Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Berawal di Sebuah Palungan

Edisi C3I: e-Konsel 272 - Natal yang Berharga

Peristiwa ini terjadi dalam suatu masa yang luar biasa... suatu masa yang berbeda dengan yang lain. Sebab, dalam kurun waktu itu suatu peristiwa spektakuler terjadi.

Allah menjadi manusia. Yang Ilahi datang. Surga terbuka dan menaruh "benih" yang sangat berharga di dalam rahim seorang wanita.

Allah yang Mahakuasa, dalam sekejap, menjadi manusia. Pribadi yang lebih luas daripada alam semesta menjadi sebuah embrio yang sangat kecil. Dia yang menjadikan dunia dengan Firman, memilih bergantung pada pengasuhan seorang wanita muda.

Allah Telah Datang

Dia datang, bukan sebagai suatu kilatan cahaya atau sebagai seorang penakluk yang tidak dapat didekati, tetapi sebagai seorang bayi yang tangisan pertama-Nya terdengar oleh gadis petani dan tukang kayu yang tak dapat menahan kantuknya. Maria dan Yusuf bukanlah keturunan bangsawan, mereka adalah orang biasa. Akan tetapi, surga memercayakan harta paling mulia kepada keduanya, orang tua yang sederhana. Peristiwa ini berawal di palungan, momen yang paling berkesan dalam segala masa. Dia tidak terlihat seperti seorang raja. Wajah-Nya mungil dan kemerahan-merahan. Tangisan-Nya, tangisan melengking sosok bayi yang tidak berdaya.

Kemuliaan surga di tengah-tengah dunia fana. Kekudusan di dalam kenajisan kotoran dan keringat domba. Bayi ini telah mengamati alam semesta. Kain yang menghangatkannya adalah jubah kekekalan. Ruang takhta emas-Nya diabaikan demi memilih kandang domba yang hina. Para malaikat penyembah digantikan oleh para gembala baik yang kebingungan.

Sungguh mengherankan, ruang takhta kerajaan ini. Tidak ada tirai yang menutupi jendela. Tidak ada kain beledu [kain dengan permukaan yang tebal, berbulu halus pada bagian depan dan rata pada bagian belakang, lembut, berkilat, sering dibuat kopiah atau baju kebesaran, Red.] di istana. Tidak ada tongkat emas atau mahkota berkilauan. Sungguh mengherankan, suara-suara di tempat ini. Sapi-sapi mengunyah, kaki-kaki berjejak, seorang ibu bersenandung, dan seorang bayi menyusu di pangkuan.

Peristiwa ini bisa berawal di mana saja, kisah seorang raja. Akan tetapi, betapa mengherankannya karena kisah ini berawal di palungan. Melangkahlah di ambang pintu, mengintiplah melalui jendela.

Dia ada di sini! (t/Setya)

Diterjemahkan dari:

Judul buku : The Gift for All People
Judul asli artikel : It Began in A Manger
Penulis : Max Lucado
Penerbit : Multnomah Publishers, Oregon 1999
Halaman : 21 -- 22

Komentar