Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Saya Sangat Stres dengan Pekerjaan, Bagaimana Mengatasinya?

Tanya:


Saya bekerja di sebuah perusahaan swasta yang kinerja dan tingkat stresnya cukup tinggi. Hal ini mungkin disebabkan karena perusahaan kami memang sedang akan berkembang. Manajemennya juga menurut saya cukup keras. Kadang-kadang saya bisa lembur terus setiap hari. Pernah saya bekerja 7 hari dalam satu minggu dari pagi hingga malam hari. Keluarga saya menjadi kesal. Saya berusaha memberi pengertian, kadang-kadang mereka bisa menerima, tapi apabila kejadian itu terulang lagi mereka pasti kesal dan marah kepada saya.


Apalagi kalau sudah capek pulang masih juga kena marah sama keluarga, tentunya saya juga menjadi sangat kesal dan stres. Saya adalah kepala bagian, mau tidak mau saya harus berusaha menjadi panutan di bagian saya. Saya juga harus bekerja membantu atasan untuk mengatasi semua masalah yang terjadi. Saya, secara pribadi, kadang tidak kuat lagi. Saya sudah mencoba melamar di tempat lain, namun tidak bisa mendapat lowongan yang pas. Kadang ada, tetapi gajinya tidak sesuai dengan harapan saya, karena kecil sekali dibandingkan gaji saya sekarang. Saya tidak bisa mengambil lowongan tersebut, karena saya sendiri harus memikirkan anak dan istri saya. Saya mempunyai tanggungan, jadi saya tidak bisa sembarangan.

Kadang-kadang saya merasa amat tertekan dan sering hal ini terbawa
ke dalam mimpi. Di rumah juga sering terjadi pertengkaran karena
saya sering lembur. Terkadang saya pulang cuma untuk makan dan
tidur, habis itu kembali lagi kerja di pagi harinya. Saya amat
tertekan tetapi tidak menemukan jalan keluar. Saya berdoa dan
berharap bisa usaha sendiri. Saya dan istri saya sedang berusaha
mencari alternatif lain untuk usaha, agar saya bisa mengundurkan
diri dan keuangan keluarga saya juga terjamin. Saya sendiri merasa
tertekan sekali tetapi tidak bisa menemukan jalan keluarnya. Saya
pernah mengikuti konseling di perusahaan, hasilnya beliau mengatakan
saya stres berat. Beliau meminta saya bersikap cuek, tetapi saya
tidak bisa.

Jawab:


Kami bisa membayangkan keadaan yang sedang Anda alami sekarang ini.
Karena tekanan pekerjaan dan hal-hal lain yang dirasa sangat berat
telah membuat Anda menjadi stres. Bila boleh kami simpulkan masalah
yang sedang Anda hadapi saat ini adalah masalah
balance/keseimbangan.


Untuk menjalani hidup dengan seimbang memang gampang-gampang susah.
Khususnya bagi orang yang memiliki banyak peranan dalam hidupnya,
misalnya seperti yang Anda lakukan yakni sebagai kepala keluarga,
sebagai suami dan ayah, sebagai kepala bagian, dan mungkin masih ada
banyak lagi peranan lainnya. Adakalanya, ketika kita hendak
menjalankan semua peranan dan fungsi tersebut dengan sebaik-baiknya
ternyata ada hal-hal yang membuatnya terkadang rumit dan tumpang
tindih.



Untuk bisa membuat hidup kita seimbang, kita perlu meluangkan waktu
sejenak untuk memikirkan, menetapkan prioritas, mengevaluasi, dan
menata ulang hal-hal apa yang perlu diperbaiki. Sama seperti ketika
Anda mengerjakan suatu proyek, sebuah evaluasi atas data yang
dikumpulkan akan sangat bermanfaat untuk melihat apa yang sedang
dikerjakan, apa yang telah dicapai, apa yang belum dicapai, dan
bahkan untuk memikirkan ide baru untuk mencapai hasil yang lebih
baik lagi di waktu mendatang.



Jika melihat pekerjaan yang Anda lakukan setiap hari dengan
kepadatan aktivitas kerja yang luar biasa (bisa hingga 7 hari dalam
seminggu, pagi hingga malam hari), nampaknya memang Anda perlu
banyak mengevaluasi pekerjaan Anda ini. Pertanyaan berikut ini
mungkin bisa membantu Anda mengevaluasi:



  1. Apakah selama ini sebagai kepala bagian Anda memang mengerjakan
    tugas dengan porsi yang tepat? Sekalipun sekarang ini perusahaan
    memang sedang membutuhkan tugas-tugas ekstra, namun apakah tugas-
    tugas tersebut memang pada porsi yang masih bisa dilakukan,
    ataukah Anda sedang berusaha membangun sebuah gedung pencakar
    langit dalam waktu seminggu? Bila memang ternyata tugas-tugas
    yang diberikan hampir mustahil untuk dikerjakan dalam porsi jam
    kerja normal, sebaiknya Anda bicarakan hal tersebut dengan atasan
    Anda.
  2. Apakah selama ini Anda telah menjalankan pendelegasian tugas
    secara efektif? Bila semua hal Anda kerjakan sendiri tanpa
    didukung dengan sistem delegasi yang tepat, jelas akan membuat
    Anda tak berdaya dengan tumpukan tugas tersebut. Ada baiknya Anda
    mengevaluasi tim kerja Anda, sudahkah berjalan dengan baik dan
    seimbang. Belajar mempercayai orang untuk mengerjakan tugas
    (sekalipun tidak sesempurna yang kita harapkan sekalipun) akan
    sangat menolong dan melatih diri sendiri atau orang lain untuk
    bekerja lebih efektif.
  3. Dalam hidup ini, sudahkah Anda menuliskan prioritas dan
    melakukannya? Urutan prioritas Anda akan sangat menolong untuk
    memutuskan dengan berani manakah yang lebih penting untuk
    didahulukan. Tanpa urutan prioritas, semua hal akan nampak
    penting dan membuat kita kebingungan untuk memilih yang
    terpenting di antara semua yang penting. Dalam keadaan sekarang
    ini, mungkin keluarga Anda sangat perlu untuk ditempatkan dalam
    prioritas utama. Bila dirasa tak ada lagi jalan keluar selain
    mencari pekerjaan lain dengan kinerja yang tingkat stresnya tidak
    terlalu tinggi, gaji yang lebih rendah sekalipun (asal masih bisa
    mencukupi kebutuhan normal) nampaknya akan lebih baik bagi masa
    depan keluarga. Dalam hal ini perlu diskusi dengan istri supaya
    bila memang terpaksa untuk sementara waktu hidup lebih berhemat,
    ia sudah siap dengan pilihan ini.
  4. Luangkan waktu untuk relaks. Saat ada kesempatan hari libur,
    manfaatkanlah sebaik-baiknya untuk bersantai bersama keluarga.
    Biasakan diri untuk bisa memilahkan pikiran di waktu kerja dan di
    rumah bersama keluarga. Memang tidak mudah, tapi dengan latihan
    terus menerus nantinya Anda akan bisa melakukannya.

Masih banyak lagi hal yang mungkin bisa Anda tambahkan sendiri untuk
melakukan evaluasi dan perbaikan untuk menciptakan hidup yang
seimbang. Dengan pertolongan Tuhan, kami yakin Anda akan mampu
melakukannya.

"Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab
segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi
kami." (Yesaya 26:12)


Kiranya ayat ini menjadi doa pernyataan iman Anda dan keluarga. Tak
perlu lagi dikuasai kekuatiran dan ketakutan. Percayalah bahwa Tuhan
pasti akan menuntun orang yang hidupnya bersandar dan berharap pada-
Nya. (Sil)


Tim Konselor YLSA

Sumber

Komentar