Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Apakah Anak-Anak Adopsi Memiliki Lebih Banyak Masalah?

Edisi C3I: e-Konsel 187 - Anak Adopsi

Carol Nadelson menunjukkan bahwa anak adopsi rapuh secara emosional. Masalah-masalah emosional mereka adalah seputar kesulitan mereka dalam membangun identitas dan konsep diri. Saat Anda menyadari bahwa Anda diadopsi, itu berarti secara "de facto" Anda diberikan atau ditolak. Rasa tidak menentu ini dapat mengakibatkan anak adopsi merasa bahwa mereka pasti sangat buruk sampai-sampai mereka ditolak. Atau, mereka merasa bersalah karena merasa bahwa orang tua kandung mereka sangat jahat karena menolak mereka. Yang paling parah, anak adopsi merasa khawatir tentang apakah mereka akan ditolak lagi.

Dalam mengenali masalah-masalah pada masa remaja akhir, anak adopsi tampak lebih rapuh daripada orang-orang pada umumnya. Mereka mungkin asyik dengan perasaan terpisah dan terasing, tidak hanya pada usia belasan, tetapi juga pada saat menikah, kelahiran anak mereka sendiri, atau kematian orang tua adopsi. Mereka mungkin saja khawatir kalau-kalau mereka melakukan inses secara tidak sengaja. Beberapa anak adopsi merasa sangat ingin menemukan orang tua kandung mereka. Kadang-kadang, anak remaja hanya berpura-pura saat mereka mengancam untuk mencari orang tua kandung mereka -- untuk "menguji" orang tua adopsi mereka. Bagi beberapa orang, pencarian orang tua kandung mereka merupakan suatu pengalaman positif.

Meskipun beberapa orang setuju bahwa anak adopsi mungkin memiliki masalah yang lebih banyak daripada anak kandung -- dan untuk alasan yang tepat -- kebanyakan anak adopsi baik-baik saja dan banyak yang tumbuh dengan baik. (t/Ratri)

Diterjemahkan dan disesuaikan dari:

Sumber
Halaman: 
791 -- 792
Judul Artikel: 
Do Adopted Children Have More Problems?
Pengarang: 
Marilyn Heins, M.D. dan Anne M. Seiden, M.D.
Penerbit: 
Doubleday & Company, Inc.
Kota: 
New York
Tahun: 
1987

Komentar