Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Konseling dengan Kaum Lajang

Edisi C3I: e-Konsel 118 - Kehidupan Melajang

Konseling -- sebuah tren yang baru-baru ini muncul dalam lingkungan Kristen -- meliputi segala sesuatu, mulai dari sebuah percakapan beberapa menit sampai pertemuan mingguan selama berbulan-bulan untuk menolong seorang pria atau wanita dalam mengatasi masalah pribadi yang sulit. Sayangnya, tujuan dan sasaran konseling pun telah menjadi lebih luas. Banyak konselor hanya sekadar menolong para konseli untuk menyesuaikan diri dalam masyarakat tanpa memberi pemecahan terhadap masalah-masalah yang lebih dalam.

Definisi Konseling

Saya percaya bahwa definisi konseling yang baik adalah "suatu proses untuk saling memperlengkapi seorang akan yang lain dalam:

  1. mendefinisikan dan menganalisis masalah-masalah pribadi sesuai Alkitab;
  2. menemukan prinsip-prinsip Alkitab yang berlaku untuk masalah tersebut; dan
  3. membeberkan sebuah perencanaan untuk memberlakukan prinsip- prinsip ini."

Sasaran konseling Kristen adalah untuk "memperkenalkan setiap orang agar dilengkapi di dalam Kristus" (Kolose 1:28). Itu berarti kita menolong konseli menjadi semakin serupa dengan Kristus baik di dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan -- yang artinya menjadi kudus. Kurang dari itu berarti kita merugikan konseli yang datang untuk memperoleh bimbingan.

Filsafat Pelayanan

Empat prinsip berikut sebaiknya membentuk filsafat dalam pelayanan kepada kaum lajang.

  1. Nasihat Anda haruslah alkitabiah -- kebenaran yang Anda ajarkan harus terdapat dalam Alkitab.
  2. Nasihat Anda haruslah bersifat praktis. Referensi Alkitab sebaiknya disertai dengan penerapan praktis. Setiap tugas haruslah memiliki tindakan objektif yang dapat diukur.
  3. Anda harus "menghentikan" konseli dari ketergantungannya pada Anda; latihlah mereka untuk memecahkan persoalan mereka sendiri.
  4. Hubungan Anda sendiri dengan Tuhan harus bertumbuh.

Memulai Konseling

Anda mungkin memiliki sebuah filsafat pelayanan dan sasaran-sasaran alkitabiah yang baik, tetapi bagaimana cara memulai pelayanan konseling Anda dengan kaum lajang? Di bawah ini ada beberapa saran.

  1. Mendapat pelatihan.
    Menjadi seorang konselor yang efektif memerlukan usaha. Mencari bahan-bahan dan pusat pelatihan untuk menjadi konselor akan menolong Anda untuk lebih diperlengkapi. Jika Anda membutuhkan lebih banyak praktik atau supervisi/pengawasan, tetapkan konselor yang berpengalaman untuk menolong Anda. Mulailah melakukan konseling hanya dengan beberapa orang saja.
  2. Berikanlah nasihat melalui kelompok pengajaran Alkitab.
    Jika Anda mengajar sebuah kelas kaum lajang setiap minggu, ajarkan lebih banyak firman Tuhan daripada pengetahuan- pengetahuan yang biasa. Pusatkan perhatian Anda pada masalah, pemikiran, dan ketakutan yang dihadapi kaum lajang, dan tawarkan pemecahan masalah secara khusus. Dengan demikian murid-murid Anda akan menyadari bahwa Anda memiliki jawaban-jawaban yang benar- benar tepat. (Catatan: jangan menggunakan ilustrasi yang menjelaskan masalah para konseli di dalam kelompok Anda. Hal ini akan menghilangkan kepercayaan dan membuat mereka tidak berani untuk mengemukakan masalah-masalah mereka secara terbuka kepada Anda.)
  3. Kembangkan sumber-sumber konseling Anda. Sumber-sumber yang dimaksud seperti:
    • membuat perpustakaan buku-buku, video, dan kaset audio;
    • mengadakan hubungan dengan konselor profesional yang menjadi acuan/dimana Anda mengirim konseli kaum lajang yang Anda tangani;
    • seorang sekretaris yang mampu mendengarkan dan berdoa dengan para konseli dan menetapkan (paling sedikit sebagai pendahuluan) kebutuhan konseling mereka; dan
    • kelompok pelayanan kecil yang menyediakan persekutuan, dukungan, dan kesempatan bagi para kaum lajang untuk saling menolong.

  4. Latihlah orang awam untuk menolong Anda.
    Setelah pelayanan konseling Anda mantap, latihlah konselor awam untuk membantu menanggung beban pelayanan. Seorang konselor awam sebaiknya menggunakan prinsip-prinsip firman Allah di dalam kehidupannya; menunjukkan ketergantungannya pada Roh Kudus, bukan orang yang baru lahir baru dalam iman Kristen; serta memiliki belas kasihan, rendah hati, dan memiliki wawasan.
  5. Hal-hal yang perlu diingat oleh para konselor. Ketika mengonseling para lajang, tetaplah mengingat pokok-pokok berikut.

    1. Bergeraklah lebih jauh dari keadaan yang mendasari sikap dan kepercayaan.
      Adalah mudah untuk terlibat dalam kesulitan yang dihadapi oleh seorang lajang, tetapi ingatlah bahwa setiap orang, lajang atau menikah, mempunyai kecenderungan yang sama untuk jatuh dalam dosa. Tentu saja setiap keadaan berbeda, tetapi jangan terfokus hanya pada keadaan. Fokuskan pada sikap dan tanggapan dari individu tersebut.
    2. Pelajari masalah-masalah umum yang dihadapi kaum lajang.
      Masalah-masalah di dalamnya termasuk perasaan kesepian, masalah orang tua tunggal, berkencan, godaan seksual, penyalahgunaan obat-obatan, atau alkohol, penyesuaian diri dengan keadaan di sekitarnya, dan citra diri.
    3. Temukan keseimbangan antara pertimbangan dan kompromi.
      Anda tidak boleh menghakimi konseli, tetapi Anda juga tidak dapat mengompromikan prinsip-prinsip firman Tuhan. Sampaikanlah standar-standar Alkitab sebagai yang absolut, tapi lakukanlah dengan cara yang menunjukkan belas kasih kepada konseli.
    4. Waspadalah terhadap bahaya-bahaya dalam konseling.
      Jangan mengizinkan seorang pun dari konseli Anda, terutama sekali yang berlawanan jenis, untuk menjadi tergantung kepada diri Anda. Cegahlah "pemujaan pahlawan" karena hal ini dapat menciptakan masalah-masalah yang sangat rumit. Kita semua memiliki sebuah kebutuhan yang dalam untuk dihargai, dihormati, dan didengarkan. Kenalilah kebutuhan-kebutuhan ini dalam diri para konseli Anda (dan di dalam diri Anda sendiri), tetaplah berusaha untuk menjaga agar hubungan Anda dengan konseli Anda tetap sehat.

Berikut ini diberikan beberapa judul buku yang saya anjurkan bagi Anda. Sumber-sumber ini akan melengkapi Anda agar pelayanan Anda dengan kaum dewasa lajang lebih efektif.

"Inside Out", Larry Crabb
"Encouragement", Larry Crabb
"Competent to Counsel", Jay Adams
"Christian Counselor`s Manual", Jay Adams.
"Meeting Counseling Needs Through the Local Church", Larry Crab
(Texbook for The Institute of Biblical Counseling)

(Bahan di atas diterjemahkan dari buku "Single Adult Ministry", Jones J, Navpress, 1991.)

Sumber
Halaman: 
32 - 34
Judul Artikel: 
Sahabat Gembala, Edisi Januari/Pebruari 1997
Penerbit: 
Yayasan Kalam Hidup, Bandung 1997

Komentar