Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Lahir Untuk Mati

Berapa banyak orang yang merayakan kelahiran Anda? Kalau seorang pangeran lahir, biasanya ada perayaan nasional yang besar. Tetapi kalau seorang anak lahir dari kalangan miskin, perayaannya bersifat kecil-kecilan atau bahkan sama sekali tidak ada. Namun anak-anak yang berasal dari kalangan rendah kerap kali menjadi pahlawan nasional, dan kemudian karena itu hari kelahirannya maka dirayakan sampai jauh setelah kematiannya. Tetapi hanya ada satu Pribadi yang hari lahirnya tetap dirayakan hampir selama 2000 tahun setelah peristiwa kelahirannya itu terjadi - padahal dulu Ia lahir di sebuah kandang! Mengapa kita terus menerus mengingat kelahiran-Nya?

Pertama-tama, karena keunikan pembuahan dan kelahiran-Nya. Ibunya sewaktu mengandung Anak ini adalah perawan yang belum pernah bersetubuh dengan seorang laki-laki. Sebagaimana yang diterima secara universal oleh orang Kristen dalam pengakuan iman yang mengatakan: "Aku percaya kepada Allah, Bapa Yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi; dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan kita, yang dikandung dari Roh Kudus, lahir dari Anak Dara Maria..."

Di dalam dua dari empat Injil, kita menemukan referensi kelahiran- Nya dari seorang perawan. Matius menghubungkan cerita itu dari sudut Yusuf - bukan bahwa ia adalah bapak biologis Yesus, tetapi agar nampak bahwa Yesus secara legal adalah berasal dari keluarga Daud. Kalau Anda baca silsilah di dalam Matius 1:1-16 dengan hati-hati, Anda akan perhatikan bahwa setiap orang dikatakan diperanakkan oleh leluhurnya. Kata "memperanakkan" merujuk pada generasi manusia yang digunakan tiga puluh sembilan kali di sini. Tetapi tatkala tiba pada Yusuf, kalimatnya sama sekali berbeda, "Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus" (Mat. 1:16). Dan di ayat delapan belas kita baca, "Kelahiran Yesus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri."

Lukas menegaskan cerita ini dengan memberikan pikiran Maria. Walaupun ia tidak bukan seorang ahli sejarah, ia adalah seorang yang berprofesi dokter. Gaya penulisan yang ia gunakan di bawah inspirasi Roh Kudus, merefleksikan pengetahuannya tentang profesinya.

Tidak ada seorangpun menubuatkan kelahiran Anda dan saya. Tetapi kelahiran Kristus telah dinubuatkan dalam beberapa detil ratusan tahun sebelum Ia lahir. Nabi Mikha menyatakan bahwa Ia akan lahir di Bethlehem (Mi. 5:2). Karena itu waktu Raja Herodes menanyai para ahli Taurat di mana Raja orang Yahudi itu akan lahir mereka dapat menjawab tanpa ragu, "Bethlehem," sesuai dengan nubuatan yang ditulis 500 tahun sebelum peristiwa itu terjadi.

Anda dan saya lahir dengan tabiat dosa, warisan kita dari Adam. Kita telah melakukan banyak tindakan yang tidak menaati hukum Allah untuk kehidupan kita. Tetapi Kristus tidak pernah berdosa, meskipun kenyataan bahwa Ia lahir ke dalam lingkungan berdosa yang mengelilingi kita semua. Mengapa? Karena Ia lahir tanpa tabiat dosa Adam. Walaupun Ia dapat menjadi sasaran setiap pencobaan yang dikenal manusia, Ia "bertahan sampai mati" dalam pergumulan-Nya melawan dosa.

Hidup Anda dan saya dimulai pada saat pembuahan. Tetapi Kristus sudah ada sejak kekal sebagai Logos yang non-materi, Sang Firman. Pada mulanya adalah Firman" (Yoh. 1:1) artinya bahwa sebelum segala sesuatu diciptakan Kristus telah ada sebagai Firman atau Intelegensia.

Sorga terbuka dan dipenuhi dengan kemuliaan pada malam kelahiran Kristus. Kejadian seperti itu tidak ada dan tidak pernah terjadi pada kelahiran anak yang lain. Kelahiran-Nya telah diumumkan oleh sejumlah besar malaikat (Luk. 2:8-15), dan sebuah bintang yang sangat khusus muncul di langit untuk membimbing para majus ke Bethlehem.

Menurut dugaan Anda, mengapa Herodes sangat terganggu tatkala orang majus datang menanyakan keterangan tentang sese-Orang yang akan lahir sebagai "Raja Orang Yahudi"? Herodes terganggu karena Ia iri hati dengan gelar "Raja Orang Yahudi" yang diberikan kepada Anak ini, yang ia rasa adalah sepenuhnya menjadi haknya. Walaupun Kristus tidak mendirikan sebuah pemerintahan politis di bumi ini selama kedatangan-Nya yang pertama itu, namun Ia akan berkuasa sesudah kedatangan-Nya yang kedua kali, tatkala masa anugerah ini berakhir, dan Ia akan melanjutkan pelaksanaan rencana-Nya bagi Israel. Waktu itu makin dekat dari yang kita perkirakan.

Walaupun setiap manusia pada akhimya akan meninggal secara normal, namun tidak ada seorangpun yang mau lahir untuk mati. Kalau alasan utama kedatangan kita ke dalam dunia ini adalah untuk mati, tidak ada lagi sukacita dalam hidup. Tetapi Kristus "menjadi manusia" supaya Ia dapat menjadi Juruselamat kita. "Karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka" (Mat. 1:21). Ia mengambil rupa darah dan daging dengan maksud pokok mencurahkan darah itu untuk kita. Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan" (Ibr. 9:22).

Dari sejak semula kelahiran Kristus, salib telah terbentang di hadapan-Nya; dan pengetahuan tentang apa yang akan disempurnakan salib itu yang memenuhi Dia dengan sukacita. "Untuk sukacita yang disediakan bagi Dia, Ia menderita salib" (Ibr. 12:2, gubahan penulis). Prospek kematian tidak membawa sukacita bagi umat manusia, tetapi bagi Kristus, misi pengorbanan-Nya adalah sumber sukacita sejak saat kelahiran-Nya - merupakan alasan lain mengapa kelahiran- Nya adalah unik.

Hanya kalau kita telah "dilahirkan kembali" melalui menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita pribadi, barulah kita dapat menatap kematian dengan cara yang berbeda. Banyak murid yang mampu menghadapi kematian martir dengan penuh sukacita karena mereka mengikuti jejak kaki Tuhan mereka. Dan Paulus dapat menatap ke depan ke hari kematian-Nya dengan penuh sukacita karena ia tahu bahwa "beralih dari tubuh" adalah "menetap pada Tuhan" (2Kor. 5:8). Inilah kabar baik yang membebaskan manusia dari rasa takut terhadap kematian.

Sumber
Halaman: 
15 - 17
Judul Artikel: 
Hadiah yang Sempurna
Penerbit: 
Berita Hidup, Solo

Komentar