Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Ciri-ciri Konselor Menurut Alkitab

Edisi C3I: e-Konsel 003 - Konselor Kristen

Dr. Gary R. Collins, Ph.D. dalam bukunya yang berjudul "Konseling Kristen yang Efektif" menuliskan bahwa Firman Tuhan dengan jelas menekankan tentang ciri-ciri dan keistimewaan seseorang yang ingin menolong orang lain secara efektif:

1. Galatia 5:22-26 Seorang konselor Kristen yang efektif tentu mempunyai kerohanian yang baik. Dalam Galatia pasal 5, kita dapat membaca mengenai buah-buah dari Roh Kudus. Seseorang yang sudah menerima Kristus menjadi Tuhan dan Juruselamat, ia menyerahkan dirinya untuk mengikut Kristus, menyalibkan hawa nafsunya, dan berjalan di dalam pimpinan Roh Kudus. Lambat laun bagian demi bagian dari kehidupannya mulai berubah, dan mulai mengeluarkan buah-buah Roh, yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan dan penguasaan diri. Ia selalu ingin menyenangkan hati Tuhan, hidup yang dipimpin Roh tidak menuruti hawa nafsunya sendiri, saling membenci dan iri hati.

Jika seandainya anda mempunyai problema dan membutuhkan konseling, tentunya anda ingin bertemu dengan seorang konselor yang sensitif dan baik kerohaniannya bukan? Seseorang yang sudah menjadi milik Kristus akan terus menerus ingin memperbaiki hidupnya. Untuk menjadi seorang konselor Kristen yang efektif kita harus membiarkan Roh Kudus terus menerus mengontrol dan memperbaharui kehidupan kita.

2. Galatia 6:1 Seorang konselor harus lemah lembut. Roh yang lemah lembut tidak berarti bahwa kita tidak boleh mengatakan apa-apa yang tidak disukai untuk didengar dan dilakukan oleh konselor. Kadang- kadang kita harus tegas, namun juga tetap lembut, sensitif, kepada mereka yang datang dengan berbagai persoalan.

3. Galatia 6:2 Seorang konselor harus bersedia menolong meringankan beban. Ini tidak mudah. Seringkali sulit, tidak menyenangkan, bahkan menyakitkan. Tetapi hal inilah yang menjadi firman Tuhan, yaitu kita harus meringankan beban satu dengan yang lain. Ada saatnya kita menolong, tetapi ada saatnya pula kita membiarkan orang lain menolong kita. Seperti Kristus mengasihi, demikian pula kita harus saling mengasihi (Yohanes 13:35), saling meringankan beban, dengan demikian kita memenuhi hukum Kristus.

4. Galatia 6:6 Seorang konselor harus bersifat rendah hati. Seorang konselor Kristen dapat dikenali karena kerendahan hatinya. Ia tidak menyombongkan diri, melainkan ia melihat, bahwa karena anugerah dan kebijaksanaan dari Tuhan saja ia dapat menolong orang lain. Ia menguji dirinya sendiri, tidak bermegah melihat keadaan orang lain, dan mau menanggung bebannya sendiri, bahkan mau belajar dari orang yang minta tolong kepadanya.

5. Galatia 6:7-8 Seorang konselor harus bersifat sabar. Ia tahu apa yang ditabur orang itu juga yang akan dituainya, Allah tidak membiarkan diri- Nya dipermainkan. Sangat mudah bagi konselor untuk menyerah dan merasa putus asa bila kondisi konsele tidak bertambah baik (6:9). Tapi kalau kita mau dipakai Tuhan, kita harus sabar dan rela membiarkan Roh Kudus bekerja sesuai dengan waktu-Nya.

6. Galatia 6:10 Seorang konselor harus rajin berbuat baik. Pelayanan konseling adalah bagian integral dari hidup konselor itu sendiri. Perbuatan baik dalam konseling tidak dapat dipisahkan dari kehidupan pribadinya dan merupakan cermin dari kehidupan sehari- hari di luar konteks pelayanan konselingnya. Galatia pasal 6 memang ditulis untuk orang-orang percaya. Prinsip-prinsip untuk menolong orang lain harus dipupuk, dan harus menjadi semakin jelas bila kita tumbuh dalam iman kepada Tuhan Yesus.

Sebagai penutup beliau mengatakan satu pernyataan yang penting: "titik permulaan untuk semua konselor adalah hubungan mereka dengan Tuhan, yang ditandai dengan kasih (Yohanes 13:34-35). Ciri ini sangat penting untuk setiap orang yang akan menolong orang lain."

Sumber
Halaman: 
14 - 16
Judul Artikel: 
Konseling Kristen yang Efektif
Penerbit: 
Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang, 1998

Komentar