Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Anak adalah Anugerah bagi Keluarga Kristen

Edisi C3I: e-Konsel 318 - Kehadiran Anak dalam Keluarga

Dalam pernikahan, anak merupakan tanda utama dari cinta yang saling berbalas antara pria dan wanita. Anak merupakan anugerah utama bagi keluarga Kristen. Ini merupakan penyempurnaan trinitas dari segitiga cinta yang ada dalam lingkaran keluarga yang intim. Perwujudan cinta mereka yang sakral secara lahiriah ini merupakan berkat dari Allah. Ini merupakan salah satu tujuan utama pernikahan dan tujuan hubungan suami istri itu sendiri. Sebagai konselor Kristen, kita terkadang menjumpai situasi yang memaksa kita untuk memberikan nasihat tentang cara membesarkan anak dan pada kasus yang lain, menghibur orang yang kehilangan anaknya. Situasi-situasi yang lain mencakup pengalaman yang dialami oleh pasangan yang frustrasi saat berusaha untuk bisa hamil. Masalah ini dan masalah-masalah lainnya menjadi masalah yang sensitif dalam konseling Kristen.

Pada intinya, kehadiran seorang anak dalam pernikahan dapat memenuhi banyak kebutuhan mendasar manusia. Pertama, dorongan biologis dan evolusioner manusia untuk mereproduksi gen bagi generasi berikutnya. Kedua, anak merupakan ekstensi rohani dari diri seseorang. Warisan seseorang tidak hanya melampaui masa hidupnya; ingatan dan berbagai tradisi seseorang akan terus dilanjutkan dari generasi ke generasi. Bukan hanya ciri-ciri fisik yang diturunkan seseorang kepada keturunannya, melainkan juga idealisme, agama, tradisi, dan nilai-nilai mereka. Ketiga, secara emosional seorang anak dapat memberikan penghiburan. Tidak ada sesuatu pun yang lebih besar dari kasih orang tua terhadap anaknya. Semua kebutuhan akan pengasuhan ini bersifat timbal balik. Orang tua akan merawat anak pada masa kecilnya dan anak akan merawat orang tua pada masa tua mereka.

Yesus Memahami Kehadiran Seorang Anak

Secara teologis, kehadiran anak merupakan satu bagian dan cikal bakal dalam penciptaan kehidupan. Ketika sepasang suami istri membagikan cinta mereka yang kuat, Allah memberkati mereka dengan kehadiran-Nya. Pada saat pembuahan, Allah menjamah sepasang suami istri dengan penciptaan jiwa yang bersamaan. Seorang pribadi yang utuh, tubuh dan jiwa pada saat itu tercipta dan menjadi perwujudan akhir dari cinta kasih sepasang suami istri.

Anak benar-benar merupakan anugerah yang besar dari Allah. Hal ini terlihat di seluruh Alkitab ketika para orang tua Perjanjian Lama diberkati dengan kesuburan; kisah-kisah yang menggambarkan sukacita besar atas kehamilan dari zaman Sara hingga Elizabet, dan bahkan ketika Maria mengandung Yesus dengan cara yang ajaib juga menggambarkan hal ini. Sukacita atas kehamilan seseorang sangat dihormati di lingkungan orang-orang Kristen dan seharusnya menjadi masa yang begitu membahagiakan. Konseling rohani harus menekankan sukacita ini dan menentang masyarakat yang "mati", yang menganggap kehamilan dan anak-anak sebagai hambatan untuk kehidupan materialis seseorang. Sebaliknya, keluarga Kristen seharusnya dengan mantap menyatakan kepada masyarakat bahwa anak-anak adalah berkat dan bukan gangguan.

Kesimpulannya, Kristus berkata, "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku dan bahwa untuk masuk ke dalam kerajaan surga, seseorang harus menjadi seperti anak kecil." Bagaimana mungkin sebuah keluarga tidak ingin dikelilingi oleh anak-anak yang tidak berdosa seperti itu? (t/Setya)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : AIHCP Health Care Blog
Alamat URL : http://www.aihcp.org/blog/the-gift-of-children-to-the-christian-family/
Judul asli artikel : The Gift of Children to the Christian Family
Penulis : Mark Moran, MA, GC-C, SCC-C
Tanggal akses : 29 Agustus 2012

Komentar