Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Tips: Sepuluh Perintah yang Menyangkut Pembimbingan

Edisi C3I: e-Konsel 044 - Tugas Membimbing

Tidak semua pembimbingan dapat berjalan dengan lancar. Kadang-kadang mentor dan mentore mengalami hambatan-hambatan yang disebabkan oleh adanya perbedaan-perbedaan dalam hal-hal tertentu. Tujuan pembimbingan yang semula ingin dicapai malah tidak berhasil didapatkan sepenuhnya karena hasilnya adalah kekecewaan serta mentore hanya memperoleh sedikit kemampuan. Dalam kasus seperti ini, kadangkala mentor tidak tahu bagaimana memperbaiki pembimbingan yang sedang ia lakukan, apakah pembimbingan ini bisa dilanjutkan atau harus dihentikan, serta kapan waktu yang tepat untuk menghentikan suatu pembimbingan. Berikut ini kami berikan sepuluh langkah atau perintah yang menyangkut pembimbingan.

  1. Adakan hubungan pembimbingan.
    Hubungan antara mentor dan mentore adalah hal yang terpenting dalam pembimbingan. Jika hubungan semakin kuat maka semakin besar pula pemberian kemampuan yang diberikan. Untuk membangun hubungan yang kuat memang diperlukan waktu dan keseriusan baik dari mentor maupun mentore.


  2. Tentukan tujuan bersama.
    Tanpa adanya tujuan yang disepakati bersama, kedua belah pihak tidak akan mendapatkan hasil yang diharapkan. Pada awal pembimbingan mentor dan mentore harus mendiskusikan bersama tujuan-tujuan dan harapan-harapan yang akan dicapai.


  3. Tentukan keteraturan interaksi.
    Adanya perbedaan keinginan untuk bertemu antara mentor dan mentore bisa mengakibatkan kekecewaan. Sejak awal pembimbingan sebaiknya bicarakan dan tentukan dahulu frekuensi pertemuan yang diinginkan sehingga pembimbingan dapat berlangsung secara teratur dan pengembangan hubungan dapat berjalan dengan lancar. Pembimbingan yang baik sekurang-kurangnya satu minggu sekali baik melalui telepon maupun bertemu secara langsung.


  4. Tentukan jenis pertanggungjawaban.
    Tidak hanya mentor saja yang harus bertanggung jawab tetapi mentore juga harus bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh mentor. Pertanggungjawaban bisa berupa laporan tertulis, hubungan telepon yang rutin, pertanyaan-pertanyaan penyelidikan yang diberikan pada waktu pertemuan, atau bisa juga evaluasi yang terjadual. Inisiatif mentore dalam pelaksanaan pertanggungjawaban dapat meningkatkan pemberian kemampuan.


  5. Buatlah mekanisme komunikasi.
    Pada awal hubungan pembimbingan mentor perlu menjelaskan kepada mentore hal-hal yang harus ia koreksi, bagaimana ia menyampaikannya, dan kapan ia akan menyampaikannya. Mentore harus bisa mendukung hal ini karena dialah yang perlu belajar, bertumbuh dan menanggapi tantangan dari mentor.


  6. Jelaskan tingkat kerahasiaan.
    Buatlah kesepakatan mengenai hal-hal apa saja yang dianggap rahasia. Faktor yang mempengaruhi tingkat kerahasiaan adalah kepribadian mentor dan mentore, oleh karena itu kepribadian dan perasaan masing-masing dalam hubungan pembimbingan harus dihormati.


  7. Tetapkan siklus kehidupan hubungan.
    Tetapkan jangka waktu hubungan pembimbingan yang masuk akal berdasarkan kapan pemberian kemampuan dilakukan. Jika mentor merasa bahwa pembimbingan akan membutuhkan waktu selama berbulan- bulan, tentukan tujuan jangka pendeknya saja, kemudian jika sudah tercapai lanjutkan dengan menetapkan tujuan yang baru. Hal ini lebih baik karena mempunyai kemungkinan untuk membuka hubungan kembali.


  8. Adakan evaluasi dalam jangka waktu tertentu.
    Evaluasi dalam jangka waktu tertentu perlu dilakukan karena tidak semua harapan-harapan dapat diwujudkan. Evaluasi sebaiknya dilakukan bersama-sama karena fungsi utama mentor adalah mengkoreksi perjalanan bimbingan sehingga mentore dapat merasakan kemajuan.


  9. Sesuaikan harapan dengan kenyataan yang ada dalam pembimbingan.
    Harapan merupakan akar dari kekecewaan dalam pembimbingan. Harapan yang tidak bisa dicapai pada saat pembimbingan akan menghasilkan kekecewaan. Untuk menghindarinya dapat dilakukan dengan mengadakan evaluasi dan umpan balik untuk menyesuaikan harapan dengan situasi pembimbingan yang sebenarnya. Ini penting untuk dilakukan karena dalam kenyataan tidak semua kesulitan dapat kita antisipasi.


  10. Selesaikan hubungan pembimbingan.
    Semua pembimbingan harus diselesaikan. Penyelesaian ini berkaitan erat dengan hasil yang memuaskan bagi hubungan tersebut. Jika pembimbingan tidak terselesaikan maka hasil yang diperoleh adalah perasaan yang tidak enak atau perasaan kecewa pada kedua belah pihak. Pembimbingan yang berhasil akan berakhir dengan penyelesaian di mana kedua belah pihak saling mengevaluasi, mengetahui bagaimana serta di mana pemberian kemampuan terjadi dan kedua pihak sepakat untuk mengakhiri pembimbingan. Kadang- kadang pembimbingan yang sukses diakhiri dengan persahabatan antara mentor dan mentore.
Sumber
Halaman: 
182 - 190
Judul Artikel: 
Mentor
Penerbit: 
Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 1996

Komentar