Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Bagian B: Kehilangan Pekerjaan

Kehilangan Pekerjaan
Latar Belakang

Kita perlu peka akan trauma yang dihadapi seseorang yang kehilangan pekerjaannya, gagal mencari yang baru, bon-bon hutangnya menumpuk dan surat-surat gadainya sudah lewat waktu. Orang sedemikian kehilangan harga diri, mengalami kecut hati, frustrasi dan depresi. Dari beberapa penyelidikan diketahui adanya kaitan erat antara masalah pengangguran dengan akibat-akibat negatif berikut:

-- bertambahnya jumlah orang yang harus dirawat di rumah sakit jiwa;
-- bertambahnya jumlah orang bunuh diri;
-- bertambahnya tindak kekejaman sampai pada pembunuhan;
-- bertambahnya kejahatan dan pemenjaraan;
-- bertambahnya jumlah kematian karena serangan jantung, sakit liver dan penyakit-penyakit akibat stress lainnya;
-- bertambahnya kasus penyiksaan anak.
Latar Belakang
Ayat Alkitab
Strategi Bimbingan
  1. Kuatkan hatinya dan katakan bahwa anda senang dapat melayani dia, dan bahwa anda memperhatikan dia.
  2. Ingatkan dia bahwa dia tidak sendirian, tetapi banyak orang mengalami kesulitan yang sama. Kehilangan pekerjaan bukan hal luar biasa. Dengan mengerti ini, dia tidak perlu lagi merasa bahwa hanya dia seorang mengalami kemalangan itu.
  3. Katakan padanya bahwa dia tidak perlu merasa hilang harga diri. Tidak perlu merasa hilang hormat diri dan merasa diri tidak berarti.
  4. Nasihatkan dia untuk berkeyakinan dan tidak panik, sebab Allah tahu, mengasihi dan memelihara. Dia harus belajar mempercayai Tuhan.
  5. Anjurkan dia untuk berdoa meminta Allah menolong masalah keuangannya, mencukupi kebutuhan keluarganya dan membuka kesempatan kerja baru.
  6. Usulkan dia untuk menceritakan masalahnya kepada sahabat-sahabat Kristennya yang juga akan berdoa, dan kepada pendeta yang bersimpati yang mungkin bisa menawarkan bantuan mencarikan pekerjaan. (Gereja-gereja tertentu memiliki saluran khusus untuk membantu pencarian lowongan kerja anggotanya).
  7. Nasihatkan dia untuk tidak melampiaskan frustrasinya pada istri/ suami dan anak-anaknya. Semua akan mendukungnya dalam situasi darurat itu. Semua ikut menanggung, dan krisis tadi sebenarnya dapat mempererat suasana kekeluargaan mereka. Mereka perlu merasakan manfaat berdoa bersama sebagai suatu keluarga.
  8. Perkenalkan orang yang anda layani kepada Yesus Kristus, sebagai Tuhan dan Juruselamat, jika dalam percakapan nampak bahwa dia belum mengenal Dia. Jelaskan "Damai dengan Allah", .
Latar Belakang
Strategi Bimbingan
Ayat Alkitab

"Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti." (Mazm 37:25)

"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepada-Ku. Allahku akan memenuhi segala keperluanku menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus." (Fili 4:13,19)

"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus." (Fili 4:6,7)

Kata/Topik:
KEMAKMURAN ORANG FASIK
Strategi Bimbingan
Ayat Alkitab
Latar Belakang

Lebih dari 3.000 tahun yang lampau, seorang pemazmur Israel pergi ke Bait Allah, sangat terganggu oleh kenyataan bahwa orang fasik memiliki hidup yang berhasil, bebas dari masalah, sombong, bersikap masa bodoh dan memiliki kuasa. Kalau begitu, untuk apa aku berusaha menjadi orang benar, tanya Asaf. Apa perlunya aku memelihara hatiku murni? Rupanya percuma saja semua itu, bila nyatanya mereka berhasil padahal aku tidak. Yang Asaf pelajari di Bait Allah menyatakan bagaimana apa yang nampak di luar seringkali menipu dan bahwa Allah menyediakan yang terbaik bagi mereka yang setia kepada-Nya. Dia selalu ada di pihak orang yang dimiliki-Nya dan merupakan kekuatan untuk masa kini dan bagian kemuliaan di masa depan. Si fasik yang makmur sudah mendapat pahalanya sendiri, pada masa hidupnya kini, tetapi mereka akan binasa dalam ketidaksetiaan mereka. (Lihat Mazm 73:1-28).

Sebagian orang Kristen bertanya-tanya tentang kemakmuran dan keberhasilan orang Bukan Kristen dalam hidup ini, sementara mereka sendiri bergumul untuk bertahan dengan yang sedikit.

Latar Belakang
Ayat Alkitab
Strategi Bimbingan

Sesudah mendengarkan dengan sabar keluhan-keluhannya tentang masalah ini, nyatakan ketertarikan dan keprihatinan anda kepadanya. Masalah ini adalah salah satu yang sangat mengganggu umat Tuhan. Katakan bahwa anda senang membantunya sebisa mungkin dan berharap bahwa melaluinya dia dapat dikuatkan. Minta dia mempertimbangkan beberapa hal berikut:

  1. Keberhasilan tidak harus menjadi tanda berkat Tuhan. Seringkali kekayaan didapat secara salah dan harta ditimbun atas korban orang lain. Tentu saja, banyak orang Kristen kaya yang sepenuhnya mengikut Kristus dan mendapatkan harta mereka yang merupakan berkat Tuhan. Dengan gembira mereka menyokong pekerjaan Tuhan sebagai penatalayan yang setia sementara orang fasik kaya tadi "menikmati kesenangan dari dosa." (Ibr 11:25).
  2. Orang yang anda layani tidak mempertanggungjawabkan kelebihan-kelebihan si kaya kepada Allah, maka dia tidak perlu memikul tanggung jawab berlebih. Allah akan mengurus mereka sendiri pada saat dan cara-Nya sendiri. Ingat, Allah mencatat, baik hidup mereka maupun kita!
  3. Nasihati dia untuk mengelak sikap iri atau getir atau menginginkan apa yang dipunyai orang lain. Dia tidak perlu membenamkan diri dalam sikap sayang diri. Semuanya ini tidak memperkenan Allah dan akan menghancurkan kehidupan rohani seseorang. Ingatkan bahwa sebagian besar orang Kristen di dunia ini, terutama di negara-negara yang sedang berkembang, hidup dalam kemiskinan. Jika yang bersangkutan miskin, dia tidak sendirian. Di Alkitab dijelaskan bahwa Allah memilih yang miskin dari dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman (lihat Yak 2:5).
  4. Dia harus menilai orang kaya secara obyektif. Mengapa mereka memiliki sedemikian banyak harta? Karena mereka berpendidikan lebih baik atau memiliki kemampuan-kemampuan khusus? Sudahkah mereka memakai kesempatan-kesempatan yang ada dengan lebih baik? Apakah mereka mendapat warisan harta? Pastikan bahwa dia tidak menghakimi semua orang kaya, mendapatkan harta mereka dengan cara tidak benar atau mengorbankan orang lain.
  5. Desak dia untuk memperbarul tekad setianya pada Allah, bulat hati mengasihi dan melayani Dia, apa pun resikonya. Ayub berkata, "walaupun Dia membunuh aku, aku akan tetap percaya pada-Nya" (Ayub 13:15 -- terjemahan bebas). Kita harus berusaha untuk kaya dalam iman; yang menyukakan Allah bukan kekayaan tetapi iman. "Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah, sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia." (Ibr 11:6).
  6. Anjurkan dia untuk mempercayakan segala kebutuhannya kepada Allah dalam doa, dan percaya bahwa Dia akan mencukupi. Paulus berkata, "Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku." (Fili 4:12,13).
  7. Dorong dia untuk tetap menghormati Tuhan dengan perpuluhan dan persembahannya. Ini akan membuatnya tetap berada dalam maksud-maksud kekal Allah dan memperteguh kesetiaan hatinya.
Latar Belakang
Strategi Bimbingan
Ayat Alkitab

"Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu, dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya." (1Taw 29:12)

"Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya?" (Mr 8:36)

"Jangan menjadi marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri kepada orang fasik. Karena tidak ada masa depan bagi penjahat, pelita orang fasik akan padam." (Ams 24:19,20)

"Berdiam dirilah di hadapan Tuhan dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya." (Mazm 37:7)

"Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah bergantung dari pada kekayaannya itu." (Luk 12:15)

"Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kau sediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah. Tetapi carilah kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada." (Luk 12:20,21,31,34)

Yosua 1:6-8

Komentar