Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Bagian A: Ajaran Sesat

Ajaran Sesat
Latar Belakang

Rasul Yohanes menulis dalam surat kirimannya yang kedua, "Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak." (2Yoh 1:9)

Alkitab memperingatkan kita tentang nabi-nabi dan guru-guru palsu "yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas." (Mat 7:15). Kadang-kadang sulit kita membedakan seorang nabi palsu . . . Yesus berbicara tentang " . . . Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu . . . mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga." (Mat 24:24)

Prinsip utama yang mendasari taktis Iblis ialah penipuan. Dia adalah penyamar yang ahli dan cerdik. Penipuannya dimulai di taman Eden dan berlangsung terus sampai hari ini . . . Dia menerobos ke sekolah-sekolah teologia bahkan ke mimbar. Banyak kali dia menerobos gereja di balik perbendaharaan kata yang ortodoks, sambil mengosongkan istilah-istilah Alkitab dari arti Alkitabiah seharusnya.

Apakah yang dimaksud dengan ajaran sesat? Ajaran sesat ialah ajaran yang bertentangan dengan ajaran-ajaran dasar Firman Tuhan, seperti Tritunggal, kelahiran Yesus dari perawan Maria, penebusan melalui kematian Kristus, kebangkitan-Nya secara jasmani dan kedatangan-Nya kedua kali, keselamatan oleh kasih karunia melalui iman dalam Yesus Kristus, kebangkitan tubuh semua orang beriman dan kenyataan surga serta penghukuman kekal atas mereka yang menolak Kristus, dan sebagainya.

Latar Belakang
Ayat Alkitab
Strategi Bimbingan
Untuk yang Bukan Kristen:
  1. Hargai orang tersebut atas kesediaannya mengungkapkan pemikirannya dengan sasaran mendapatkan kebenaran. Nyatakan padanya bahwa Allah tidak bingung, Alkitab jelas dan anda berharap dapat menolongnya melalui pembicaraan bersama itu.
  2. Jika sesudah beberapa saat nampak adanya kesulitan pada yang bersangkutan untuk menerima pengajaran Alkitab yang benar, itu mungkin karena dia belum pernah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya pribadi. Jelaskan kepadanya bahwa keputusan tersebut menentukan pengertiannya akan Alkitab. (Lihat 1Kor 2:14 dan 2Kor 4:4).

    Jelaskan "Damai dengan Allah", minta dia untuk menerima Kristus.

  3. Segera sesudah itu, jelaskan langkah-langkah tindak lanjut berikut:
    1. Desak dia untuk mulai membaca dan mempelajari Firman Allah. Mulailah dengan Hidup dalam Kristus dan Injil Yohanes. Dia perlu memusatkan perhatiannya menyelesaikan Injil Yohanes dan pelajaran-pelajaran dalam buku Hidup dalam Kristus .
    2. Jika dia terpengaruh atau terlibat dalam suatu aliran bidat tertentu, dia harus didesak untuk segera memutuskan segala bentuk hubungan dengan kelompok tersebut. Sebagai gantinya, dia harus melibatkan diri ke dalam suatu gereja yang mementingkan Firman Tuhan, yang di dalamnya dia dapat memperoleh persekutuan dengan Kristen sejati, beribadah bersama, mempelajari Alkitab dan berdoa bersama.
  4. Berdoalah dengannya agar dia mengenal pikiran Kristus dalam segala pertanyaan di sekitar Firman Allah.
Untuk yang Kristen:

Tidak jarang, orang yang mengaku diri Kristen terpengaruh oleh ajaran sesat.

  1. Jangan menyakiti hatinya dengan mengatakan kepada orang tersebut bahwa dia bersalah dan sudah tertipu. Ingat bahwa Iblis sering menyamar menjadi "malaikat terang" (2Kor 11:14). Jangan mulai dengan menganjurkan dia untuk meninggalkan kelompok bidat tersebut.
  2. Sambil percaya pada Roh Kudus yang memimpin anda, lihat keterangan tambahan tentang masalah ini dalam topik-topik seperti
    BIDAT,
    ALKITAB,
    TRITUNGGAL,
    SURGA,
    NERAKA,
    PENGHAKIMAN dan bagian penjelasan doktrin lainnya. Gunakan pengetahuan anda tentang Alkitab dan pengalaman anda membimbing.
  3. Minta agar dia menulis penjelasan dan ayat-Ayat Alkitab yang anda berikan, untuk dipelajarinya lagi kelak. Tawarkan buku Hidup dalam Kristus yang akan membantunya mempelajari Alkitab.
  4. Akhirnya, berdoalah dengannya agar Allah membuka pikirannya untuk mengenal kehendak Allah bagi hidupnya sambil dia berusaha mengenal Alkitab.
  5. Jika sampai di sini, orang tersebut meminta atau mengumpulkan sebuah gereja, anda bebas mengusulkan gereja yang di dalamnya Firman Tuhan diajarkan dan diberitakan, yang di dalamnya dia dapat bersekutu. Kemudian percayakan dia pada Roh Kudus yang akan memimpin dia ke tempat yang tepat. Jangan dulu mengusulkan suatu aliran atau gereja tertentu, sebelum dia meminta keterangan tentang itu.
Latar Belakang
Strategi Bimbingan
Ayat Alkitab

"Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu." (2Tim 2:15)

"Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia." (1Yoh 4:1-3)

"Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. Sebab dalam Dialah turut berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan keAllahan." (Kol 2:8,9)

"Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut." (Ams 16:25)

"Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka." (1Tim 4:1,2)

.

Komentar