Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Bagian B: Ketaatan: Keinginan Untuk Taat

Ketaatan: Kenginan untuk Taat
Latar Belakang

Setiap orang Kristen bertanggung jawab untuk menemukan kehendak Allah untuk hidupnya dan melakukannya. Seringkali lebih mudah kita melakukan sesuatu yang bukan kehendak Allah, menyebabkan kegiatan kita menyimpang dari yang hakiki dan diganti dengan hingar-bingar tanpa nilai. Tetapi lebih baik mentaati Tuhan dari pada memberikan persembahan (lihat 1Sam 15:22). "Makanan-Ku," kata Yesus, "ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya." (Yoh 4:34).

"Hanya dengan menjalani hidup penuh ketaatan terhadap suara Roh, dengan tiap-tiap hari menyangkal diri, menyerahkan diri penuh kepada Kristus dan memelihara persekutuan tetap dengan-Nya, kita dimungkinkan untuk hidup kudus dan berpengaruh dalam dunia yang tak kenal Allah ini."
-Selesai

Langkah pertama menuju ketaatan ialah memutuskan untuk taat kepada Allah. Yosua berkata: "Oleh sebab itu, takutlah akan Tuhan dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia . . . Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!" (Yoh 24:14,15). Keputusan sadar untuk taat membawa kita kepada penaklukan diri pada prinsip ketaatan. " . . . persembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah, itu adalah ibadahmu yang sejati." (Rom 12:1).

Langkah kedua ialah disiplin, sebab ketaatan selalu berkembang. Ketaatan menyebabkan pertumbuhan, sambil kita bertindak sesuai dengan pengertian yang kita terima. Ketaatan adalah suatu proses belajar. Yesus "telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya." (Ibr 5:8).

Dengan kita mendewasa dalam Kristus dan dalam pengetahuan akan Firman-Nya, Allah menuntut dari kita ketaatan yang makin mendalam. Begitu kita mengerti suatu tuntutan baru dari Allah, kita harus segera menanggapinya dan berkeras demikian, hingga Dia membeberkan kehendak-Nya lebih dalam untuk kehidupan kita. Dia ingin agar kita "menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus." (2Kor 10:5).

Latar Belakang
Ayat Alkitab
Strategi Bimbingan
  1. Seseorang yang bertanya-tanya tentang kehendak Allah atas hidupnya dan tentang ketaatan pada kehendak Allah itu, adalah seorang Kristen yang sedang mendewasa, seorang yang menginginkan hubungan lebih erat dengan Allah. Nyatakan penghargaan anda padanya dan yakinkan dia bahwa Allah ingin memimpin dia sesuai keinginannya untuk mentaati Dia.
  2. Ambil waktu untuk mendengarkan urusan dan kerinduannya. Ada gunanya menyinggung beberapa hal yang dibicarakan dalam Latar Belakang dan mendorong dia maju lebih lanjut.
  3. Dorong dia untuk bertobat dari ketidaktaatan dan kebimbangannya. Hanya jika kita mengakui dosa yang kita sadari, kita dapat masuk ke dalam penyerahan diri lebih dalam.
  4. Desak dia untuk mempelajari Firman Tuhan. Tidak ada jalan pintas bagi ketaatan. Pikiran kita harus terus aktif mencari kehendak Allah. Kebiasaan berdisiplin mengikuti terus apa yang dinyatakan dalam Firman, mengakibatkan suatu perjalanan hidup taat pada Allah. Kita harus "lapar dan haus akan kebenaran." (Mat 5:6)
  5. Berdoalah dengannya agar keinginannya untuk mentaati kehendak Allah akan terwujud.
  6. Dorong dia untuk mengembangkan persekutuan dengan orang-orang Kristen berpikiran rohani, di suatu gereja yang mementingkan Alkitab. Dengan itu dia dapat belajar kehendak dan jalan-jalan Allah lebih banyak
Latar Belakang
Strategi Bimbingan
Ayat Alkitab

"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." (Yoh 14:15,21)

"Tetapi barangsiapa menuruti Firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia." (1Yoh 2:5)

"Tetapi jawab Samuel: "Apakah Tuhan itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara Tuhan? Sesungguhnya mendengarkan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan." (1Sam 15:22)

"Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk: berkat, apabila kamu mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini; dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah Tuhan, Allahmu dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti Allah lain yang tidak kamu kenal." (Ul 11:26-28)

"Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?" (Luk 6:46)

1Petrus 2:13-16

Komentar