Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Dapatkah Anak Anda Mengatasi Stres?

Edisi C3I: e-Konsel 090 - Stres pada Anak

Tekanan batin, stres. Setiap orang, termasuk anak-anak kita, yang hidup di dunia yang bergerak cepat, bersaing ketat, dan berubah-ubah ini pasti akan mengalami berbagai tekanan batin. Mungkin, kehidupan anak nampaknya tidak mempunyai beban apa-apa dibandingkan dengan kehidupan seorang pemimpin perusahaan, namun anak-anak pun menderita karena tekanan-tekanan batin sebagaimana yang dialami oleh orang- orang dewasa. Hanya saja gejala-gejalanya yang berbeda.

Jika para eksekutif menderita penyakit lambung, maka bagi seorang anak penyakit yang diderita akibat stres dapat muncul dalam berbagai bentuk, dari sering pilek sampai sulit membaca. Gejala- gejala yang nampak dalam kelakuannya biasanya termasuk tidak mau bergaul dan suka menyendiri, makin tidak mau berbicara, atau berlaku luar biasa agresif. Reaksi-reaksi fisik dapat berupa sering diare, gatal-gatal, gangguan pada kulit, perubahan kebiasaan makan, atau mimpi-mimpi buruk.

Di balik akibat-akibat langsung yang timbul karena tekanan pada anak-anak, kita juga harus ingat bahwa penelitian menunjukkan adanya hubungan yang erat antara tekanan-tekanan batin yang berkepanjangan dan masalah-masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan kanker. Jadi, berdasarkan alasan-alasan ini, sangatlah penting bahwa anak-anak itu membina pola-pola yang baik untuk menangani masalah-masalah tekanan batin atau stres ini.

Pada dasarnya, tekanan batin atau stres itu merupakan pengrusakan tubuh. Ada beberapa macam tekanan batin yang memang wajar dan juga diperlukan bagi suatu kehidupan yang sehat. Tekanan batin yang wajar itu dapat membuat pikiran menjadi tangkas dan sistem peredaran darah berfungsi dengan baik. Olehnya juga, kita dipacu untuk berhasil dalam ujian, untuk bersaing dengan lebih ketat dalam pertandingan- pertandingan atletik, untuk mengasihi dan menangis dan untuk berusaha agar dapat mencapai suatu kehidupan yang lebih memuaskan.

Tetapi, jika tekanan yang wajar itu berubah menjadi penderitaan dan putus asa, maka timbullah masalah dalam kesehatan dan tingkah laku. Hal-hal yang mungkin menimbulkan tekanan yang tidak sehat di dalam diri anak-anak itu sangat banyak, termasuk juga kejadian-kejadian seperti perpindahan ke kota lain, suatu penyakit yang kronis, kelahiran seorang adik atau meninggalnya seseorang yang dikasihi. Tekanan batin juga dapat bersumber dari dalam diri anak itu sendiri, sebagai akibat dari hubungan-hubungan yang salah atau kelakuan- kelakuan yang merusak. Atau, hal itu dapat juga berakar pada sesuatu yang di luar dirinya, situasi atau lingkungan yang tidak dapat dikendalikannya.

Bagaimana caranya agar kita dapat mengurangi sumber-sumber tekanan itu dan mengatasi tekanan-tekanan yang tidak terelakkan? Hal ini sebagian besar bergantung pada apakah kita dapat menentukan apa yang merupakan sumbernya. Jika sudah diketahui sumber dari stres itu, maka kita akan dapat langsung menangani masalahnya. Tetapi, jika sumber tekanan itu masih tersembunyi dan kabur, mungkin yang terbaik yang dapat kita lakukan ialah menolong anak itu menyusun siasat untuk mengatasi hal itu.

Bagaimana cara Anda sebagai orang tua menanggulangi stres atau tekanan, itulah yang akan menjadi contoh bagi anak Anda. Berikut ini terdapat beberapa cara yang dapat Anda dan anak Anda pertimbangkan:

  • Bicarakan hal ini. Salah satu respon yang paling buruk terhadap masalah stres ialah menyembunyikannya atau memendamnya di dalam hati Anda sendiri -- merasa seolah-olah bahwa hanya Anda seorang diri saja yang menghadapi masalah itu. Ciptakan kesempatan bagi anak Anda yang masih kecil untuk mengungkapkan perasaannya. Memainkan boneka tangan, seperti boneka si Unyil, dan menggambar merupakan kegiatan yang baik untuk mengungkapkan perasaannya.

  • Ketika seorang anak menjadi semakin besar, ia akan dapat dengan lebih baik merumuskan dan menganalisa kejengkelan atau keadaannya yang frustrasi itu. Hendaklah Anda peka terhadap komentar-komentar anak itu karena hal itu mungkin dapat memberi petunjuk tentang adanya kegelisahan. Jika ia menyinggung tentang seorang jagoan di sekolah yang selalu mengganggu atau perceraian orangtua seorang kawan maka mungkin hal itu dapat menjadi titik tolak untuk, dengan lembut, mengajukan beberapa pertanyaan yang dapat mengungkapkan ketakutan yang tersembunyi agar hal itu dapat segera diatasi.

  • Bersama anak Anda gambarkan dengan jelas cara penyelesaian yang mungkin dilakukan. Tolonglah anak itu untuk mengenali tindakan- tindakan tertentu yang dapat dilakukannya untuk mengakhiri suatu keadaan yang menekan. Jika misalnya, masalahnya adalah pelajaran sekolah yang tertinggal, bicarakanlah bagaimana caranya agar anak itu dapat mengatur jadwal waktunya dengan lebih baik lagi, memperbaiki kebiasaan belajarnya, mencari bantuan baik dari Anda maupun dari para guru. Sedikit gagasan yang kreatif dapat menimbulkan cara penyelesaian yang baik. Dan seringkali, karena begitu kuatir, cara penyelesaian yang sebenarnya sederhana itu tidak terlihat.

  • Jika di dalam kehidupan anak Anda sudah terjadi hubungan antarpribadi, tolonglah dia untuk menilai siapa sebenarnya yang harus bertanggung jawab. Anak itu mungkin secara keliru merasa bertanggung jawab atas tindakan-tindakan orang lain yang sama sekali berada di luar kekuasaannya.

  • Periksalah dalam firman Allah apa jawaban atau tanggapan terhadap suatu masalah. Salah satu hak istimewa orang Kristen ialah bahwa kita dapat menyerahkan kekuatiran kita kepada Tuhan, dan sebagai gantinya dapat menerima damai dan ketenangan yang sejati (Roma 8:26-28). Doa yang disertai dengan hati yang jujur dapat menghilangkan beban tekanan batin. Berdoalah bersama-sama dengan anak Anda. Ketaatan yang sesederhana mungkin dapat menjadi penyelesaian yang tepat jika ia telah melanggar salah satu prinsip Allah untuk kehidupan ini.

  • Hiduplah sehari demi sehari. Kebanyakan dari hal-hal yang dikuatirkan baik oleh anak-anak maupun oleh orang tua tidak akan pernah terjadi. Sehat sekali jika kita memusatkan perhatian hanya pada masalah yang ada sekarang dan yang ada di tempat ini. Kadang- kadang, memang kita perlu menikmati saat sekarang ini dan menunda dulu untuk menangani apa yang menjadi sumber stres atau tekanan itu hingga saat yang lebih tepat. Sarankan kepada anak Anda agar ia tidak khawatir tentang sesuatu masalah sampai setelah masalah itu dibicarakan bersama-sama dengan Anda dalam suasana yang lebih santai.

  • Berilah anak Anda cukup waktu untuk bermain. Bermain itu merupakan salah satu cara yang penting bagi anak itu untuk mengatasi stres atau tekanan. Belilah mainan yang paling memungkinkan anak itu untuk mengembangkan kreativitas dan daya khayalnya, seperti tanah liat, balok-balok susun, atau perkakas untuk mengukir kayu.

  • Usahakan agar setiap anggota keluarga Anda cukup tidur dan olahraga.

  • Batasi jumlah waktu menonton televisi untuk anak Anda. Terlalu banyak menonton televisi dapat mengakibatkan anak mengalami stres karena menanggung beban informasi dan emosi yang berlebihan.

  • Jangan memperlakukan anak Anda sebagai ahli terapi. Seorang ibu atau ayah yang hidup sendirian cenderung tergoda untuk mencurahkan beban masalahnya kepada anak-anak karena tidak ada orang dewasa lain di rumahnya. Sebaiknya, carilah seorang keluarga, teman dekat, atau pendeta yang dapat mendengarkan.

  • Janganlah memaksa anak Anda untuk ikut atletik, perguruan tinggi, atau pertandingan kesenian, dan juga jangan menentukan suatu sasaran yang tidak realistik.

  • Jika mungkin, aturlah agar anak Anda mempunyai tempat yang menjadi milik pribadinya walaupun tempat itu hanya merupakan salah satu pojok ruangan pokoknya suatu tempat untuk dapat menyendiri.

  • Usahakanlah menyediakan waktu untuk saat teduh yang teratur di rumah Anda dan pada waktu itu radio dan televisi harus dimatikan, dan juga telepon tidak mengganggu.

  • Sediakanlah dan nikmatilah saat-saat santai bersama-sama dengan anak Anda. Berhentilah sejenak untuk memandang matahari yang terbenam, memperhatikan keindahan bunga, mengagumi bunyi burung.

  • Akhirnya, banyaklah tertawa bersama-sama! Sudah sejak lama diakui bahwa tertawa mempunyai kekuatan yang dapat menyembuhkan stres, tertawa merupakan penawar stres yang sangat efektif.

Tidak ada satu orang pun, termasuk anak-anak, yang dapat sepenuhnya melarikan diri dari keadaan yang sarat dengan tekanan batin atau stres itu. Namun demikian, kita dapat mengurangi sumber-sumber stres yang ganas dan yang menggerogoti keadaan mental para anggota keluarga kita sampai pada tingkat yang masih dapat diatasi atau dikuasai, dan menolong mereka untuk mengendalikan akibat-akibat tekanan-tekanan itu. Dan upahnya ialah kehidupan yang lebih sehat dan bahagia.

Sumber
Halaman: 
62 - 66
Judul Artikel: 
40 Cara Mengarahkan Anak
Penerbit: 
Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1997

Komentar