Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Memupuk Seni Bergaul

Seni bergaul ialah cara bagaimana membuat diri kita disukai oleh sesama. Pandangan yang lazim ditemukan dalam hidup bermasyarakat adalah hubungan antar manusia atau kelompok.

Faktor utama dalam memupuk seni bergaul adalah pengertian dari kita sendiri tentang pribadi orang lain. Sering terjadi bahwa bilamana kita tidak menyenangi seseorang, disebabkan karena kita salah mengerti motif, kemampuan, sikap dan kepribadian orang tersebut.

Hubungan antar manusia akan meningkatkan nilai dan arti kehidupan seseorang. Hubungan tersebut akan menghasilkan kebebasan dan kepuasan bagi mereka yang bersangkutan - mereka yang ingin memupuk seni pergaulan.

  1. Pedoman untuk Meningkatkan Seni Bergaul
    1. Melihat seseorang sebagai tunggal - memandangnya secara pribadi dan sebagaimana Tuhan memandangnya.
    2. Mengenal seseorang secara pribadi, misalnya, keadaannya.
    3. Memperhatikan seseorang dalam keadaan yang beraneka ragam. Ambillah waktu untuk bersahabat dengan dia dan membiarkan dia berbicara tentang hobinya serta problemnya, teman-temannya, kawan sekerjanya dan pokok-pokok yang menarik baginya.
    4. Memahami faktor psikologis yang mendorong kelakuannya. Mengapa seseorang bertindak demikian? Dengan mengerti keadaan psikologisnya, maka kita lebih bersifat menerima sebagaimana adanya.
    5. Berusaha untuk menghindari sifat dan sikap yang kurang menyenangkan dari kepribadian seseorang. Maksudnya, tidak merangsang sifat dan sikap yang negatif.
    6. Bersifat terbuka.
    7. Bagi seorang yang sukar untuk bergaul, pakailah cara-cara khusus untuk mencapai pribadinya. Memang Anda membutuhkan hikmat Salomo dan kesabaran Ayub dalam mengatasinya.

  2. Prinsip-Prinsip Persahabatan Alkitab
    Seorang sahabat atau teman:
    1. Mengutamakan orang lain (1Kor. 10:24).
    2. Saling mendorong (Rm. 15:2).
    3. Saling menghargai (Rm. 12:10).
    4. Saling menanggung beban (Gal. 6:2).
    5. Bersukacita bersama-sama dengan temannya, tidak mengindahkan kecemburuan (Rm. 12:15).
    6. Berlaku jujur terhadap temannya (Ef. 4:25).
    7. Rendah hati, baik dan sabar (Ef. 4:2).
    8. Tidak menyimpan amarah terhadap yang lain, (Ef. 4:26,27).
    9. Memaafkan dan meminta maaf (Kol. 3:13).
    10. Berdamai dengan temannya (Rm. 12:18).
    11. Saling mengakui kesalahan (Yak. 5:16).
    12. Mempunyai pikiran yang murni tentang orang lain (1Tim. 5:1,2).
    13. Tidak saling mengritik (Yak. 4:11).
    14. Tidak menuntun seorang teman untuk berbuat dosa (Rm. 14:21).
    15. Berharap pada hikmat Allah (Gal. 5:16).
    16. Memenuhi janji kepada temannya (Ams. 12:22).
    17. Saling mendoakan (Ef. 6:18).
    18. Saling membicarakan tentang Allah (Ef. 5:19).
    19. Memperlakukan temannya sebagaimana ia ingin diperlakukan (Gal. 5:13,14).

Sumber
Halaman: 
50 - 51
Judul Artikel: 
Sahabat Gembala, Oktober 1994
Penerbit: 
Yayasan Kalam Hidup, Bandung

Komentar