Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Bahaya Memfavoritkan Anak

Edisi C3I: e-Konsel 194 - Anak Favorit

Namun, Ishak melihat situasi ini dengan sangat berbeda. Esau benar-benar seorang "lelaki", dan Ishak bangga pada kemampuannya sebagai pemburu. Ishak lebih menyayangi Esau daripada Yakub.

Memfavoritkan anak adalah jebakan yang ingin dihindari oleh setiap orang tua. Kita berjanji untuk mengasihi setiap anak sama rata dan memperlakukan mereka dengan pantas. Namun, jauh di dalam lubuk hati kita, pembedaan itu ada. Mungkin salah satu anak lebih cantik dan lebih anggun daripada saudaranya yang kaku dan canggung. Mungkin salah satu anak dianggap orang tua sebagai anak yang tidak "diunggulkan" dalam keluarga, dan dia mendapatkan kasih yang istimewa karena dia tampak lebih membutuhkan. Mengapa bisa demikian? Mungkin kita bisa mengenali anak kesayangan kita dengan lebih mudah, seperti Ishak dan Ribka yang memihak salah satu anak. Salah satu anak mungkin lebih berbakat, lebih berperilaku baik, atau tertarik dalam suatu kegiatan yang sama dengan minat kita. Apa pun alasannya, memfavoritkan anak sulit dihindari, dan efeknya bisa membahayakan, baik bagi orang tua maupun anak-anak.

Bagaimana Memfavoritkan Anak Bisa Membahayakan Orang Tua?

Memfavoritkan anak dapat membuat orang tua mengabaikan kualitas unik yang ada pada setiap anak. Dengan berfokus pada kekuatan seorang anak, kita gagal melihat bakat atau kemampuan anak lainnya. Betapa menyedihkannya bila Tuhan memberi banyak berkat, namun kita memilih untuk hanya menikmati satu bagian saja! Kita harus memeriksa perilaku kita terhadap anak-anak kita dan menentukan apakah kita memberikan kualitas yang positif.

Memfavoritkan anak bisa menjadi awal dari dosa. Keinginan Ribka yang kuat untuk melihat janji Allah dipenuhi dalam diri Yakub, mendorong Ribka melakukan penipuan untuk memastikan bahwa Yakub menerima berkat yang lebih besar dari Ishak. Menunjukkan sikap memfavoritkan anak sudah merupakan dosa, dan bisa membawa pada dosa-dosa lainnya.

Tindakan memfavoritkan anak bisa menimbulkan masalah dalam pernikahan. Ketika tindakan ini menjadi jelas terlihat, salah satu pasangan akan merasa dihina oleh pembedaan itu. Selain itu, perasaan lebih menyukai salah satu anak ini dapat membuat pasangan Anda terluka karena Anda memilih mengasihi salah satu anak.

Sikap memfavoritkan anak dapat memicu rasa bersalah yang berkepanjangan. Akibat dari sikap memfavoritkan anak yang Ribka dan Ishak lakukan adalah pemisahan keluarga yang berlangsung selama bertahun-tahun. Ketika hari berganti tahun, Ribka harus terus mengalami rasa bersalah karena dia menyadari kesalahan yang telah dilakukannya. Dengan demikian, tindakan kita dalam memfavoritkan anak juga dapat memicu timbulnya rasa bersalah.

Bagaimana Memfavoritkan Anak Bisa Membahayakan Anak-Anak?

Memfavoritkan anak dapat membuat anak jatuh ke dalam dosa. Yakobus 2:9 jelas mengatakan: "Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa." Ketika anak-anak Anda mengamati perilaku Anda, mereka akan lebih meniru Anda daripada mematuhi perintah Alkitab. Seperti Esau, anak-anak yang tidak menerima perlakuan istimewa bisa membangun sikap tidak peduli dan mencari kesenangan dalam kegiatan-kegiatan yang berdosa sebagai usaha untuk melarikan diri dari luka karena orang tua yang tidak adil membagikan kasih.

Sikap memfavoritkan anak menghancurkan harga diri anak yang kurang dikasihi. Mungkin salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan orang tua adalah melukai anak yang begitu berharga, yang telah Tuhan percayakan untuk mereka asuh. Tindakan memfavoritkan anak menghancurkan jiwa anak-anak, meninggalkan bekas luka yang mungkin membutuhkan waktu seumur hidup untuk sembuh.

Sikap memfavoritkan anak dapat menghancurkan kesatuan keluarga. Seperti yang telah kita lihat, Yakub dan Esau mengalami perpisahan yang pahit selama bertahun-tahun. Bersyukur, mereka akhirnya saling mengampuni dan kembali bersatu. Tetapi tidak setiap keluarga seberuntung mereka. Sikap memfavoritkan anak seperti di atas bisa memisahkan keluarga selamanya karena kepahitan dan iri dengki menghancurkan hubungan.

Sikap memfavoritkan anak bisa kembali terulang pada generasi berikutnya. Yakub menikah dan memunyai dua belas anak. Dia juga memiliki anak favorit, dan itu terus merusak lingkaran keluarganya. Sama seperti dosa karena alkohol dan pelecehan yang cenderung terus berulang dari generasi ke generasi, dosa karena sikap memfavoritkan anak bisa terus berlanjut dalam hidup.

Mazmur 127:3 mengatakan: "Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka daripada Tuhan, dan buah kandungan adalah suatu upah." Ingatlah selalu bahwa setiap anak Anda adalah anugerah Tuhan; setiap anak benar-benar istimewa; dan setiap anak merupakan upah yang berharga untuk dinikmati. Jangan menjadi hamba yang tidak baik, yang tidak menghargai anugerah indah yang telah Tuhan berikan kepada Anda, tetapi kasihilah mereka dengan sepenuh hati dan petiklah hasil dari membesarkan anak-anak Anda sesuai dengan yang Tuhan kehendaki.

*) Kathy Kelly adalah seorang penulis lepas dan ibu dari Nathan, Brianna, dan Branden. Dia juga bekerja di rumah sebagai asisten suaminya, staf di Knotty Oak Baptist Church of Coventry, Rhode Island. (t/Ratri)

Diterjemahkan dari:

Sumber
Judul Artikel: 
The Perils of Favoritism
Situs: 

http://www.lifeway.com/lwc/ (LifeWay)

Komentar