Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Aspek-Aspek yang Harus Diketahui Mengenai Konseli

Edisi C3I: e-Konsel 206 - Memahami Konseli

Pengetahuan mengenai keadaan konseli yang sedalam-dalamnya merupakan syarat mutlak untuk melakukan suatu pembimbingan dan penyuluhan. Jika kita benar-benar ingin membimbing konseli dengan sebaik-baiknya, maka kita sangat memerlukan pengetahuan ini. Paling sedikit kita harus mengetahui sifat-sifat, kapasitas, dan kemampuan konseli. Selain itu, kita juga harus mengetahui pengaruh lingkungan konseli, misalnya rumah, sekolah, dan masyarakat lingkungan hidupnya. Identitas konseli Pembimbing harus mengetahui

Pengetahuan mengenai keadaan konseli yang sedalam-dalamnya merupakan syarat mutlak untuk melakukan suatu pembimbingan dan penyuluhan. Jika kita benar-benar ingin membimbing konseli dengan sebaik-baiknya, maka kita sangat memerlukan pengetahuan ini. Paling sedikit kita harus mengetahui sifat-sifat, kapasitas, dan kemampuan konseli. Selain itu, kita juga harus mengetahui pengaruh lingkungan konseli, misalnya rumah, sekolah, dan masyarakat lingkungan hidupnya.

Identitas konseli

Pembimbing harus mengetahui hal-hal berikut ini: nama konseli, alamatnya, tempat dan tanggal kelahirannya, jumlah saudaranya, anak ke berapa, agamanya, pendidikannya, identitas orang tuanya, ayah kandung/tiri dan/atau ibu kandung/tirinya, dan seterusnya.

Latar belakang konseli

Dalam bimbingan dan penyuluhan, koselor juga harus mengetahui keadaan rumah konseli -- mengingat keadaan rumah konseli berpengaruh sangat besar terhadap kehidupannya, bahkan mungkin yang paling kuat di antara unsur-unsur lainnya. Yang termasuk di dalamnya adalah keadaan ekonomi keluarga, tingkat kebudayaan, lingkungan konseli, sifat hubungan antaranggota keluarga, dan situasi rumah pada umumnya. Ada baiknya pula diketahui tipe masyarakat di sekeliling rumah itu. Singkatnya, kita harus mengetahui seluruh keadaan sosial konseli.

Keadaan kesehatan konseli

Seorang pembimbing harus mengetahui keadaan kesehatan jasmani dan rohani konseli. Ini dapat dilakukan melalui pertanyaan-pertanyaan atau pengamatan tingkah laku konseli. Pembimbing yang berpengalaman dapat menarik kesimpulan dari pengenalan gejala-gejalanya, misalnya: bagaimana dia berbicara, apakah ia menyandang cacat tertentu, bagaimana pendengaran dan penglihatan matanya, apakah ia normal, adakah tanda-tanda neurosis (contohnya: mata yang sering berkedut tanpa dapat dikontrol, setiap saat menjulurkan lidah, tertawa-tertawa cemas, tangan gemetar), dan sebagainya. Perlu ditanyakan juga sakit penyakit yang pernah dideritanya, kejadian-kejadian yang pernah dialaminya, dan apa saja pengalamannya yang sukar. Ketahuilah juga keadaan kesehatan keluarganya untuk mengetahui sifat-sifat keturunan yang diwarisi oleh konseli.

Bakat-bakat konseli

Salah satu tujuan pembimbingan dan penyuluhan ialah menuntun konseli agar mencapai prestasi setinggi-tingginya, sesuai dengan bakat dirinya. Ini terutama penting bagi para pelajar, mahasiswa, dan orang-orang yang akan memilih dan menyesuaikan pekerjaan. Untuk itu dibutuhkan pengetahuan mengenai bakat konseli, misalnya pengetahuan mengenai bakat inteligensinya. Di samping pengetahuan inteligensi, sebaiknya diketahui pula bakat-bakat konseli yang lainnya, misalnya bakat mekanisnya, bakat seninya, bakat keilmuan, serta bakat-bakat lain yang diperlukan untuk mencari suatu pekerjaan.

Prestasi konseli

Pembimbingan dan penyuluhan yang baik seharusnya mengungkapkan pula prestasi-prestasi yang telah dicapai konseli. Dalam hal ini, prestasi itu bukan hanya dalam bidang pendidikan, melainkan juga prestasi di bidang penyesuaian sosial, pemakaian bahasa, dan sebagainya. Prestasi di bidang pendidikan meliputi prestasi di bidang pelajaran atau karya ilmiah yang telah dicapainya.

Perhatian konseli

Dalam hal ini, perlu diketahui apa sajakah kegemaran-kegemaran konseli. Pembimbing juga perlu mengetahui rencana studi dan rencana pekerjaan konseli, misalnya: apakah sudah terjadi perubahan-perubahan menyangkut kegemarannya, dan jika itu ada, apakah penyebabnya, dan sebagainya.

Penyesuaian diri konseli

Pembimbing perlu mengetahui tingkatan penyesuaian diri konseli, bagaimana penyesuaian sosialnya, penyesuaian pribadinya, hubungannya dengan teman-teman dan orang tuanya serta orang-orang yang lain. Bagi para pemuda, hal tersebut dapat kita tinjau dengan keikutsertaannya dalam aktivitas sekolah, organisasi, dan kegiatan sosial lainnya. Ini dapat memberikan petunjuk mengenai tingkat penyesuaian diri konseli.

Diambil dan disunting dari:

Sumber
Halaman: 
39 -- 40
Judul Artikel: 
Aspek-Aspek yang Harus Kita Ketahui Mengenai Diri Klien
Judul Buku: 
Seri Diktat Pembimbingan Penggembalaan
Pengarang: 
Lukas Tjandra
Penerbit: 
Seminari Alkitab Asia Tenggara
Kota: 
Malang
Tahun: 
1992

Komentar