Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Berdamai dengan Mertua

Edisi C3I: e-Konsel 165 - Konflik Antara Mertua dan Menantu

Hubungan mertua-menantu menyisakan banyak cerita pahit ketimbang manis. Beruntunglah Anda jika hubungan Anda dengan mertua berjalan baik. Tapi di luar sana, begitu banyak menantu yang tersiksa dengan mertuanya, terutama ibu mertua. Teman dekat saya begitu tertekan selama lima tahun pernikahannya. Bukan karena suami, harta, atau anak, tapi karena ibu mertuanya. Sejak ia menikah, ibu mertuanya selalu saja membuat masalah. Dari protes terhadap hampir semua hal yang ia lakukan dan menyebutnya sebagai

Hubungan mertua-menantu menyisakan banyak cerita pahit ketimbang manis. Beruntunglah Anda jika hubungan Anda dengan mertua berjalan baik. Tapi di luar sana, begitu banyak menantu yang tersiksa dengan mertuanya, terutama ibu mertua. Teman dekat saya begitu tertekan selama lima tahun pernikahannya. Bukan karena suami, harta, atau anak, tapi karena ibu mertuanya. Sejak ia menikah, ibu mertuanya selalu saja membuat masalah. Dari protes terhadap hampir semua hal yang ia lakukan dan menyebutnya sebagai "tidak becus", ibu mertuanya juga kerap "meracuni" sang suami sehingga berbuntut pertengkaran.

Lama kelamaan teman saya makin tidak tahan. Dalam beberapa kali curhat, dia bahkan sempat berpikir untuk meninggalkan suaminya karena hal ini. Wah, bahaya! Karena kasus ini banyak terjadi, setiap menantu yang bermasalah dengan mertuanya memang tidak boleh membiarkan ini terus terjadi. Mereka harus berupaya untuk berdamai dengan mertuanya.

Ada banyak sebab yang membuat ibu mertua berlaku seperti itu. Sang ibu mungkin melihat menantunya sebagai saingan yang telah "merebut" perhatian anaknya. Sang ibu mungkin dulu diperlakukan buruk juga oleh ibu mertuanya sendiri. Sang ibu mungkin juga memang berperangai tidak baik sejak dulunya. Alasan lain mungkin juga ada.

Karena itulah, hal pertama yang harus dilakukan untuk berdamai dengannya ialah dengan mengerti. Jika Anda berusaha mengerti keadaan mertua dengan alasan apapun, Anda bisa lebih santai dalam menghadapi beliau.

Hal kedua yaitu menjadi proaktif. Jangan tunggu dia yang lebih dulu berdamai dengan Anda, tapi Anda yang harus memerlihatkan niat baik Anda padanya terlebih dahulu. Lakukan apa yang bisa Anda lakukan secara maksimal untuk membangun hubungan dengannya.

Hal ketiga ialah selalu berpikiran positif. Sekejam apapun ia, Anda harus tetap selalu berpikiran positif. Paling tidak, berpikirlah bahwa kekejamannya pada Anda adalah salah satu proses yang harus Anda lewati untuk mendewasakan dan membuat Anda lebih sabar.

Hal keempat, Anda harus selalu menerima kenyataan dan bersyukur. Bagaimanapun, ia adalah ibu yang melahirkan dan membesarkan pasangan Anda. Karena itu, terima ia apa adanya dan bersyukurlah.

Hal kelima, Anda harus belajar mencuri hatinya dengan satu dan lain cara. Mungkin Anda sudah coba semuanya. Tapi pasti ada satu dua hal yang masih terlewat. Mungkin Anda jarang memberinya pujian yang tulus dari hati atau mungkin Anda jarang menurut jika ia menyuruh Anda melakukan sesuatu. Mungkin juga Anda tidak pernah mengajaknya keluar bersama dan mentraktirnya makan siang di tempat kesukaannya.

Hal keenam, Anda harus berubah. Selamanya mungkin Anda tidak akan pernah bisa mengubah ibu mertua. Tapi Anda sendiri bisa berubah menjadi orang yang lebih baik setiap hari. Daripada mengharapkan orang berubah, lebih baik berubah lebih dulu. Makin seringlah tersenyum, mendengar ocehannya dengan serius, mengaku dan meminta maaf kalau salah, dan lain-lain adalah beberapa contoh. Kalau Anda berubah, tidak mustahil ibu mertua akan berubah pula. Harapkan yang terbaik!

Hal ketujuh ialah jangan pernah membuatnya tersingkir dari aktivitas keluarga. Bagaimanapun, ia adalah orang tua dan harus dihargai kehadirannya. Dalam acara penting keluarga, seperti ulang tahun atau pesta, mintalah ia untuk terlibat. Jika selama ini masalah Anda ialah keterlibatannya yang berlebihan dalam setiap acara keluarga, Anda harus mulai mengurangi rasa sebal dan berbicara/negosiasi dengannya untuk bagi-bagi tugas.

Hal kedelapan, jangan menularkan rasa tidak suka Anda pada pasangan (suami/istri). Jika Anda memang ingin curhat tentang ibunya, lakukan dengan baik tanpa melebihkan atau ingin dibela. Berusahalah senetral mungkin karena ia juga pasti menyayangi ibunya dan Anda. Jika niat ingin berdamai terpancar dan bisa diketahui oleh pasangan, itu bisa membantu proses terciptanya hubungan baik Anda dengan mertua.

Hal kesembilan yang harus diingat ialah pengampunan. Jika Anda sangat membenci mertua, Anda harus melepaskan pengampunan atas dirinya dulu jika ingin berdamai. Tanpa pengampunan, damai yang berusaha Anda ciptakan akan terlihat pura-pura. Bukannya damai, mertua malah bisa menyangka Anda punya maksud tidak baik dengan berlaku manis padanya.

Hal kesepuluh, berdoalah untuk mertua Anda. Ini cara paling jitu untuk membuatnya berubah menjadi lebih baik. Selalu ada harapan dalam doa. Selalu ada jalan keluar jika Anda melibatkan Tuhan!

Kasihilah mertua Anda dan berdamailah dengannya ....

Diambil dari:

Sumber

Komentar