Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Menghadapi Kepahitan Hidup

Hidup tidak selamanya berjalan lurus, kadang kita harus melalui berbagai-bagai masalah. Di antara masalah-masalah tersebut ada kalanya kita merasa tertekan, terpojok, dilukai, dikecewakan, dan sebagainya. Dan luka itu kadang membekas dalam diri kita, menjadi suatu hal yang traumatis dan menjadi kepahitan dalam hidup kita. Bagaimana kita mengatasi kepahitan hidup tergantung bagaimana kita menyikapinya. Jika kita ingin melepaskannya maka kita harus memberi pengampunan kepada orang yang telah menimbulkan kepahitan tersebut. Pada saat kita berhasil memberi pengampunan, pada saat itulah kita lepas menjadi korban kepahitan. Berikut cuplikan dari hasil diskusi tema kali ini.

 
 T: Bagaimana kita harus mempersiapkan diri atau menyikapi kalau
 suatu saat kita hrs mengalami kepahitan hidup?
 J: Pada dasarnya kita harus menentukan pilihan kita, apakah kita
 akan terus menjadi korban kepahitan tersebut ataukah kita
 melepaskan diri dari kepahitan itu. Artinya kita bisa terus
 menerus dikuasai oleh kepahitan itu sehingga hati kita penuh
 kepahitan dan kita sangat tak berdaya dibawah kendali kepahitan
 itu. Namun pilihan yang saya kira lebih baik dan juga Tuhan
 kehendaki ialah kita melepaskan diri kita tidak mau lagi berada
 di bawah kepahitan itu. Nah pada akhirnya yang harus kita lakukan
 ialah memberi pengampunan kepada orang yang telah menimbulkan
 kepahitan pada diri kita itu, pada saat kita berhasil memberi
 pengampunan pada saat itulah kita lepas menjadi korban dari
 kepahitan itu.


 T: Tetapi bagaimana kalau orang yang menimbulkan kepahitan hidup
 itu justru orang yang kita cintai?
 J: Seringkali justru yang membuat kita pahit adalah orang-orang
 yang terdekat dengan kita, orang yang kita percaya, orang yang
 kita kasihi karena kalau orang itu jauh dari kita dan tidak
 begitu berdampak kepada kita dia pun tidak begitu mampu atau
 sanggup membuat kita pahit sampai sedemikian pahitnya. Justru
 seringkali orang terdekatlah yang membuat kita pahit, misalnya
 kita mengalami kekecewaan, kita mengalami penolakan, kita merasa
 ditipu, dan sebagainya.


 T: Orang yang mengalami kepahitan berkali-kali dalam hidupnya akan
 berdampak apa?
 J: Dia akan kehilangan kepercayaan pada orang lain sebab ia melihat
 dunia ini tidak aman. Ia harus selalu berhati-hati sebab ia
 tidak bisa lagi terjebak untuk kesekian kalinya. Jadi biasanya
 orang yang terlukai berkali-kali akan kesulitan membina hubungan
 yang intim dengan orang lain, ia memiliki rasa was-was yang
 sangat tinggi.

Sumber
Halaman: 
--
Judul Artikel: 
TELAGA - Kaset T065B (e-Konsel Edisi 011)
Penerbit: 
--

Komentar