Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Bosan Hidup

Pertanyaan:

Setelah lulus SMU 3 th lalu, entah mengapa saya jadi bosan hidup. Setiap pagi kalau orang lain bergairah, dan tahu apa yang mereka harus lakukan, saya cuma bengong Bu, dan tidak punya rencana apa- apa. Ibu saya seorang yang dominan hampir setiap hari ia marah dan mengomel. Ayah saya pendiam pekerjaannya tidak maju, sehingga ekonomi keluarga ditanggung oleh ibu. Sejak kecil pada saat orangtua bertengkar, saya yang selalu menjadi kambing hitam. Tanpa sadar, saya membayangkan bahwa saya sangat mirip dengan ayah yang gagal. Dua orang kakak saya melanjutkan studi ke Amerika, sedangkan adik saya tahun lalu sudah ke Australia. Entah mengapa saya tidak mempunyai dorongan untuk berjuang seperti mereka sampai-sampai mengikuti test TOEFL juga malas karena sudah pernah tidak lulus 2 kali.

Sebenarnya sejak SD sampai SMU, saya selalu tergolong 10 besar di kelas, tapi setelah lulus SMU saya tiba-tiba justru bingung mau sekolah di mana? Ayah dan ibu sebenarnya ingin saya juga melanjutkan keluar negeri, tapi saya ragu bagaimana nanti kalau tidak mampu? Keadaan ini diperparah dengar hasil ujian TOEFL yang jelek. Saya seringkali jadi panik tanpa alasan. Sulit sekali bagi saya untuk membagikan perasaan takut dan kuatir yang saya alami, saya malu pada teman-teman dan orangtua saya keduanya sibuk bekerja. Saya bingung Bu, apa yang sedang terjadi pada diri saya? Saya seringkali takut keluar rumah sendiri, dan saya semakin kuatir bagaimana kalau penyakit ini nanti bertambah parah?

Jawaban:

Saya memahami kegelisahan Anda sekarang ini, dan rupanya Anda juga haus akan seorang yang bisa mengerti, membimbing, dan memberikan kasih sayang. Peran dari ayah yang minim di rumah dan ibu yang frustrasi karena beban dan tanggung jawab semua ada dipundaknya. Tanpa sadar sikap ibu yang menuntut dan sangat menginginkan Anda juga berhasil membuat Anda semakin gentar menghadapi hidup ini. Kebingungan Anda sebenarnya membuat masa depan Anda menjadi sangat menakutkan, dan setiap hari Anda dilumpuhkan oleh ingatan bahwa Anda sudah jauh ketinggalan dibandingkan dengan kakak-kakak dan adik serta teman-teman. Perasaan malu, rendah diri dan pesimis terus menghantui Anda. Ketakutan gagal lagi nanti saat ujian TOEFL membuat diri Anda panik dan kehilangan fokus.

Saat Anda mengurung diri setiap hari, takut keluar rumah, dapat digambarkan seperti seekor burung yang malas terbang, ia sibuk melukai dan mencabuti bulunya sendiri. Hal ini mungkin karena Anda ingin memaafkan diri sendiri dan membenarkan ketakutan dan kepanikan Anda dalam menghadapi reality kehidupan ini. Dapat juga dikatakan bahwa Anda sebenarnya takut memikul tanggung jawab, dan Anda ingin orang lain yang memikul untuk Anda.

Realita ini jika Anda sadari akan menolong Anda untuk bangun, menerima apa yang sudah tidak bisa diubah, yaitu waktu yang sudah terlewatkan, dan Anda masih belum berkarya. Pihak lain, sebaiknya Anda mencoba lagi apa yang masih bisa diubah yaitu mungkin Anda perlu mengikuti test masuk ke universitas/akademi dalam negeri. Anda tidak perlu banyak menyesali diri yang penting mulailah dengan sesuatu, karena Tuhan sudah memberi kemampuan. Pada saat Anda berani melangkah berarti Anda sudah mulai mengubah sistem dalam hidup Anda. Tuhan kiranya memberkati langkah hidup Anda.

Sumber
Halaman: 
4
Judul Artikel: 
PARAKALEO No. 4 Edisi: Oktober - Desember 2003

Komentar