Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I

Bolehkah Minta Tolong Pada "Orang Pintar"?

Tanya:

Saya menjalin hubungan dengan seorang pemuda dan kami berencana menikah dalam 2 tahun ini. Namun setelah lewat masa itu, ia belum bisa menikahi saya. Baik secara materi maupun secara batin ia belum siap. Saya tidak keberatan, tetapi keluarga saya tidak demikian. Mereka menetapkan batas waktu tidak lebih dari sebulan untuk dia mengambil sikap. Bila tidak, hubungan kami harus putus.

Saya sangat mencintainya meskipun dari segi materi dia sangat jauh di bawah keluarga kami. Saya cinta dia karena dia membawa saya lebih dekat pada Yesus. Saya sedih karena usia memburu saya untuk menikah, tapi saya juga tidak mau salah jalan. Baru-baru ini teman mengajak saya kepada seorang wanita. Beliau memberikan ramuan jamu jawa untuk pasien berpenyakit tapi juga bisa menolong untuk konsultasi. Beliau meminta saya datang lagi dengan membawa mahar 1 set pakaian dan emas 22 k. Saya belum ke sana lagi karena saya tidak tahu apakah hal tersebut sesuai dengan kehendak Tuhan. Tapi terus terang saya agak letih mencari jawaban Tuhan atas masalah ini meskipun saya tetap percaya bahwa apa pun yang sedang dan akan terjadi adalah kehendak- Nya. Dari yang saya lihat, wanita ini hanya memberikan air putih untuk minum dan mandi beserta doa secara agama masing-masing. Saya ingin menyelamatkan cinta saya, tolonglah saya...

Jawab:

Kami yakin Anda tahu bahwa wanita tersebut bukanlah orang sembarangan tapi semacam dukun. Sebenarnya hati kecil Anda juga tahu bahwa menemui "dukun" ini untuk mencari jalan keluar bagi masalah Anda bukanlah jalan yang Tuhan kehendaki. Tuhan akan membenci perbuatan yang mengandalkan kekuatan lain di luar Pribadi-Nya. Sekarang ini memang ada banyak `orang pintar` yang seakan menerima dan menghormati agama mana pun, namun semua itu hanyalah jebakan yang pada akhirnya akan menentang kebenaran Alkitab. Ketika kita menanyakan sesuatu atau sepakat menuruti persyaratan yang diminta oleh si dukun, sebenarnya mereka tengah menandatangani sebuah perjanjian dengan si iblis. Lebih celakanya lagi, perjanjian itu tak pernah menguntungkan kita. Ada harga yang harus kita bayar dengan sangat mahal kelak. Percayalah tak ada jalan baik di luar kebenaran Firman Tuhan.

Bila kita memang benar-benar rindu mengetahui kehendak Tuhan bagi hidup kita, tak ada yang bisa kita lakukan selain kita mencari bimbingan Allah sendiri. Bagaimana cara Tuhan membimbing? Tuhan bisa memakai Alkitab, telinga serta akal budi kita, khotbah-khotbah, buku-buku rohani, konselor Kristen, teman-teman seiman yang memiliki hubungan yang dekat dengan Allah, dan banyak lagi. Oleh karena itu, kami sarankan sebaiknya Anda tak perlu lagi menemui wanita itu untuk menanyakan apa pun. Tak ada manusia yang mampu meramal masa depan, demikian pula iblis pun tak mengerti apa yang akan terjadi satu menit mendatang. Kita mungkin hanya bisa mengira-ngira apa yang bakal terjadi.

Akan lebih baik bila Anda banyak berdoa. Ajaklah pula pacar Anda untuk sungguh-sungguh bergumul dalam doa (atau juga dengan berpuasa). Hal ini bisa Anda lakukan bukan untuk memaksa Tuhan mengabulkan permintaan Anda, namun untuk meminta kekuatan dari-Nya agar Anda dimampukan untuk percaya kepada-Nya dan menerima apa yang menjadi kehendak-Nya. Berdoalah agar Tuhan memberi hikmat dan bijaksana sehingga Anda peka melihat pimpinan Tuhan. Jika memang Anda harus berpisah, kami yakin Tuhan akan memberi kekuatan kepada Anda. Tak perlu sedih ataupun kuatir. Ketika kita taat akan Tuhan dan kehendak-Nya, maka terlalu mudah bagi-Nya untuk memberikan jalan keluar yang terbaik. Jangan putus asa! Berdoalah agar Anda berdua menemukan jalan yang terbaik menurut kehendak Tuhan. (Sil)

Tim Konselor YLSA

Sumber

apa yang harus saya lakukan

saya lelaki usia 27 tahun, kristen protestan. saya menikah berjalan 8 bulan dengan perempuan muslim dan mau mengikut agama saya (kristen). dia sudah pergi tanpa pemberitahuan sudah 3 hari tidak ada kabar, dan saya sudah berusaha mencari dia kemana-mana tapi tiada hasil. pertanyaan saya selain berdoa dan pasrah apa yang harus saya lakukan sementara saya amat sangat mengharapkan dia untuk kembali. Memang sebab kepergian dia, kalau saya memarahi dia kadang kadang dengan kata yang kasar tapi saya juga menyesal.

Komentar