Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Saya Seorang Peminum

Edisi C3I: e-Konsel 082 - Dimenangkan dari Minuman Keras

Berikut kami sajikan tanya jawab konseling mengenai seorang yang mempunyai kebiasaan minum-minuman keras.

T:

Minum-minuman keras adalah masalah saya. Saya sudah berusaha untuk melepaskan diri dari kebiasaan itu, tetapi usaha saya sia- sia saja. Apakah yang dapat saya lakukan?

J:

Anda bukanlah satu-satunya orang yang mempunyai masalah ini. Sudah banyak peminum di berbagai negara di dunia ini yang ingin terbebas dari kebiasaan ini. Mereka juga sudah berusaha dengan sekuat tenaga, tetapi rupanya kurang berhasil.

Sudah bukan rahasia lagi, minuman alkohol merupakan salah satu masalah sosial terbesar yang sedang kita hadapi dewasa ini. Di Inggris, sekitar 10.000 orang meninggal dunia setiap tahun karena minuman beralkohol. Menurut statistik pemerintah, ratusan ribu orang menderita akibat efek minuman beralkohol. Empat puluh lima persen dari orang-orang di bawah usia 25 tahun meninggal dalam kecelakaan lalu lintas karena menyetir dalam keadaan mabuk. Sebagaimana diketahui, minuman keras adalah masalah yang serius.

Mengapa seseorang menjadi pecandu minuman keras? Biasanya mereka mencari sesuatu yang dapat membuatnya bergairah, atau mencari kebahagiaan dan kepuasan. Bisa juga karena mereka sedang mencari jalan keluar dari kebosanan, perasaan bersalah, atau masalah kesepian. Apa pun alasannya, mereka keliru kalau mempercayai bahwa minuman keras dapat menyelesaikan masalah. Sebaliknya, minuman keras malah menambah masalah!

Apakah yang dimaksudkan dengan kecanduan minuman beralkohol? Kita setuju bahwa itu merupakan sebuah masalah. Banyak ahli sosiologi, psikologi, dan psikiater menerangkan bahwa kecanduan minuman alkohol adalah suatu penyakit. Itu merupakan cara yang baik, halus, dan tidak menyinggung perasaan dalam membicarakan masalah tersebut. Tetapi mereka keliru. Psikolog Rex Junian Beaber dengan jitu menjelaskan pada 4 April 1983 dalam artikel majalah "Newsweek" bahwa "hasrat untuk membeberkan segala sesuatu secara ilmiah sama sekali tidak tepat.... Pada akhirnya, kita jugalah yang harus bertanggung jawab atas tindakan kita sendiri!"

Alkoholisme memang menimbulkan berbagai macam penyakit. Tetapi kita tidak dapat mengambil alasan tersebut untuk menyebutkan bahwa alkoholisme hanyalah suatu penyakit. "Perbuatan daging telah nyata, yaitu percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya," (Galatia 5:19-21). Firman Tuhan dengan jelas menyatakan bahwa kemabukan adalah perbuatan dosa.

"Ah, itu bukan penghinaan", Anda mungkin berkata begitu. Bukan begitu, sesungguhnya lebih cepat kita mengakui perbuatan kita yang salah, lebih cepat pula kita mendapat pengampunan dan pertolongan dari Tuhan dan dari orang lain.

Ada beberapa orang yang mencoba meremehkan kebiasaan minum- minuman beralkohol, tetapi jauh di dalam hatinya, mereka menjerit -- mencari kelepasan dari kecanduan yang menguasai dirinya. Allah baru dapat sepenuhnya membebaskan mereka dari kecanduan minuman beralkohol setelah mereka mengakui ketidakberdayaannya menolak botol-botol alkohol, dan menyerahkan kehidupannya kepada Kristus. Sejak saat itu mereka tidak pernah lagi minum minuman keras.

Kristus dapat secara total mengubah kehidupan Anda. Ia dapat membebaskan Anda dari kecanduan minuman beralkohol. Ia dapat memenuhi kebutuhan Anda yang terdalam. Dari Alkitab kita mengetahui, "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang," (2Korintus 5:17). Anda telah mengambil langkah pertama dengan mengakui bahwa Anda tidak berdaya untuk membebaskan diri dari minuman beralkohol. Sekarang berpalinglah kepada Kristus. Jadilah ciptaan baru di dalam Dia hari ini juga.

Sumber
Halaman: 
74 - 77
Judul Artikel: 
Pertanyaan yang Sulit
Penerbit: 
Yayasan Baptis Indonesia, Bandung, 1999

Published in e-Konsel, 01 March 2005, Volume 2005, No. 82


Komentar