Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Tips: Untuk Konselor

Edisi C3I: e-Konsel 008 - Konseling yang Efektif

Gary R. Collins, Ph.D. dalam bukunya "Christian Counseling" memberikan beberapa saran bagaimana menolong orang-orang yang memiliki perasaan rendah diri atau tidak berharga:

  1. Berikan dukungan, perasaan diterima, dan penghargaan yang tulus. Orang yang memiliki perasaan rendah diri sangat sensitif dengan pujian dan sikap yang pura-pura, oleh karena itu konselor harus dapat memberikan dukungan dan penghargaan yang terus-menerus dengan lembut dan tulus untuk setiap kemajuan kecil yang jelas bisa dilihat.
  2. Kembangkan pemahaman yang benar. Konselor dapat menolong dengan mencari tahu sebab-sebab rasa rendah dirinya dari pengalaman-pengalaman masa lalu. Ingatkan bahwa masa lalu tidak seharusnya menjadi penjara bagi hidupnya. Mengetahui masa lalu tidak mengubah keadaan tapi memudahkan konselor memberikan pemahaman yang benar.
  3. Berikan perspektif Alkitab tentang harga diri. Alkitab mengajarkan bahwa harga diri yang positif tidak sama dengan kesombongan. Sikap menghukum dan menghina diri adalah sikap yang salah di hadapan Tuhan, karena kita telah ditebus dengan darah-Nya dan menjadi ciptaan baru.
  4. Doronglah untuk bersikap terbuka, khususnya dalam mengevaluasi diri secara realistik. Buatlah daftar tentang kelebihan, kekuatan dan talenta serta kelemahan yang dimiliki. Ajaklah untuk berani mengambil resiko dalam mengatasi kelemahannya dengan hal-hal yang positif.
  5. Berikan stimulasi untuk memeriksa kembali pengalaman, tujuan dan prioritasnya. Orang yang rendah diri takut membuat tujuan karena takut gagal. Jadi doronglah untuk membagi tujuan jangka panjang dan prioritasnya dalam tujuan jangka pendek yang kecil-kecil serta mudah dicapai. Keberhasilan kecil-kecil akan lebih mudah menolong meningkatkan rasa percaya dirinya.
  6. Ajarkan ketrampilan-ketrampilan baru. Berikan ketrampilan-ketrampilan baru, misalnya: mempelajari Firman Tuhan dengan teratur, belajar untuk berpikir positif, belajar menghargai orang lain, dll. Hal-hal seperti ini tidak bisa didapatkan secara otomatis, tapi perlu dipelajari.
  7. Jauhkanlah dari kecenderungannya yang merusak. Seorang yang memiliki harga diri yang rendah cenderung memperburuk keadaan, misalnya: memberi reaksi yang berlebihan jika melakukan kesalahan, atau menjadi sangat pasif, atau bisa juga memperlakukan orang lain sebagai obyek untuk dimanipulasi. Untuk itu konselor perlu menolongnya agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang merusak tsb.
  8. Berikan stimulasi untuk memiliki kelompok yang mendukung. Memiliki kelompok orang-orang yang mengasihi dan mau menolong adalah cara terbaik untuk membangun rasa percaya diri. Rasa memiliki dan dimiliki dalam kelompok dapat menjadi terapi kelompok yang sangat menolong.
  9. Ajaklah untuk menangani dosa yang telah dilakukan. Tidak ada orang yang senang dengan dirinya sendiri ketika ia menyadari bahwa ia telah berdosa kepada Tuhan. Oleh karena itu Konselor bisa menolong orang yang merasa bersalah dan kehilangan harga diri karena dosa ini dengan mengajaknya datang kepada Tuhan, mengakui dosa-dosanya dan berdamai dengan Tuhan.

Sumber
Halaman: 
51 - 52, 5
Judul Artikel: 
Kepemimpinan Vol. 15
Penerbit: 
Yayasan ANDI, Yogyakarta

Komentar