Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Bagaimana Seharusnya Sikap Orang Kristen terhadap Homoseksualitas?

Saya percaya bahwa kewajiban kita adalah membenci dosa tetapi mengasihi orang yang berdosa. Manusia, baik laki-laki maupun perempuan, yang mengalami hasrat homoseksual belum menemukan jalan hidup mereka; hal itu terjadi karena sebab-sebab yang tidak dapat mereka ingat maupun jelaskan. Beberapa orang pernah menjadi korban pengalaman seksual traumatik pada usia dini oleh orang-orang dewasa yang mengeksploitasi mereka. Saya ingat seorang remaja homoseksual bercerita tentang ayahnya yang pemabuk memaksanya untuk tidur dengan ibunya setelah pesta malam Tahun Baru yang liar. Kejijikannya terhadap persetubuhan heteroseksual pun menjadi mudah ditelusuri. Orang-orang seperti ini membutuhkan penerimaan dan kasih dari komunitas Kristen, sementara mereka bergumul untuk mengarahkan kembali dorongan seksual mereka.

Di sisi lain, saya tidak dapat membenarkan pandangan kaum revisionis tentang Alkitab yang menafsirkan homoseksualitas hanya sebagai gaya hidup alternatif bagi orang Kristen. Para penulis Alkitab yang diilhami Roh Kudus tidak akan merujuk homoseksualitas dengan rasa jijik semacam itu, jika homoseksualitas bukan perbuatan yang jahat di mata Allah. Kapan saja penyimpangan ini disebut dalam Perjanjian Baru, homoseksualitas tetap dimasukkan dalam daftar dosa dan perbuatan jahat yang sangat keji. Sebagai contoh, Paulus menulis dalam 1 Korintus 6:9-10:

"Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah." (TB)

Roma 1:26-27 menggambarkan sikap Allah terhadap homoseksualitas dalam kata-kata yang serupa dan tak diragukan lagi:

"Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka." (TB)
(t/Dicky)

Diterjemahkan dari:

Judul asli buku : Dr. Dobson Answers Your Questions
Judul asli artikel : What should be the Christian's attitude toward homosexuality?
Penulis : Dr. James C. Dobson
Penerbit : Christian Life Publishers, Illinois 1985
Halaman : 452

Komentar