Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Mengatasi Tingkah Laku Anak I

dear Susy,
Saya coba komen/syering (atau malah mungkin lebih banyak tanya untuk dijawab sendiri) siapa tahu membantu. Anak saya satu cowok, sekarangg 4 th 7 bulan, sepertinya termasuk yg nggak bisa 'diam'.

Saya mempunyai 2 anak cowok yang sedang bandel-bandelnya (Davin 2 th & Yonas 5 th). Tiap hari kayaknya saya harus 'bersitegang' dengan mereka (terutama Yonas). Ada saja tingkahnya, dari mulai bangun tidur sampai mau berangkat tidur lagi (tidak pernah bisa diam).

Sebenarnya apa yg Susy maksud dg 'ada saja tingkahnya' itu? Apakah itu lari-lari, lompat-lompat, teriak-teriak, pukul-pukul, coret-coret, minta/'maksa' Susy nemenin ini itu, main air, panjat-panjat etc. Apakah itu memang sebagai wujud/ekspresi dari sifat kanak-kanak yg memang harus kekanakan atau memang sudah bisa dikategorikan sebagai bentuk pelanggaran/'dosa'. Pernahkan Susy main 'abis-abisan' dg mereka, seolah Susy seusia dg mereka meskipun yg dimainkan itu bisa memporakporandakan rumah (lalu setelah selesai benahi bareng-bareng juga...)? Apakah Susy cukup 'nyaman' dalam mendidik mereka. Nyaman di sini maksud saya adalah tidak merasa terburu-buru karena harus segera mengerjakan ini itu yg lain, tidak sedang menahan kemarahan/kejengkelan/ketidakpuasan terhadap sesuatu/seseorang yg lain. Atau ada tekanan bahwa anak-anak harus begini begitu atau sebaliknya saya dalam mendidik mereka harus begini begitu, lalu sebagian tidak terwujud dan menimbulkan tekanan tersendiri. Sampai seberapa jauh tingkat kerapihan, kebersihan, kedisiplinan Susy bagi mereka sebagai kanak-kanak.

Kalau malam susah sekali disuruh tidur, tapi paginya juga susah sekali untuk membangunkannya (karena harus ke sekolah). Setiap pagi hampir selalu diisi teriakannya, masih ngantuk-lah, tidak mau mandi-lah, tidak mau gosok gigi-lah, dll. Demikian pula kalau waktu buat PR tiba, ada saja alasannya mau nonton TV dulu-lah, main sepeda dulu-lah, dll. Selain itu, ini yang membuat saya sering marah, Yonas sering memukul adiknya, merebut barang yang telah dipegang adiknya terlebih dulu, sering mengajari hal yang tidak benar (misalnya si adik disuruh menendang Tantenya (adik saya) atau kadang-kadang malah mamanya, pernah juga waktu adiknya mau makan permen dia katakan itu racun padahal setelah itu permennya dimakan sendiri).

Sedapat mungkin fokuskan pada penyebabnya/akar masalahnya sehingga dapat dihindarkan kesalahan dalam mendisiplinkan mereka (Yonas ya, mungkin terutama). Apa alasan nggak mau tidur pada malam hari, juga untuk penolakan-penolakan yg lainnya? Apakah 'atmosfer bermain' diusahakan selalu terjaga dalam setiap hal/kewajiban yg harus dia pelajari untuk dilakukan/ditaati? Bentuk-bentuk/ekspresi spt pemukulan, perebutan/srobot, tendang, bohong kira-kira dia dapat dari mana?(TV, VCD, teman, orang-orang di sekitarnya, etc). Anak-anak itu mudah sekali menirukan. Kalau sudah ketemu kira-kira sumbernya dari mana, sebisa mungkin 'difilter'/dimanage (misal tegur orang di sekitarnya yg secara tak langsung jadi contoh negatif, pilih film yg tanpa kekerasan/dampingi saat nonton sambil diceritain, dst). Perbanyak cerita, apa saja baik dari alkitab/buku atau karangan sendiri, yg intinya menolong mereka punya gambaran tentang hal yg baik, yg benar, dst. Biasakan 'gobrol hati ke hati' dg bahasa anak-anak (tahu nggak Susy apa yg paling mereka sukai atau tidak sukai dalam diri mamanya). Jangan lupa memuji untuk setiap usaha mereka (apapun hasilnya).

Oleh karena itu saya ingin bertanya kepada Rekan-Rekan Ayahbunda: bagaimana menghadapi tingkah laku anak seusia itu dan kira-kira hukuman apa yang efektif untuk anak berumur 2-5 th?

Katanya sih, masa-masa seumur mereka itu masa-masa untuk 'menundukkan dan menguasai', dalam arti memenangkan hati mereka kepada kita sebagi ortunya. Mengenai bagaimana menghadapi menurut saya kalau itu sebagai wujud sifat kanak-kanak ya dinikmati saja. Tapi kalau itu pelanggaran/'dosa' ya harus ditegur/didisiplin. Tentunya lebih efektif jika disertai pengenalan akan watak/kecenderungan/temperamen mereka. Usahakan untuk selalu bikin janjian dulu sebelum suatu hukuman diberikan baik aturan ataupun jenis/bentuk hukumannya. Misal dia tak boleh nendang siapapun, kalau melanggar akan diberikan hukuman dipukul pantatnya plus minta maaf ke ybs, dsb. Ingat juga untuk terus mendoakan mereka dan kita sendiri, juga kasih karunia Tuhan.

Bukan Susy sendiri kok yg ngalamin...me too. Segini dulu ya, Susy. Semoga bermanfaat.

salam, list


 
  "Listiorini" <listiorini@>
Sumber
Halaman: 
--
Judul Artikel: 
Milis Ayah Bunda
Penerbit: 
--

Komentar