Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Bagaimana Kita Seharusnya Merayakan Natal?

Edisi C3I: Edisi 323 - Sukacita Natal Bagi Gembala

Jika Anda bukan orang Kristen, cara terbaik untuk merayakan Natal adalah dengan menjadi seorang Kristen -- percaya kepada Yesus. Undanglah Dia untuk masuk ke hati Anda, lalu putuskanlah untuk mengikuti Dia dan menjadi murid-Nya. Namun, bagaimana jika Anda sudah menjadi seorang Kristen? Mungkin Anda sudah percaya kepada Yesus. Lalu, bagaimana Anda seharusnya merayakan Natal?

Cerita tentang Maria, para gembala, dan para malaikat memberikan beberapa petunjuk kepada kita.

Pertama adalah para gembala. "Memberitakan kepada dunia apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu." (Lukas 2:17) Ini berarti mereka menjadi saksi Yesus. Kenyataan bahwa Tuhan memakai mereka untuk memberitakan pesan surgawi tentulah membuat mereka terpesona. Pada permulaan abad, para gembala adalah golongan yang dianggap hina di Palestina. Sifat pekerjaan mereka membuat mereka jauh dari menyelidiki hukum keagamaan, yang sangat penting bagi para rohaniwan. Gembala juga dianggap tidak dapat dipercaya, dan bahkan tidak diperkenankan untuk memberi kesaksian di pengadilan.

Namun, para malaikat datang kepada para gembala dengan sebuah pesan agung bahwa Kristus Tuhan -- Juru Selamat dunia -- telah dilahirkan di kota Daud. Dan, tanpa memedulikan pendapat orang mengenai mereka, para gembala menyadari bahwa banyak orang terhilang yang perlu mendengar pesan agung itu. Hal itu berlaku hingga saat ini. Yesus adalah Juru Selamat dunia. Dan, banyak orang akan tetap terhilang tanpa diri-Nya.

Kedua, orang-orang yang mendengar berita tersebut "heran tentang apa yang dikatakan para gembala itu kepada mereka" (ayat 18). Orang-orang zaman sekarang jarang merasa terheran-heran tentang apa pun, namun sulit untuk melihat bagaimana seseorang dapat memahami makna Natal tanpa merasa keheranan. Natal adalah kisah tentang Allah yang menjelma menjadi manusia seperti kita, dalam rangka menyelamatkan kita dari segala dosa kita. Kebenaran ini sangat ajaib untuk dipercaya oleh setiap orang, bahkan para gembala!

Namun, tidakkah Anda merasa takjub bila berpikir tentang apa yang telah Allah lakukan bagi kita? Ya, ada banyak hal dari peristiwa reinkarnasi Allah yang menjadi manusia, yang tidak dapat kita pahami, namun sekalipun kita dapat memahami setiap hal dalam peristiwa tersebut, kita akan tetap takjub olehnya.

Ketiga, Maria "menyimpan semua perkara ini dalam hatinya dan merenungkannya" (ayat 19). Apa yang dilakukan Maria kemudian lebih mengherankan lagi, walaupun ia merasa terkejut akan hal itu. Wanita mengagumkan ini berusaha untuk mengingat semua yang terjadi padanya saat itu, dan kemudian berusaha memahami arti dari semua peristiwa tersebut. Karena itu, ia mengambil waktu untuk memikirkan hal-hal rohani, seperti yang seharusnya kita lakukan. Natal merupakan waktu yang sangat sibuk. Namun, waktu kita akan terbuang dengan percuma jika kita membiarkan kesibukan Natal menghalangi kita untuk membaca kisah Natal terus-menerus, serta merenungkan maknanya.

Keempat, para gembala "kembali memuji dan memuliakan nama Tuhan karena segala sesuatu yang mereka dengar dan lihat" (ayat 20). Ini artinya, mereka tidak hanya memberitakan kepada orang lain tentang kelahiran Yesus. Mereka juga berbicara kepada Allah, memuji Dia atas karya-Nya. Mereka memandang kelahiran Yesus sebagai sesuatu yang telah Allah lakukan dan mereka ingin berterima kasih untuk hal itu.

Sekadar saran, jika Anda ingin merayakan Natal seperti Maria dan para gembala, jangan memulai dari ayat 17, yang mengatakan kepada kita untuk memberitakan kepada orang lain tentang Yesus. Mulailah dari ayat 18-20, yang menyatakan kepada kita untuk merasa kagum atas kelahiran Yesus, untuk merenungkan maknanya, dan memuji Allah karena hal itu. Pujilah Tuhan karena telah mengirimkan Yesus. Renungkan mengapa Yesus datang ke dunia pada malam yang dingin itu berabad-abad yang lalu. Dan, kagumilah hal itu karena kelahiran, kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya, Anda tidak mengalami penghukuman Allah akibat dosa- dosa Anda, namun malah diselamatkan dari segala dosa yang telah Anda perbuat. (t/Okti)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : OChristian.com
Alamat URL : http://articles.ochristian.com/article17750.shtml
Judul asli artikel : How Should We Celebrate Christmas?
Penulis : James Montgomery BoiceJ
Tanggal akses : 30 Oktober 2012

Komentar