Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Okultisme: Masalah dan Penanggulangannya

Okultisme merupakan ilmu yang bersifat supranatural. Ilmu tentang roh di mana orang mempelajari roh-roh yang bukan Roh Allah, melainkan roh-roh di luar Roh Allah. Tujuan ilmu ini ialah untuk melindungi diri dari serangan orang lain, dari serangan roh-roh di luar Roh Tuhan, dan juga dari alam ini. Kita harus membedakan roh terang dan roh gelap; Roh Allah di pihak roh yang terang, sedangkan roh setan atau iblis itu di pihak roh gelap. Berarti dalam hal ini, ada dua kekuatan yang besar: ada kekuatan dari Allah dan ada kekuatan dari iblis.

Dalam dunia ini ada dua roh yang kita kenal, yaitu Roh Tuhan dan roh iblis atau setan. Dengan jelas, Alkitab menjelaskan asal-usul iblis.

Yehezkiel 28:12-17 berbunyi, "Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah. Engkau di taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga: .... Tempat tatahannya diperbuat dari emas dan disediakan pada hari penciptaanmu. Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya. Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu. Dengan dagangmu yang besar engkau penuh dengan kekerasan dan engkau berbuat dosa. Maka Kubuangkan engkau dari gunung Allah dan kerub yang berjaga membinasakan engkau dari tengah batu-batu yang bercahaya. Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kau musnahkan demi semarakmu. Ke bumi kau Kulempar, kepada raja-raja engkau Kuserahkan menjadi tontonan bagi matanya."

Iblis adalah salah satu malaikat Tuhan yang memang menempati posisi yang khusus dan merupakan lambang keindahan dan kecantikan. Namun karena dia berbuat curang dan ingin menjadi seperti Allah, Tuhan melempar dia ke bumi. Dan memang, salah satu ciri iblis ialah memberikan yang indah, yang mewah, yang bagus, yang "wah" kepada manusia agar manusia bisa terpikat kepadanya dan iblis akan berusaha keras mengelabui manusia bahwa dialah sebetulnya Allah.

Ada dua hal menarik yang biasanya ditawarkan iblis.

  1. Agar kita menjadi kuat, menjadi hebat, menjadi super, mampu melakukan hal-hal yang tidak mampu dilakukan oleh manusia biasa.
  2. Agar kita bisa mengerti atau tahu masa depan kita dan masa depan orang lain juga.

Sebagai contoh, kita ambil saja horoskop walau itu penipuan.

Ada satu gangguan kejiwaan yang memang menyerupai kerasukan setan, yaitu gangguan skizofrenia. Gangguan skizofrenia adalah gangguan di mana seseorang kehilangan pikiran yang waras dan dia akhirnya mendapatkan gangguan hingga dia tidak bisa berpikir secara rasional dan tidak bisa lagi melihat realitas seperti yang dilihat oleh orang-orang pada umumnya.

Berikut cara yang baik untuk membedakan keduanya.

  1. Kalau orang itu kerasukan setan, biasanya ada kaitan dengan setan sebelum terjadinya kerasukan setan tersebut. Sedangkan gangguan skizofrenia biasanya tidak ada kaitan dengan hal itu. Gangguan skizofrenia biasanya dapat ditelusuri sejarahnya.

  2. Waktu kita mengusir setan dan meminta orang tersebut untuk mengundang Tuhan Yesus menjadi Tuhannya, biasanya dia akan kesulitan menyebut nama Tuhan Yesus. Sedangkan pada gangguan skizofrenia biasanya itu tidak menjadi masalah, orang tersebut bisa saja mengucapkan nama Tuhan Yesus dengan mudahnya.

Surat 1Yohanes 4:2-4 menyatakan, "Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh yang tidak mengakui Yesus, tidak berasal dari Allah .... Kamu berasal dari Allah anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia."

Ada dua pelajaran yang bisa kita timba dari firman Tuhan ini.

  1. Kita mesti mawas diri untuk mengenal bahwa tidak semua roh berasal dari Allah, jadi jangan sampai kita tertipu.

  2. Kita harus mengingat bahwa Roh Tuhan yang ada pada diri kita lebih berkuasa dari roh-roh lain atau roh iblis sehingga dengan kuasa Tuhan yang ada pada diri kita, kita bisa mengusir setan sehingga setan pun tidak berani untuk mengganggu kita karena pada diri kita sudah ada Roh Allah.

Sumber
Halaman: 
--
Judul Artikel: 
--
Penerbit: 
--

Komentar