Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Bagian A: Dosa Tak Berampun

Dosa Tak Berampun
Latar Belakang

Kadang-kadang ada orang yang dihantui ketakutan, karena berpikir bahwa dia telah melakukan "dosa tak berampun". Orang tersebut, mungkin sudah melakukan dosa-dosa serius seperti pembunuhan, perzinahan, incest, abortus, atau mungkin juga sesuatu yang tak terlalu serius. Selang beberapa waktu, mungkin rasa bersalah menghantuinya, sampai-sampai merintih seperti Daud, "Aku senantiasa bergumul dengan dosaku." (Mazm 51:5). Beberapa orang menghubungkan kebersalahannya ini dengan pendapat bahwa mereka telah berdosa sedemikian rupa sampai menutup kesempatan anugerah.

Kepekaan yang ada padanya bahwa dosa merasuki dirinya dan bahwa dia menganggap hal tersebut serius, adalah keuntungan tersendiri bagi pembimbing. Pergumulan kita sudah sebagian dimenangkan dengan adanya keterbukaan sedemikian.

Latar Belakang
Ayat Alkitab
Strategi Bimbingan
  1. Segera yakinkan orang yang anda layani dengan menegaskan bahwa anda sedia membantu jika anda dapat. Jelaskan bahwa Alkitab menyatakan untuk setiap pencobaan dan dosa tersedia kasih karunia Allah!
  2. Berikan apa yang Alkitab maksud dengan dosa tak berampun.

    Ketika Yesus mengusir setan dari orang yang buta dan bisu, orang menjadi heran. (Lihat Mat 12:22,23). Namun demikian, orang Farisi mengecam-Nya dan mengatakan bahwa Dia mengusir setan dengan "kuasa Beelzebul", raja setan-setan. Yesus menjawab demikian (Mat 12:31,32): Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni. Jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak."

    Dari di atas muncullah yang disebut "dosa tak berampun". Orang Farisi yang dikuasai oleh keinginan untuk menjelekkan Yesus dalam pikiran orang banyak, telah bersalah mempertalikan karya Roh Kudus (yang melalui-Nya Yesus bekerja) kepada setan. Dengan demikian, mereka menyebut Yesus bukan dari Allah tetapi dari Setan. Ini, kata Yesus, yang tidak dapat diampuni.

  3. Tanyakan kepadanya apakah dia sudah berbuat dosa ini. Jika tidak, yakinkan dia bahwa dia tidak melakukan "dosa tak berampun".
  4. Dengan menekankan ini, hati-hati bahwa anda tidak meremehkan keseriusan dosa yang tentangnya dia merasa bersalah. (Lihat Gal 5:19-21). Kepekaannya akan dosa itu perlu anda manfaatkan untuk menekankan fakta bahwa "darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa." (1Yoh 1:7). Agar dapat mengalami anugerah Allah dalam keselamatan -- yang meliputi pula keampunan dosa -- seseorang harus mengaku bahwa dia seorang berdosa. Lihat langkah 2 dari "Damai dengan Allah" .

    Langkah selanjutnya ialah mengakui dosanya seperti yang diakui si pemungut cukai: "Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini." (Luk 18:13). Menyadari dan mengakui dosa, adalah syarat bagi hal-hal yang akan mengikutinya. Allah berkepentingan mengampuni dosa. Dia mengutus Anak-Nya ke Salib supaya "dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah." (2Kor 5:21).

    Tunjukkan bahwa kini, satu-satunya dosa yang boleh dianggapnya sebagai "dosa tak berampun" ialah menolak Kristus sebagai Juruselamat dan pengampun.

    "Nampaknya tidak seorang pun yang sudah melakukan dosa ini yang masih terus mengalami kegelisahan, keinsyafan akan dosa dan tarikan kuasa Roh Kudus atas dirinya. Selagi Roh masih mengusahakan sesuatu dalam diri seseorang, dia belum melakukan dosa tak berampun. Tetapi ketika seseorang sudah sedemikian rupa menolakkan Roh Kudus, sampai Dia tidak lagi bekerja di dalamnya, maka ancaman kekal menantinya. Dengan kata lain, dosa tak berampun melibatkan penolakan secara lengkap dan tak terubahkan terhadap Yesus Kristus. Menolak Roh adalah dosa yang dibuat oleh orang tak beriman. Tetapi bila diteruskan, dosa itu akan membawa orang pada kehancuran kekal. Untuk mereka yang menolak Roh, hanya hukuman yang pasti akan mereka terima."
  5. Pembimbing harus menjelaskan "Damai dengan Allah", di dan mendesak orang yang dibimbing untuk menerima Kristus tanpa tunda-tunda, sambil menekankan bahwa walaupun dosanya serius, masih dapat diampuni. "Dia yang mengampuni segala kesalahanmu." (Mazm 103:3).
  6. Jika dia seorang Kristen, tegaskan bahwa seorang anak Allah tidak dapat membuat "dosa tak berampun". Hanya orang tak beriman menolak Roh Kudus. Ikuti garis besar prosedur bimbingan di atas.

    1. Jelaskan arti "dosa tak berampun" (Mat 12:22-31).


    2. Tanyakan apakah dia salah melakukan dosa yang Yesus jelaskan, yaitu menghujat Roh Kudus?
    3. Dalam usaha anda menghalau kebimbangannya, ingat jangan meringankan dosa yang dalam anggapannya masih dapat diampuni.
    4. Yakinkan dia bahwa dosa sengeri apa pun, dapat diampuni berdasarkan pertobatan dan pengakuan (lihat 17753 tentang "Pemulihan"). Terutama tekankan 1Yohanes 1:9.

      Mungkin tidak mudah meyakinkan orang yang anda bimbing tentang kebenaran Firman Allah tentang "dosa tak berampun". Nyatakan terus kasih Allah yang ditunjukkan-Nya dengan membayar harga sedemikian mahal di Salib, supaya dosa dapat diampuni. Jika kita mengaku, semua dosa akan diampuni.

  7. Berdoalah dengannya agar dia dapat melihat dosa dari sudut pandang Allah. Allah membenci dosa, tetapi mengasihi orang berdosa dan akan mengampuni dosa apa pun melalui Pribadi dan karya Tuhan kita Yesus Kristus.
Latar Belakang
Strategi Bimbingan
Ayat Alkitab
Dosa tak berampun:

"Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia menceraiberaikan. Siapa tidak bersama Aku, ia melawan. Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni." (Mat 12:30-31)

Keseriusan dosa:

"Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah." (Gal 5:19-21)

Kesediaan Allah mengampuni segala macam dan semua dosa:

"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." (1Yoh 1:9)

"Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi." (Ams 28:13)

"Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu."

"Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita." (Mazm 103:3,12)

"Aku sangat menanti-nantikan Tuhan; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong. Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku, Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada Tuhan." (Mazm 40:2-4)

Komentar