Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Bagaimana Caranya Mengembalikan "Kasih yang Mula-Mula"

Edisi C3I: edisi 357 - Berkomitmen untuk Hidup dalam Kasih Tuhan

Tanya:

Saya sudah lama lahir baru, tetapi dalam masa itu, saya banyak mengalami jatuh bangun dalam iman. Saya pernah jatuh cukup lama dan sama sekali tidak memedulikan Tuhan. Saat ini, saya ingin lagi dekat dengan Tuhan, tetapi yang saya rasakan terkadang hampa dan kadang rasanya Tuhan jauh dari saya walaupun saya sudah berdoa. Hati saya seperti tidak ada lagi "kasih mula-mula" seperti saat pertama saya menerima Yesus sebagai Juru Selamat. Bagaimana caranya untuk mengembalikan "kasih yang mula-mula"?

Jawab:

"Kasih mula-mula" memang luar biasa. Ada perasaan yang ikut meledak-ledak dalam diri kita saat kita mengerti bahwa diri kita telah diterima, ditebus, dan diselamatkan oleh Kristus. Hidup kita diubahkan sehingga memiliki kerinduan untuk mencari Tuhan dan menceritakan perbuatan-Nya yang ajaib pada semua orang yang kita temui. Kita menjadi seperti bayi-bayi yang terus-menerus haus dan menginginkan air susu ibu yang murni. Ada banyak berkat rohani yang kita rasakan mengalir dalam hidup kita.

Yang sering kali menjadi masalah bagi orang Kristen dalam hubungan mereka dengan Tuhan ialah saat perasaan itu seakan-akan mulai menghilang. Ada kesadaran bahwa mendekatkan diri kepada Tuhan menjadi tidak lagi mudah, harus diusahakan, dan perlu kerja keras. Sebagaimana layaknya bayi yang bertumbuh menjadi anak, ia sekarang harus belajar makan sendiri, tidak lagi minta disuapi. Ia juga menjadi semakin rewel soal makanan apa yang dipilih. Tuhan terkadang memakai ini sebagai proses pertumbuhan kita. Dalam kehidupan rohani pun ada kecenderungan seperti itu. Tuhan sepertinya tidak lagi hadir dengan sendirinya, harus dicari, tetapi rasanya seakan tak berdaya untuk membawa diri mendekat kepada Tuhan. Jika pada saat-saat seperti ini kita undur dari Tuhan, keadaan menjadi semakin sulit untuk kembali kepada Tuhan.

Namun, bukan berarti Tuhan benar-benar jauh dari kita. Ia sebenarnya selalu dekat dengan kita, bahkan Ia menginginkan kita kembali kepada-Nya. Perasaan sulit untuk kembali kepada Tuhan sebenarnya karena ada yang menghalangi antara kita dengan Tuhan, yaitu dosa-dosa kita. Namun, jika kita datang kepada Tuhan dan memohon ampun akan dosa-dosa yang kita lakukan, serta berjanji untuk tidak lagi undur dari Tuhan, maka Ia setia, dan Ia akan mengampuni serta mengembalikan hubungan kita dengan Tuhan. Nah, jika Tuhan telah mengampuni kita, kita pun harus bersedia untuk mengampuni diri sendiri. Apakah sudah Anda lakukan?

Jadi, tidak ada cara yang lebih ampuh untuk membuat kita bisa kembali mengalami hadirat dan kasih-Nya, selain kita terus datang dengan setia kepada-Nya. Melihat ketulusan dan kesetiaan kita mencari Pribadi-Nya dalam doa, maka Ia tidak akan tega membiarkan kita karena Ia sangat mengasihi kita. Tahukah Anda bahwa saat kita merasa berat untuk berdoa, justru sebenarnya adalah saat kita perlu dan harus berdoa? Tuhan jauh terlebih rindu kepada kita dibandingkan kerinduan kita kepada-Nya. Karena itu, janganlah putus asa. Awalilah dengan jam doa yang teratur, perenungan Alkitab yang rutin, dan bergabung dengan kelompok anak-anak Tuhan yang bisa mendorong Anda dalam iman. Janganlah tergoda dengan bujukan Iblis, lawanlah dia dengan kekuatan yang dari Tuhan. Selamat berjuang. (Sil)

Diambil dan disunting dari:

Nama situs : C3I
Alamat URL : http://c3i.sabda.org/
Penulis : Tim Konselor YLSA
Tanggal akses : 5 Desember 2014

Komentar