Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Apa yang Merupakan Motif yang Baik dan yang Buruk Untuk Bekerja?

Motif yang baik termasuk juga:

  • melayani Kristus;
  • memenuhi kebutuhan orang lain;
  • memuliakan Sang Pencipta.

Motif yang buruk termasuk:

  • hanya menerima upah, tanpa mempedulikan mutu dari apa yang Anda kerjakan;
  • nafsu yang mengejar kekayaan;
  • nafsu yang mengejar kedudukan, hormat, atau kekuasaan;
  • menghindari tekanan-tekanan di dalam keluarga Anda;
  • membuktikan kepada seseorang bahwa Anda berharga.

Adalah sangat berfaedah untuk memeriksa motif-motif bekerja Anda di dalam doa. Mintalah kepada Allah agar sasaran-sasaran dan sikap-sikap yang sesungguhnya ada di dalam hati Anda diungkapkan kepada Anda. Akuilah setiap motiviasi yang berdosa dan mintalah agar Allah mengampuni Anda, memulihkan Anda, dan menyanggupkan Anda untuk hanya menyandang motif-motif yang saleh.

Bagaimana Seharusnya Saya Menangani Dosa yang Saya Dapati di Tempat Kerja Saya?

Anda tidak dapat memberantasnya dan juga tidak dapat melarikan diri dari tempat itu. "Janganlah heran akan perkara itu," kata Pengkhotbah 5:7, kalau Anda melihat kejahatan merajalela. Kristus mati untuk menyelamatkan dan mengubah para pekerja, tetapi sebelum kedatangan-Nya yang kedua kalinya, manusia dan sistem akan tetap buruk, dan pekerjaan itu pada akhirnya memang akan tetap saja sia-sia. Janganlah melarikan diri ke perusahaan-perusahaan Kristen -- Allah menginginkan Anda untuk menjadi saksi-saksi-Nya di tengah-tengah dunia yang berdosa, bahkan organisasi-organisasi Kristen sekalipun terdiri dari orang-orang berdosa. Sebaliknya, berdoalah untuk hikmat dan perasaan belas kasihan selama Anda hidup di dunia yang penuh cela ini.

Anda dapat membiarkan Kristus mengubah Anda, seorang pekerja. Anda dapat membiarkan Kristus memulihkan hubungan Anda dengan Allah, mengubah watak Anda menjadi watak yang mencerminkan integritas dan kasih-Nya, dan mengubah cara pendekatan Anda terhadap hal bekerja itu menjadi kerja yang melayani Dia.

"Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya." (Kolose 3:22-24)

Paulus menulis kata-kata ini kepada orang-orang yang melakukan pekerjaan-pekerjaan yang kasar dan jijik setiap hari, yang tidak memunyai kebebasan untuk pindah kerja atau meloloskan diri dari majikan-majikan yang sifatnya keras. Ia juga memunyai perkataan untuk para majikan (dan para atasan lainnya):

"Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga." (Kolose 4:1).

Kristus adalah majikan Anda. Bekerjalah untuk menyenangkan Dia, dan rasakanlah sukacita-Nya jika Anda sudah melakukan hal itu.

"Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik ... Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan" (Roma 12:9, 21).

Ini bukannya berarti bahwa kita harus menjadi polisi yang mengawasi keadaan moral orang lain, yang menuding-nuding setiap kesalahan orang. Sebaliknya, kita dapat mengalahkan kejahatan, dengan menolak godaan untuk berputus asa dan untuk menghakimi orang lain, sambil memercayakan Allah untuk menangani para pelaku kejahatan itu.

Allah berdaulat. Walaupun tampaknya Anda sudah tidak dapat mengendalikan suatu keadaan, keadaan itu tidak akan pernah lepas dari pengendalian Allah. Allah itu mahakasih dan mahakuasa. Pada suatu hari kelak Ia akan membasmi segala kejahatan dari dunia ini. Sebelum saat itu, walaupun kita merasa tak berdaya dan bingung mengenai mengapa Allah membiarkan sesuatu berlangsung, kita masih dapat berdoa. Tuhan Yesus menasihati kita untuk berdoa dan tidak menjadi jemu (Lukas 18:1-8), dengan mengetahui bahwa Allah akan memerhatikan doa-doa kita yang tekun dan penuh kepercayaan.

Jika ada orang-orang Kristen lain di kantor Anda, Anda dapat mencoba untuk bertemu setiap minggu, bukan untuk berbicara tetapi untuk berdoa.

Allah memakai keadaan yang buruk

"Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun." (Yakobus 1:2-4)

Orang-orang yang dapat bertahan hidup melalui hutan rimba tempat mereka bekerja itu dapat berhasil oleh karena mereka membiarkan Allah memakai situasi yang buruk itu untuk mengubah diri mereka.

Anda harus mengambil tindakan jika Anda disuruh untuk melakukan apa yang salah. Bedakanlah antara keikutsertaan Anda secara langsung dan tidak langsung dalam kejahatan. Seorang penjual makanan tidak dapat tidak menjual makanannya kepada orang yang memperoleh uangnya dari tindakan kejahatan yang telah dilakukannya dan ia akan melakukan lebih banyak kejahatan lagi dari kekuatan yang diperolehnya dari makanan itu. Tetapi Anda bertanggung jawab untuk bertindak membetulkan sesuatu yang salah jika pekerjaan Anda menuntut keikutsertaan Anda dalam hal yang Anda ketahui salah. Membohongi pelanggan, berbuat curang kepada pemerintah, mencuri dari penjual barang, atau mengelak undang-undang atau peraturan yang berlaku untuk industri Anda adalah melanggar firman Allah -- Anda harus menolak dan tidak melakukan hal-hal itu.

Anda harus mengambil sikap jika hal itu bertentangan dengan hati nurani Anda. Pergunakanlah cukup waktu untuk membuat keputusan moral apabila hati nurani Anda memberi tanda bahaya. Carilah dasar alkitabiah yang jelas untuk mengambil keputusan, lalu ambillah langkah-langkah yang tegas untuk menghindari kejahatan dan melakukan yang baik.

Anda harus bertindak bila Anda memunyai wewenang untuk mengakhiri atau menghindari perbuatan yang buruk. Anda mungkin tidak memunyai pengaruh sebesar yang Anda pikirkan. Carilah dan berdoalah untuk bidang-bidang di mana Anda dapat memberi pengaruh positif.

Anda harus bertindak apabila orang-orang yang tak bersalah akan terkena dampak dari hal jahat yang akan dijalankan.

Jika mungkin, datangilah sampai ke sumbernya. Bicaralah dengan orang yang tampaknya merupakan sumber masalahnya. Janganlah mengutip ayat-ayat Alkitab baginya jika ia bukan orang Kristen; sebaliknya, mengaculah pada kategori-kategori moralitas dan keadilan yang umum. Jika sumbernya adalah keadaan dan bukan orang, pergilah kepada orang yang memunyai wewenang untuk melakukan sesuatu untuk mengakhiri kejahatan itu. Bawalah kepadanya saran-saran yang mungkin dapat dilakukan oleh orang ini. Janganlah mengambil sikap mempersalahkan; lebih baik mengajukan pertanyaan-pertanyaan, tonjolkanlah fakta-fakta yang penting, berilah tantangan kepada orang itu untuk melakukan apa yang benar, dan paling sedikit bangkitkanlah masalah integritas.

Ikutlah berjuang dalam bidang-bidang di mana Anda merasa Anda dapat menjadi paling efektif. Pakailah berbagai kemampuan, kepribadian, sumber daya, dan berbagai hubungan yang diberikan Allah kepada Anda, Anda sendiri mungkin tidak memiliki kekuasaannya, tetapi Anda mungkin dapat menjadi orang yang dianggap dan didengar oleh pihak-pihak yang berselisih atau oleh orang tertentu. Mungkin Anda dapat menjadi orang satu-satunya yang memunyai keberanian untuk mengatakan apa yang tidak berani dikatakan oleh orang lain, atau mendampingi seseorang yang harus mengambil keputusan yang penting dan sulit.

Berusahalah mencari manfaat sekalipun hanya terbatas. Anda mungkin tidak mampu mengubah kebiasaan dari seluruh kawasan industri, tetapi Anda mungkin dapat menemukan suatu pilihan yang jitu bagi perusahaan Anda sendiri. Bersifatlah kreatif dalam mencari pilihan-pilihan yang lebih etis tetapi yang sama produktifnya.

Harapkanlah hasil-hasil yang positif dan juga beberapa yang negatif. Hitunglah untung ruginya. Risikonya mungkin terlalu besar. Tetapi jika pokok persoalannya cukup penting, tempuhlah resiko itu.

Jika perlu, tinggalkanlah. Meninggalkan pekerjaan itu harus merupakan jalan keluar yang terakhir karena Allah menghargai ketekunan. Akan tetapi, oleh karena Ia juga menghargai kejujuran, Anda mungkin harus meninggalkan pekerjaan itu jika dengan tetap tinggal bekerja di situ Anda harus ikut berpartisipasi langsung dalam perbuatan yang jahat. Dalam kasus ini, percayalah Allah memelihara Anda dan keluarga Anda sebab Anda sedang mematuhi Dia.

Bagaimana Seharusnya Saya Memilih Pekerjaan?

Allah merancang Anda dengan bakat-bakat dan minat-minat tertentu (Mazmur 139:13-16). Cara Ia merancang Anda merupakan petunjuk terhadap pelayanan yang Ia ingin Anda laksanakan di dunia milik-Nya ini. Daftarkanlah apa yang Anda ingin lakukan dan dapat lakukan dengan baik. Pikirkan dan doakan tentang apa yang memotivasi Anda untuk tujuan-tujuan yang konstruktif (senangnya menghasilkan sesuatu yang dikerjakan dengan baik, melihat keadilan ditegakkan, atau melihat orang berubah menjadi lebih baik).

Jangan menganggap bahwa pekerjaan "rohani" itu lebih penting bagi Allah daripada pekerjaan "sekular". Allah tertarik kepada segala macam kebutuhan. Ia mengasihi dan menghargai orang yang bekerja dalam pekerjaan sekular sama seperti mereka yang bekerja dalam "pelayanan rohani" yang profesional. Jika Allah telah memberi Anda karunia untuk sepenuhnya bekerja dalam bidang pelayanan rohani, lakukanlah itu. Jika tidak, janganlah mencoba meningkatkan harga diri dengan memasuki suatu karier "rohani".

Berdoalah untuk memperoleh hikmat, carilah nasihat, lalu pilihlah. Tidak ada yang akan membuat pilihan bagi Anda. Percayailah pimpinan Allah, tetapi siaplah untuk menerima suatu ketidakpastian tentang apakah ini memang pekerjaan yang "tepat" yang menjadi "panggilan" Allah bagi Anda. Allah itu lebih besar dari kekeliruan-kekeliruan Anda.

Sumber
Halaman: 
230 -- 235
Judul Artikel: 
Kompas Kehidupan Kristen
Penerbit: 
Yayasan Kalam Hidup, Bandung 1989
Situs: 

--

Komentar