Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Bagian A: Alkitab

Alkitab
Latar Belakang

Sementara orang Kristen yang kurang pengertian atau mereka yang ragu secara jujur, mempertanyakan wibawa Alkitab. Kita akan ditantang oleh mereka yang mengajarkan bahwa Alkitab tidak lebih dari kumpulan mitos dan penuh kesalahan. Tiga ciri menandai hampir semua orang yang sulit menerima wibawa Alkitab.

  • Mereka jarang, kalau bukan tidak pernah, membaca Alkitab.
  • Mereka mendekati Alkitab dengan beberapa prasangka dan praanggapan yang mereka dapat dari para pengritik Alkitab dan tulisan-tulisan mereka.
  • Mereka tidak memiliki hubungan dengan "Sang Penulis". Tetapi, dapatkah kita mempercayai Alkitab? Dapat!
Kutipan
"Dulu sekali, aku berketetapan menerima Alkitab dengan iman. Ini tidak sulit dilakukan oleh siapa pun. Kebanyakan kita tidak mengerti tentang pemecahan nuklir, tetapi kita menerimanya. Aku tidak mengerti proses bekerja televisi, namun kuterima. Aku tidak mengerti seluk beluk radio, namun khotbah-khotbahku dipancarkan melaluinya dan aku menerima kenyataan itu. Mengapa demikian mudah kita menerima mujizat-mujizat buatan manusia tadi, tetapi sedemikian sulit menerima mujizat-mujizat dalam Alkitab?"
KutipanSelesai
Berdasarkan wibawa apakah kita mempercayai Alkitab?
  1. Alkitab sendiri menegaskan dirinya sebagai Firman Allah. "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik" (2Tim 3:16,17).

    "Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah." (2Pet 1:20,21).

  2. Yesus dan para rasul mengakui keasliannya, dengan berulang kali mengutipnya dalam tulisan-tulisan dan pelayanan-pelayanan mereka. Misalnya, penegasan Yesus berikut: "Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi." (Mat 5:18). Juga Petrus mengutip ucapan Daud untuk menyokong kebenaran kebangkitan Yesus Kristus. (Lihat Kis 2:29-36).

    Gereja segala zaman telah mengakui dan menggunakan Alkitab sebagai tulisan yang diilhami Allah yang menyatakan tentang Diri dan kehendak-Nya kepada kita. Bapak-bapak gereja mulai dari abad pertama, seringkali memuat kutipan-kutipan Alkitab dalam tulisan-tulisan mereka. Alkitab selalu menjadi ukuran utama dari iman dan tindakan Gereja yang sejati.

  3. Sejarah dan Arkeologi bersama mengokohkan ketepatan Alkitab. Laporan sejarahnya jelas dan tak tersangkal. Banyak tempat yang disebut dalam Alkitab, sampai hari ini masih dapat dikenali. Ratusan penemuan arkeologis telah menyingkapkan banyak bukti kuat yang menyokong tuntutan Alkitab bahwa Alkitab dapat dipercaya. Naskah-naskah Alkitab kuno sampai hari ini masih disimpan. Kita menyebut tiga:

    Naskah Laut Mati yang berisikan baik bagian atau pun naskah lengkap kitab-kitab Perjanjian Lama, kecuali Kitab Ester Sebagian dari naskah-naskah ini berasal dari abad kedua atau ketiga sebelum Kristus.

    Septuaginta (terjemahan Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani) dari 250 sebelum Kristus.

    Codex Sinaiticus ditemukan dalam sebuah biara tua di kaki Gunung Sinai, berasal dari abad-abad permulaan Kekristenan.

    Semua naskah ini dan banyak lagi lainnya, dapat diteliti.

  4. Nubuat-nubuat yang digenapi menyaksikan ketepatan Alkitab. Sedikit contoh dari hidup Yesus, melukiskan kebenaran ini.

    Dia akan dilahirkan dari seorang perawan: Yes 7:14 dan Luk 2:26-35
    Dia akan dilahirkan di Betlehem: Mi 5:2 dan Luk 2:4-7
    Dia akan hidup tanpa dosa: Yes 53:9 dan 2Kor 5:21
    Dia akan dibunuh (disalibkan): Yes 53:5,7 dan Mat 27:35
    Di salib Dia akan berteriak, "Bapaku, Bapa-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?": Mazm 22:2 dan Mat 27:46

  5. Kesatuan dan kepaduan Alkitab menyatakan kebenarannya. Ini menunjuk pada satu pengarang yaitu Roh Kudus, di balik sedemikian banyak penulis manusia yang berbeda-beda. Alkitab bukan sekedar-kumpulan kacau dari banyak tokoh, tempat dan kejadian. Ia memiliki kesinambungan yang mengherankan, sebagaimana sekian banyak fakta dan berita Alkitab berjalin erat, menyatakan Putra Allah, Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus dan keterlibatan-Nya dalam penebusan dan pemulihan manusia. Satu Buku, Satu Pokok Pikiran -- Yesus Kristus!
  6. Alkitab diteguhkan oleh kuasanya merubah kehidupan. Beritanya yang meledak dalam sejarah manusia zaman Perjanjian Baru telah menjungkirbalikkan dunia (Kis 17:6). Ada kuasa dalam pesan Firman Allah. Dari zaman rasul Paulus sampai kini, kuasa Injil telah merubah banyak kehidupan. Bangsa dan Kebudayaan yang dimasuki oleh Injil mengalami akibat positif meningkatnya: hak azasi manusia, perlakuan terhadap anak dan wanita, kemajuan pelayanan medis, kebebasan dari perbudakan, dan lain sebagainya. Alkitab adalah satu-satunya buku yang memberi jawab bagi pertanyaan hakiki hidup manusia: Siapakah aku? Dari mana aku berasal? Mengapa aku di sini? Ke mana aku menuju? Apa maksud keberadaan?

Latar Belakang
Ayat Alkitab
Strategi Bimbingan
Jangan mendebat! Jika yang anda layani cukup terbuka untuk mendengar, jelaskan sebanyak yang anda mampu dari Latar Belakang.
  1. Penerimaan Alkitab oleh seseorang bertalian langsung dengan kesediaannya untuk menerima Sang Penulis sejati. Pada suatu kesempatan tertentu yang tepat dalam percakapan tersebut, tanyakan apakah dia pernah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Jelaskan Damai dengan Allah di 17750.
  2. Anjurkan dia untuk membeli sebuah Alkitab terjemahan baru yang dapat dibaca dan dipelajarinya. Bila ia mendatangi Alkitab dengan pikiran terbuka sambil meminta Allah menyatakan Diri, kehendak dan maksud kekal-Nya, akan membuatnya menerima pengalaman yang bermanfaat. Tawarkan dia untuk mulai menelaah Alkitab melalui Hidup dalam Kristus 17453.
  3. Anjurkan dia melibatkan diri dalam ibadah, penelaahan Alkitab dan persekutuan di gereja tertentu yang mementingkan Alkitab.
  4. Berdoalah dengannya agar dia memperoleh terang rohani agar dapat beriman dan menemukan makna hidup melalui kuasa Firman. "Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya." (Kis 20:32).
Usul-usul Tambahan:
  1. Jika orang yang anda layani mengaku bahwa dia belum banyak mengenal Alkitab, tantang dia untuk segera memulainya. Seperti halnya memulai hal-hal lain, dia harus memulai dengan sikap tulus dan memberi kesempatan bagi pemikirannya. Anjurkan dia memulai dengan Injil Lukas, kemudian Kisah para Rasul, lalu kitab-kitab lain yang disukainya.
  2. Beberapa jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan yang mungkin dilontarkan:
    1. Alkitab berkata bahwa hidup manusia di bumi ini dimulai sekitar 6000 tahun yang lalu.

      Jawab: Tidak ada bagian Alkitab yang menyatakan bahwa hidup manusia baru berusia 6000 tahun. Kekeliruan ini mungkin disebabkan oleh kronologi Bishop Ussher yang disusunnya di tahun 160 0. Alkitab tidak pernah mengajar lama hidup manusia sudah 6.000 atau 6 0.000 atau 60 0.000 tahun. Yang dikatakannya, ialah: "Pada mulanya Allah menciptakan langit, dan bumi." (Kej 1:1).

    2. Alkitab penuh dengan kesalahan.

      Jawab: Untuk menguji pengetahuannya tentang sangkalan tadi, tanyakan padanya, "Kesalahan-kesalahan apa?" Jika dia menunjuk pada soal penciptaan, bahtera Nuh, hari yang memanjang di zaman Yosua, ikan Yunus, kelahiran dari Perawan, dan sebagainya, jelaskan kepadanya bahwa kita tidak dapat sepenuhnya menjelaskan hal-hal tadi, walaupun kita percaya bahwa hal-hal tadi terjadi dalam sejarah. Kita tidak perlu membela. Allah telah bersabda. Alkitab menuntut kita memakai iman! Lihat boks dalam Latar Belakang. Paulus, ketika menulisi mereka yang memiliki masalah terhadap Alkitab, menulis: "Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani." (1Kor 2:14).

    3. Aku sulit mempercayai Alkitab, atau aku tak dapat mengertinya.

      Jawab: Anjurkan dia membeli sebuah Alkitab terjemahan baru dan mencobanya kembali. Mungkin "bukan ketidak-mengertianku tentang Alkitab yang merintangi, tetapi pengertianku sendiri, yang merintangiku mengerti Alkitab."

      Jika orang tersebut nampak tulus akan keraguannya, anjurkan dia berdoa seperti yang dianjurkan dalam buku Karya Kristus bagi Kita oleh John Stott: "Allah, jika engkau ada (aku tidak jelas tentang itu) dan jika Kau dapat mendengar doa ini (aku tidak yakin tentang itu), aku ingin Kau tahu bahwa aku sedang mencari kebenaran dengan tulus. Tunjukkan kepadaku, jika Yesus benar Putra-Mu dan Juruselamat dunia ini. Dan jika Kau meyakinkan hati dan pikiranku, aku akan mempercayai Dia sebagai Juruselamatku dan mengikuti Dia sebagai Tuhanku."

      Atau sikap D.L. Moody berikut dapat diteladani:

      "Aku berdoa meminta iman. Pikirku, suatu hari kelak, iman akan datang seperti kilat, menyentuhku. Tetapi, iman tidak pernah muncul! Suatu hari, aku membaca Roma 10:17. 'Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.' Dulu kututup Alkitabku dan meminta agar diberikan iman. Kini kubuka Alkitabku. mempelajarinya dan sejak itu imanku bertumbuh terus."

Latar Belakang
Strategi Bimbingan
Ayat Alkitab

"Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita." (Ibr 4:12)

"Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi -- dan memang sungguh-sungguh demikian -- sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya." (1Tes 2:13)

"Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci." (Rom 15:4)

"Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat." (Wahy 1:3)

"Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya." (Ibr 2:4)

2Timotius 3:16,17
2Petrus 1:20,21
Kisah 20:32

Komentar