Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Menanggalkan Tabiat Lama dan Mengenakan Tabiat Baru

Entah disadari atau tidak, sebagai orang percaya Anda mempunyai dua tabiat: tabiat lama dan tabiat baru. Karena kalau seseorang sudah menerima Yesus sebagai Juruselamatnya secara pribadi, maka ia mempunyai hubungan pribadi dengan Allah yang harus dikembangkan. Tuhan Yesus telah mengampuni dosanya dan memberinya suatu kehidupan baru. Hidup baru itu termasuk keinginan yang baru untuk mengikuti kehendak Allah, sehingga ia dapat hidup benar di hadapan Allah dan manusia. Roh Kudus akan bekerja terus-menerus di dalam hidup orang- orang Kristen agar sifat-sifat dan sikap-sikap yang mereka miliki diubah menjadi semakin serupa dengan Yesus (Roma 8:29).

Anda akan bertumbuh dalam Yesus kalau Anda menanggalkan kebiasaan dari tabiat lama dan mengenakan tabiat baru dari Yesus. Sejak Anda dilahirkan secara jasmani, Anda mempunyai tabiat lama. Tetapi sejak Anda dilahirkan secara rohani/lahir baru, Anda mempunyai tabiat baru (Galatia 6:12-14).

Tabiat lama selalu menonjolkan diri sendiri, sedangkan tabiat baru selalu hendak memuliakan Kristus. Tabiat lama selalu mendorong untuk mementingkan diri sendiri dan hal-hal duniawi. Iblis bekerja melalui manusia lama Anda untuk mengalahkan diri Anda dan membuat Anda tidak bergantung kepada Allah.

Tabiat baru diibaratkan seperti pesawat terbang. Jika syarat- syaratnya dipenuhi maka pesawat terbang itu dapat terbang dengan baik seperti yang direncanakan. Tabiat baru dapat memungkinkan Anda sukses sebagai orang Kristen. Apabila Anda mengikuti pimpinan Tuhan, maka tabiat baru itu akan mendorong Anda untuk lebih bergantung kepada Allah. Tabiat itu akan menguasai diri Anda dan Anda pasti akan merasakan perubahan-perubahan yang dikerjakan oleh Roh Kudus.

Proses pertumbuhan ini mirip dengan gambaran berikut ini: Seorang arsitek ingin memugar rumahnya yang sudah tua. Ia membongkar terlebih dahulu bangunan tua itu, kemudian membersihkan lokasinya dan barulah ia membangun rumah baru yang indah dan megah. Kasus ini menggambarkan kebenaran yang terdapat dalam Efesus 4:17-32. Tabiat lama harus dibongkar agar tabiat baru dapat dibangun. Kebiasaan- kebiasaan dan pola pikir yang lama harus dibuang, baru kemudian kebiasaan-kebiasaan dan pola pikir yang baru dibangun. Hal ini kira- kira seperti yang digambarkan berikut ini:

Menanggalkan:

  1. Perkataan yang tidak benar
  2. Marah yang menjadi dosa
  3. Beri kesempatan kepada Iblis
  4. Pembicaraan kotor
  5. Kepahitan/rasa dendam
  6. Kemarahan
  7. Pertikaian
  8. Fitnah

Mengenakan:

  1. Beritakanlah yang benar
  2. Sifat yang menjaga hubungan baik
  3. Ketaatan kepada Kristus
  4. Pembicaraan yang membangun
  5. Pengampunan
  6. Kasih mesra
  7. Keramahan
  8. Belas kasihan

Pembongkaran Tabiat Lama

  1. Menjadi sadar akan sifat-sifat dan sikap-sikap dari tabiat lama yang tidak berkenan kepada Allah. Roh Kudus akan menolong Anda untuk sungguh tahu apa yang tidak berkenan kepada Allah.
  2. Anggaplah sifat-sifat dan sikap-sikap lama itu telah mati dengan cara tidak memberi perhatian lagi kepadanya.
  3. Menolak keinginan-keinginan dari tabiat lama. Setiap kali ada godaan dari tabiat lama, berdoalah kepada Allah dan mohon pertolongan-Nya.
  4. Jangan serahkan pikiran dan bagian-bagian tubuh Anda kepada tabiat lama.
  5. Mencari ayat-ayat dari firman Tuhan yang menolong Anda untuk melawan tabiat lama serta segala keinginannya. Hafalkan ayat-ayat itu, mengutipnya setiap kali Anda tergoda!

Pembangunan Tabiat Baru

  1. Pikirkan hal-hal yang sehat dan positif (Filipi 4:8).
  2. Serahkan pikiran dan bagian-bagian tubuh Anda kepada Tuhan untuk dipakai menjadi senjata kebenaran.
  3. Membangun pikiran dan kebiasaan-kebiasaan yang baik dengan cara membaca, merenungkan dan menghafalkan firman Tuhan secara rutin. Mohon Tuhan menunjukkan cara untuk menerapkan kebenaran- kebenaran itu dalam hidup Anda sehari-hari!

Sumber
Halaman: 
50 - 51
Judul Artikel: 
Sahabat Gembala, Maret-Mei 1995
Penerbit: 
Yayasan Kalam Hidup, Bandung

Komentar