja atau olahraga; penyaluran yang negatif mencakup pemuasan seksual. Seks bersifat nikmat dan melegakan; dalam keadaan tertekan yang dibutuhkan adalah kelegaan. Jadi, dalam keadaan tertekan pria sangatlah rawan terhadap godaan seksual.

Kesimpulannya, baik pria ataupun wanita bisa jatuh ke dalam dosa perzinahan. Kunci penangkalnya adalah hidup sehat baik secara jasmani, emosional, maupun rohani. Ketiga aspek ini perlu dijaga secara berimbang. Doa pemazmur yang tercatat di Mazmur 119:33-40 hendaklah menjadi doa kita senantiasa.

Sumber
Halaman: 
--
Judul Artikel: 
Parakaleo (Edisi apr. - juni 1996)
Penerbit: 
Dept. Konseling STTRI

Syalom Saudara mohon doa,

Syalom Saudara mohon doa, ada penyesalan yang sangat mendalam yang sampai saat ini ada dalam diri saya. saya pernah pacaran dengan seorang gadis akhir feb lalu, setelah empat bulan, saya gak bisa menunjukkan kemesraan karena masih blum lupa dengan mantan. akhirnya disini saya melakukan kebodohan dan kecerobohan yang fatal dg trs trg kepadanya bhw saya msh teringat mantan. Meskipun begitu,dia dengan lemah-lembut mau terima keadaan saya. Karena takut dia kecewa &menyakiti dia kelak jika udah menikah, saya memutuskan untuk mengakhiri hub itu. Saat itu dia tidak mau diputusin dan berjuang agar hub tetap jalan. Namun saya kekeh dgn pendirian saya dengan alasan takut merugikan dia seumur hidupnya jika udah nikah (memang sungguh alasan bodoh yang tidak masuk akal). Gw bisa memahami betapa dia sedih akibat perbuatan saya. Waktu berlalu, setelah 3 bulan lwt, saat saya mulai menyadari saya udah sgt sgt kehilangan dia, dan sudah melupakan setiap detail bayangan mantan, saya udah benar benar jatuh cinta ama dia, saya coba untuk mau balik dan memperbaik hub kita. Tapi..semua udah terlambat, dia udah mau married tahun depan dengan orang lain...Hancur hati saya, yg skr ada hanyalah penyesalan..saya tentu tidak bisa memutar ulang waktu..tapi rasa pedih yg saya rasakan terkandung penyesalan atas kebodohan yang saya lakukan sampai saat ini. saya selalu terbayang kenangan manis dgn dia diwaktu lalu, bikin saya meneteskan air mata. Saudara..bagaimana mengatasi rasa penyesalan akibat kebodohan keputusan saya yg sampai detik ini terus menyerang?? Dari sudut pandang manapun saya lah yang bersalah, bodoh, gak pikir panjang...

janji pada Tuhan tidak ditepati = mendustai Roh Kudus?

syallom, sy mo tanya. jadi begini, kemarin agustus 2009 saya ujian semester. sy berjanji pada Tuhan bahwa jika nanti sy lulus saya tidak akan mengulangi suatu "dosa" yang sering sy lakukan. akhirnya sy lulus dan setelah selang beberapa minggu sy tergoda lagi sehingga sy melakukan "dosa" itu lagi. apakah sy mendustai Roh Kudus? apakah janji = nazar? kan di Alkitab dikatakan bahwa Tuhan mengampuni semua dosa kecuali dosa mendustai Roh Kudus. dan jg tertulis bahwa lebih baik tidak bernazar daripada tidak bisa membayarnya. apakah dosa sy ini (yaitu melanggar janji sy) tidak diampuni Tuhan? sudah pastikah sy masuk neraka?lalu bagaimana solusinya?kalau begitu besok lagi sy tidak berani bernazar lagi. sy bernazar krn sy pikir dengan bernazar sy pasti lulus, sedangkan dengan tdk bernazar sy blum tentu lulus ujian semester. sebenarnya nazar itu fungsinya apa?sy benar-benar putus asa dan tidak tahu harus bagaimana kalau ternyata jawaban Anda adalah sy mendustai Roh Kudus dan sy pasti masul neraka.....terimakasih, mohon jawaban...

janji pada Tuhan tidak ditepati = mendustai RK?

ijinkan saya menanGgapi posting mengenai naZaR...

sebeLumnya saya akan sedikit memaparkan sebuah kisah... kira-kira 12 tahun yang lalu ada seorang anak gadis berusia 11 tahun mengucapkan nazarnya pada TUHAN -ketika itu ada altarcall di gereja. anak ini bukan anak yang paham mengenai arti nazar. secara, anak ABG yang masih mau ikut-ikutan dan mudah terpengaruh secara emosi...
waktu terus beRLaLu dan tak Lagi anak perempuan itu menGinGat apaLagi menangGap serius haL tersebut... semua hanya maen-maen, pikiRnya...
peRgauLan semakin meLuas,... tak sedikitpun peRinGatan TUHAN dihiRaukannya. banYak kejadian yang dia aLami yang sebenaRnya caRa TUHAN daLam mengingatkan nya akan naZar nya...
hingGa saat ini, tahun 2009 anak itu masih teRus beRgumuL dan beRgeLut daLam tubuhnya yang fana untuk mengGenapi apa yang teLah di naZarkan... sekaLipun anak itu Lari, atau mengangGap Lupa, TUHAN nda peRnah Lupa... TUHAN dengan sabarNya teRus menGinGatkan anak itu... hingGa suatu saat nanti, apa yang di NaZarkan itu digenapinya....

haL penting nya, TUHAN nda peRnah men-judge. IA kan teRus dengan kasihNYA dan keadiLanNya naGih janji kita...

so, janGan takut... asaL "nurut" aja...
semua jadi enak...
ok??!!
KEEP on FIRE...

Komentar