Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

BAB 13 Inner Healing (Penyembuhan Batin)

Bab XIII : Innerhealing


XIII. INNER HEALING (PENYEMBUHAN BATIN)
Dalam kehidupan ini sering terjadi peristiwa-peristiwa yang menimbulkan goresan-goresan luka dalam diri seseorang. Misalnya goresan-goresan karena ditertawai, disakiti hatinya, ditipu dll. Goresan-goresan ini sering membentuk suatu sikap tertentu dalam diri orang tersebut. Misalnya timbul perasaan mudah curiga, tersinggung, sikap menarik diri dll. Tiap perjumpaan dengan Yesus menyembuhkan seseorang.

XIII.1 Dasar-dasar Tubuh, Jiwa, Roh

Tuhan Yesus datang ke dunia ini tidak hanya untuk menebus roh kita, tetapi juga jiwa dan tubuh kita.

Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus. Tu han kita (I Tes 5:2-3).

  • Roh : Orang percaya diberi roh yang baru pada saat kelahiran barunya.
  • Jiwa : Luka-luka dalam jiwa/batin dapat disembuhkan oleh Yesus dengan kuasa darahNya.
  • Tubuh : Dipulihkan dari cacad, kelemahan dan penyakit dengan bilur-bilur Yesus.

  • Mat 7:1-3 : Iblis senang merobek-robek jiwa manusia.
  • Mat 10:24-28 : Jiwa dapat dibunuh di neraka.
  • Yes 61:1-3 : Yesus diutus untuk merawat orang-orang yang remuk hati.
  • Maz 147:1-6 : Ia menyembuhkan luka orang yang patah hati (luka batin).

  • XIII.2 Penyembuhan batin Petrus

    Dalam Yohanes 21:9-23 dicatat tentang peristiwa penyembuhan batin Petrus. Pada saat-saat mendekati penyaliban Tuhan Yesus, Petrus menyangkal Tuhannya. Hal ini menggoreskan penyesalan di hati Petrus. Peristiwa penyangkalan Petrus ini diceritakan dalam Lukas 22:54-62.

    Ketika Yesus sudah bangkit, Ia memulai penyembuhan batin ini dengan membawa Petrus kepada kenangan tentang saat-saat penyangkalannya, yaitu dengan membawanya pada pertemuan pertama dengan murid-muridNya di tepi danau. Pagi itu, api unggun di pantai mengingatkan Petrus pada saat-saat penyangkalannya, di rumah Kayafas. Kenangan itu menyayat hatinya. Seperti umumnya manusia-manusia lain, Petrus berusaha menutup-nutupi perasaan/luka hatinya. Luka hati ini menimbulkan perasaan tak layak dalam diri Petrus.

    Pertanyaan Yesus, pernyataan Petrus dan pernyataan Yesus dalam peristiwa di tepi danau pagi itu memberi pemulihan kepercayaan Tuhan Yesus kepada Petrus. Tiga kali luka terjadi pada diri Petrus, tiga kali pula Yesus memberikan kesembuhan, sehingga kalaupun saat itu Petrus sedih, namun setelah peristiwa ini Petrus merasakan kelegaan.

    Yesus tidak berhenti sampai di situ. Ia menubuatkan hal-hal yang akan datang dalam kehidupan Petrus. Dengan cara ini Yesus membuat Petrus merasa dihargai kembali. Ia merasa mendapat hak istimewa untuk melayani Tuhan dengan setia, bahkan sampai mati. Pemulihan batin dari perasaan tidak layak ini menyebabkan Petrus sanggup melayani Tuhan dengan setia.

    Orang-orang yang jatuh dalam dosa dan bertobat, biasanya mengalami bahwa kenangan akan dosa-dosanya menimbulkan kesedihan yang mendalam. Hal ini perlu dipulihkan. Dalam peristiwa ini tampak bahwa Yesus menyembuhkan kenangan dalam ingatan Petrus. Jika Petrus suatu kelak duduk berkeliling di sekitar api unggun, ia tidak akan sedih lagi jika teringat akan peristiwa penyangkalannya terhadap Tuhan Yesus, karena ada gambar lain dalam memorinya yang merupakan gambar pemulihan dari peristiwa itu. Inilah semua yang dilakukan oleh Tuhan Yesus.


    XIII.3 Beberapa cara penyembuhan batin

    Perjumpaan dengan Yesus selalu memberikan kesembuhan. Penyembuhan batin sering terjadi melalui hal-hal berikut ini:

    1. Baptisan kelahiran baru (baptisan air).
      Penerimaan Yesus terhadap dirinya sebagai anak Allah menyembuhkan jiwanya.
    2. Kelahiran baru.
      Kehadiran Yesus dalam hati seseorang memberikan kesembuhan batin tertentu.
    3. Baptisan Roh Kudus.
      Sering Roh Kudus membongkar luka-luka batin dan memberikan penyembuhan tertentu.
    4. Perjamuan Kudus.
      Jika seseorang sungguh menghargai daging dan darah Yesus, ini mempunyai arti yang khusus bagi jiwanya, menyadari bagiannya untuk menderita bersama Kristus (asosiasi). Kesadaran ini memberi- kan kesembuhan jiwa.
    5. Pengakuan dosa dan pengampunan.
      Pada saat seseorang sadar akan dosanya, ada kebebasan dalam jiwanya karena pengampunanNya (I Yoh 1:9).
    6. Pemahaman firman Allah.
      Kebenaran-kebenaran firman Allah mengobati jiwa. Banyak orang datang ke persekutuan doa dengan murung, pulang dengan sukacita karena kebenaran-kebenaran firman Allah yang dibukakan selama penyampaian firman Allah.
    7. Buah Roh Kudus.
      Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, iman, kelemahlembutan dan pengua saan diri menjadi alat yang menyembuhkan. Buah roh yang memancar dari kehidupan seseorang menyem buhkan batin. Misalnya seseorang yang sedang sedih, datang ke tempat orang percaya, sambutannya yang hangat memancarkan buah roh membuat kelegaan tertentu dalam dirinya.
    8. Mimpi, vision, puji-pujian, penyembahan dan pemujaan (praise, worship dan adoration) melepaskan o rang dari luka-luka batin.
    9. Karunia-karunia Roh Kudus.

    Contoh-contoh:
  • Mark 2:5 : Pernyataan kepada orang lumpuh tentang dosanya yang telah diampuni itu menyembuhkan batinnya. Pernyataan: "Hai anakKu..." memberikan kesembuhan.
  • Yoh 4:39 : Wanita Samaria itu juga mengalami penyembuhan batin karena masalahnya dibukakan oleh Yesus secara terang-terangan.
  • Yoh 5:14 : Orang yang lumpuh 38 tahun itu sembuh. Pernyataan "Jangan berbuat dosa lagi" itu juga me rupakan pernyataan yang menyembuhkan batinnya.

  • XIII.4 Penyembuhan batin untuk luka-luka batin/goresan-goresan masa lampau.

    Imaginasi manusia merupakan pintu ke dalam dunia roh. Ada orang-orang yang mempunyai imaginasi yang sensitif terhadap dunia roh, ada yang tidak. Pada waktu mimpi, seseorang masuk ke dunia roh dan pada saat itu pikirannya tidak bekerja (tidur). Orang yang mendapat vision, melihat dalam dunia roh dalam keadaan sadar (pikiran tetap bekerja); orang yang mendapat vision ini mempunyai imaginasi yang sensitif, artinya imaginasinya hidup dan mudah menangkap hal-hal di dalam dunia roh, mudah berkomunikasi dengan alam roh.

    Mazmur fasal 139 merupakan buah renungan Daud tentang kebesaran Tuhan. KehadiranNya yang mencakup setiap titik dalam alam semesta digambarkan dalam imaginasi Daud. Dengan imaginasinya, manusia dapat bergerak ke masa lampau, kini dan yang akan datang.

  • Mat 5:27-28 : Menyatakan apa yang tergambar dikerjakan dalam imaginasi sudah diakui sebagai sesuatu yang sudah ada.

    Perhatikan Ibrani 13:8 yang menyatakan:

    Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.
  • Tuhan Yesus tidak berubah. Ia tidak terikat oleh waktu; Ia tidak dibatasi waktu. Ia dapat berada di masa lampau, masa sekarang dan masa yang akan datang.

    Jika seseorang mengalami luka batin karena suatu peristiwa masa lampau, ia dapat menggunakan imaginasinya untuk masuk ke dalam dunia roh dan menyelesaikan masalahnya. Anda dapat meminta Tuhan Yesus menyatakan kehadiranNya dalam masalah anda tersebut. Ingat bahwa perjumpaan roh anda dengan Yesus selalu memberikan kesembuhan. Ketika peristiwa itu terjadi, anda memang tidak melihat kehadiran Yesus, tetapi anda mengerti bahwa Ia hadir (karena KehadiranNya mencakup tiap titik dalam alam semesta). Anda dapat meminta agar sekarang, ketika anda berdoa untuk inner healing, Yesus menyatakan kehadiranNya dalam imaginasi anda sehingga anda tahu apa yang sebenarnya dilakukanNya pada saat peristiwa itu terjadi.

    Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. (Mat 5:8)

    Pengertian kata 'suci' dalam ayat ini adalah:

    pure = Murni, tidak ada campuran lain, tak ternoda, jernih, bening dan tembus pandang.
    Orang yang menyimpan kesalahan orang lain tidak suci hatinya. Dalam pelayanan kesembuhan batin, seringkali seseorang tidak dapat melihat Yesus dalam imaginasinya karena ia masih menyimpan kesalahan orang lain, membenci, sakit hati, kesal, marah dan lain-lain kepada orang lain dan dengan demikian hatinya tidak murni. Pemberesan masalah, pendamaian dan pengampunan menyucikan hati orang itu sehingga ia dapat melihat Yesus.

    I Yoh 4:19-21 :

    Mengasihi Allah dan membenci sesama tidak bisa berjalan bersama. Hubungan anda dan sesama mewarnai hubungan anda dengan Allah. Amsal 20:20 : Siapa mengutuki ayah atau ibunya, pelitanya akan padam pada waktu gelap.

    Pelita dalam jiwa akan padam jika seseorang mengutuki orang tua. Ia menjadi seorang yang tidak dapat melihat terang dalam imaginasinya.

    Akibat-akibat luka batin:

  • Kecenderungan menutup diri/mengucilkan diri.
  • Imaginasi yang lemah, sukar membayangkan peristiwa-peristiwa yang terjadi apalagi membayangkan kehadiran Yesus. Sukar melihat dengan mata rohani.
  • Sukar tumbuh secara rohani, sukar memasuki pengalaman rohani.
  • Pertumbuhan rohani yang lambat, sukar maju.

  • Kesembuhan batin membawa seseorang hidup dalam sukacita. Jika semula ia tidak dapat menahan diri sendiri, maka setelah batinnya sembuh ia akan menerima dirinya karena ia sadar bahwa Allah menerima dirinya apa adanya. Kemuliaan bagi Allah Bapa, Tuhan Yesus dan Roh Kudus yang mengasihi kita dan memberikan kesembuhan itu bagi anak-anakNya.


    XIII.5 Penghapus memori

    Cara yang lebih cepat untuk menyembuhkan keadaan memori seseorang yang berisi rekaman-rekaman yang amat buruk adalah dengan jalan "menghapus"nya dengan mengusir rekaman-rekaman buruk itu dengan nama Yesus.

    Kita tahu bahwa orang dapat melihat dalam imaginasinya karena ia sebenarnya melihat roh-roh bergerak dalam imaginasi itu. Roh-roh yang berasal dari peristiwa buruk itu terekam dalam sel-sel memorinya. Roh-roh itu tetap tinggal dalam memori sampai hari kiamat kelak. Kecuali kalau roh-roh itu diusir dalam nama Yesus. Semua roh-roh dalam bentuk apapun dan pada tingkat apapun harus tunduk kepada nama Yesus.

  • Mark 6:7 : He gave them power over the unclean spirits.
  • Banyak roh-roh dunia ini yang nampaknya baik tapi menurut firman Allah adalah "unclean".

    Komentar