Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Apakah Makna Alkitabiah dari Paskah? Haruskah Kita Merayakannya?

Edisi C3I: edisi 359 - Kebangkitan Kristus yang Menyelamatkan

Tanya:

Dari sudut pandang Alkitab, apakah arti Paskah? Haruskah kita merayakannya?

Jawab:

Dari perspektif Alkitab, Paskah tidak memiliki arti apa pun. Dengan kata lain, perayaan khusus pada suatu hari yang ditentukan dalam setahun atas kebangkitan Yesus tidak disebutkan, atau bahkan ditandai di dalam Alkitab. Telah dikatakan, pada awal sejarah gereja ada bukti bahwa gereja merayakan apa yang sekarang kita sebut Paskah. Ini berbeda dari perayaan Natal, persiapan sebelum Paskah (salah satunya dengan berpuasa - Red.), atau peristiwa-peristiwa lain dalam kalender Gereja Katolik dan Ortodoks tradisional yang muncul beberapa waktu kemudian. Paskah dirayakan dengan pasti menjelang pertengahan abad kedua. Kita tahu orang-orang Kristen memperdebatkan tentang tanggal yang "tepat" untuk merayakan Paskah sebelum tahun 170 sM. Kita mengetahui hal ini karena Irenaeus diminta untuk menetapkan sebuah alasan tentang perbedaan penanggalan Paskah antara gereja-gereja Barat dan Timur pada saat itu. Sebuah bukti akan menuntun seseorang untuk menyimpulkan bahwa Paskah kemungkinan sudah dirayakan sejak awal abad kedua. Beberapa orang menyatakan bahwa perayaan Paskah "meminjam" kebiasaan liburan pagan (kelompok penyembah berhala, kafir - Red.). Hal ini hampir bisa dipastikan tidak benar. Mereka mengatakan bahwa nama "Paskah" diadaptasi dari nama dewa pagan, Istar. Entah hal ini benar atau tidak, pada dasarnya, Paskah ada dan telah menjadi sebuah perayaan kebangkitan Yesus dari antara orang mati. Perayaan ini dikembalikan kepada kekristenan yang paling primitif/awal. Pada perkembangan selanjutnya, Paskah adalah sebuah peringatan yang benar dari orang-orang Kristen atas kekuatan dan makna kebangkitan Yesus. Saya katakan bahwa hal ini adalah sesuatu yang baik. Entah orang-orang Kristen yang meyakini Alkitab harus merayakan atau mengakui Paskah atau tidak, ini hanyalah masalah opini. Dalam arti sempit, perayaan ini tidak "alkitabiah", tetapi karena Irenaeus memutuskan untuk kembali kepada abad kedua, hal semacam ini harus dibiarkan sebagai masalah opini. Sulit untuk memikirkan ada hal yang salah dengan perayaan dan peringatan kebangkitan Yesus, selama peringatan tersebut dapat mendominasi arti rohaninya dan bukan hanya menjadi ritual yang tidak ada artinya. Di dunia ini, tentunya ada banyak "hal yang tidak berguna" yang ditambahkan pada perayaan Paskah, dan kebanyakan dari hal tersebut benar-benar pagan! Menyembunyikan dan mencari telur, mengenakan baju-baju yang bagus, membicarakan tentang kelinci Paskah, dsb. semuanya dikaitkan dengan gagasan tentang kesuburan yang dengan jelas diambil dari sumber-sumber pagan. Sudah jelas bahwa orang-orang Kristen tidak mengaitkan makna agamawi dengan hal-hal semacam itu. Barangkali, beberapa orang akan memilih untuk benar-benar menolak menyertakan kegiatan mencari telur Paskah sebagai bagian dari perayaan kebangkitan Yesus yang mereka lakukan, dan mungkin hal itu adalah ide yang bagus. Sepertinya, hal-hal tersebut cenderung melepaskan makna rohani dari Paskah yang sebenarnya. Beberapa pihak lain mungkin akan mengatakan bahwa hal-hal tersebut tidak berbahaya. Saya tidak ingin menyisipkan pendapat saya dalam hal ini karena para pembaca dapat memutuskannya sendiri. Jadi, meskipun secara harfiah tidak ada makna Paskah yang "alkitabiah", tetapi tetap saja ada keterkaitan yang dihubungkan kembali dengan gereja terdahulu. Dalam bentuknya yang paling murni, Paskah dapat menjadi pengingat yang ampuh bagi kita sebagai salah satu peristiwa yang paling penting dalam sejarah manusia -- kebangkitan Tuhan dan Juru Selamat kita dari kematian, yang merupakan buah sulung dari panen jiwa-jiwa untuk selama-lamanya. Kiranya orang-orang Kristen yang memilih merayakan Paskah akan menekankan aspek ini dan menolong banyak orang untuk mengenal Yesus Kristus. (t/S. Setyawati)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Evidence for Christianity
Alamat URL : http://www.evidenceforchristianity.org
Judul asli artikel : What is the biblical meaning of Easter? Should we celebrate it?
Penulis : John Oakes
Tanggal akses : 14 Januari 2014

Komentar