Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Bagian B: Kemakmuran Orang Fasik

Kematian
Latar Belakang

Alkitab mengandung banyak ayat yang berbicara tentang kematian. Dia adalah musuh yang menakutkan: "Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut." (1Kor 15:26), tetapi ia juga adalah musuh yang sudah dikalahkan: "Maut telah ditelan dalam kemenangan." (1Kor 15:54).

Yesus Kristus sudah merubah arti kematian. Alkitab lebih dari cukup menyokong pernyataan ini.

Pada saat kematian, roh orang Kristen beriman langsung masuk ke hadirat Tuhan. Kematian jasmani adalah sekedar peralihan dari hidup di bumi bersama Kristus ke hidup di surga bersama Kristus. Kematian tidak merubah kelangsungan hubungan tersebut; ia sekedar memperkayanya.

"Diam bersama-sama dengan Kristus -- itu memang jauh lebih baik." (Fili 1:23). Rasul memastikan bahwa peralihan yang akan dilewati berlangsung cepat. "Tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka beralih dari tubuh ini untuk menatap pada Tuhan." (2Kor 5:8).

Alkitab mengajarkan bahwa kelak mereka yang meninggal di dalam Kristus, akan dibangkitkan dan pada saat itu akan mendapat tubuh kebangkitan. Sekarang kita belum tahu, akan jadi seperti apa dan bagaimana, tubuh kebangkitan tersebut, kecuali bahwa ia akan bersifat rohani, kekal dan mulia.

"Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang surgawi." (1Kor 15:49). "Akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya." (1Yoh 3:2). (lihat 1Kor 15:51-58).

"Kebangkitan yang menghancurluluhkan vonis kematian, menyediakan kemungkinan lain di luar cekaman dan kengerian maut dan membukakan pintu ke kehidupan baru."
Selesai

Pada Kedatangan Tuhan Yesus kedua kelak, orang beriman yang telah mati akan dibangkitkan dan disatukan dengan-Nya segera. "Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari surga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan." (1Tes 4:16,17).

Kita memiliki harapan melampaui kubur! "Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia." (1Kor 15:19). Pertemuan antara orang beriman yang masih hidup dengan yang sudah mati pada kedatangan Tuhan kelak, merupakan suatu pengharapan penuh berkat (Tit 2:13).

Karena itu, seharusnya seorang Kristen bisa menghadapi maut secara realistik namun penuh kemenangan. Walau tak dapat ditolak dan sering tak terduga, ia tidak boleh membuat kita terlena. Kematian tidak boleh menjadi sesuatu yang maha misterius, yang menciptakan takut dan ngeri; tetapi ia harus menjadi saat ketika kita tidak lagi "melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar." (1Kor 13:12).

Latar Belakang
Ayat Alkitab
Strategi Bimbingan
  1. Jika orang yang anda bimbing seorang Kristen, ingatlah bahwa kematian dan ditinggal mati membawa perubahan dan penyesuaian diri. Berusahalah berpengertian. "Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini." (1Tes 4:18). Sementara anda menyampaikan ayat-Ayat Alkitab dari Latar Belakang, anjurkan agar dia mencatat, menghafal dan mengkaji ulang, untuk mendapatkan tambahan kekuatan dan penghiburan. Pekalah dan bimbinglah dia pada penyerahan diri baru pada Kristus. Jika nampak ketidakpastian hubungannya dengan Kristus, jelaskan "Damai dengan Allah", .
  2. Jika dia bukan Kristen, tegaskan bahwa supaya seseorang siap menghadapi kematian, dia perlu mengambil keputusan penting yang akan menentukan nasib kekalnya. Undang dia untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya pribadi. Jelaskan "Damai dengan Allah", .
  3. Dorong dia membaca dan mempelajari Alkitab dan mengembangkan kebiasaan berdoa.
  4. Dorong dia untuk melibatkan diri dalam persekutuan, ibadah dan penelaahan Alkitab di suatu gereja yang mementingkan Firman Tuhan. Ini pun akan terus meneguhkan keyakinannya akan pengharapan mulia itu.
Latar Belakang
Strategi Bimbingan
Ayat Alkitab

"Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku." (Mazm 23:4)

"Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada." (Yoh 14:1-3)

"Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati." (Yoh 11:25)

"Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan." (Fili 1:21)

"Tetapi seperti ada tertulis: 'Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia, semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.' Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah." (1Kor 2:9,10)

Komentar