Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Berikan Waktu untuk Ibu yang Merasa Bersalah

Saya bukan ibu yang sempurna, dan demikian juga Anda - mari kita perangi rasa bersalah bersama-sama.

Jika Anda seorang ibu yang bekerja seperti saya, saya dapat memberi tahu Anda beberapa hal tentang diri Anda.

Pertama, Anda lelah.

Saya tahu.

Saya juga! Saya selalu berpikir bahwa ini akan menjadi lebih baik pada setiap tahap kehidupan anak-anak saya, entah bagaimana setelah mereka "sedikit lebih besar," saya tidak akan khawatir tentang mereka sebanyak ini, atau saya akan tidur sedikit lebih lama. Namun sejauh ini, tidaklah seberuntung itu. Energi dan usaha tentu saja membutuhkan perubahan-perubahan di setiap tahap yang baru, tetapi entah bagaimana jumlah energi saya tampaknya tetap sama. Anak-anak saya sudah lulus SMA sekarang, tetapi saya masih menjadi ibu yang bekerja, dan saya masih kurang tidur karena mereka. Meskipun demikian, mungkin akan menjadi lebih baik, ketika mereka lebih dewasa .... Saya akan tetap menulis untuk Anda.

Hal kedua yang saya tahu tentang Anda adalah bahwa Anda merasa bersalah.

Anda merasa bersalah karena menitipkan anak-anak Anda di tempat penitipan (terutama setelah mereka mencapai usia ketika mereka meminta Anda untuk tinggal). Anda merasa bersalah ketika Anda tiba di tempat kerja lebih terlambat daripada rekan kerja Anda, dan Anda merasa bersalah ketika Anda pulang lebih awal dibanding mereka. Anda merasa bersalah di gereja ketika Anda tidak ikut kelompok belajar Alkitab pada Kamis pagi atau menjadi sukarelawan di komisi lansia.

Saya tahu banyak wanita yang menganggap "rasa bersalah ibu" adalah sebuah cara hidup. Bahkan (dan khususnya dalam beberapa kasus) teman-teman Kristen saya menerima beban rasa bersalah, malu, dan keraguan akan diri yang ekstrem ini sebagai bagian dari pengalaman ibu secara universal. Sesuatu yang mengerikan mulai terjadi ketika Anda menerimanya demikian. Anda berhenti melawan rasa bersalah. Ini tidak lagi menjadi masalah. Sebaliknya, ini menjadi semacam lencana kehormatan yang menyatukan Anda dengan ibu-ibu lain. Sekarang, dalam kenyataan yang terbalik-balik ini, hal ini menjadi tanda betapa Anda mengasihi anak-anak Anda dan berapa besar Anda bersedia menderita untuk mereka.

Sungguh suatu kebohongan yang mengerikan dan menyedihkan. Anda tidak perlu merasa sedih menjadi ibu yang baik. Bagaimana jika saya memberi tahu Anda ada cara lain? Padahal kenyataannya, rasa bersalah ibu itu tidak universal. Ini bukan beban untuk Anda tanggung. Anda tidak perlu merasa seperti ini. Kita dapat melawan rasa bersalah ibu. Dan kita bukan hanya bisa, tetapi kita harus.

Hal ini dimulai dengan menyadari jenis rasa bersalah yang tidak sehat ini, dan hal ini tentu saja tidak dapat dihindari. Di Perancis, misalnya, ekspatriat Amerika melaporkan bahwa ibu-ibu Perancis yang bekerja tampaknya tidak mengalami jenis rasa bersalah yang sama tentang keputusan mereka. Sama seperti orang-orang Amerika, mereka menitipkan anak-anak mereka di tempat penitipan. Mereka bekerja sepanjang hari, dan setelah itu memasak makan malam. Mereka merasa kewalahan dan kadang-kadang tidak sanggup, tetapi menurut penulis Pamela Druckerman, mereka "menolak untuk menganggap cara bertindak orang Amerika sebagai penyebab rasa bersalah". Sebaliknya, orang-orang Perancis secara aktif menentangnya, dan mereka saling membantu untuk melawannya.

Mari kita memilih untuk menolak rasa bersalah.

Anda harus membiarkan Allah menjadi Allah. Begitu banyak hal yang kita salahkan terhadap diri sendiri sebenarnya bukanlah tanggung jawab kita. Biarkan saya meyakinkan Anda, ada banyak hal yang luar biasa pada diri Anda. Anda telah dianugerahi dengan karunia-karunia dan bakat-bakat yang unik, dan kapasitas yang sangat besar untuk mengasihi dan merawat keluarga Anda. Akan tetapi, Anda bukan Allah. Anda tidak mahatahu, tidak mahakuasa, atau bukan pengendali dunia. Anda bahkan bukan pengendali bagian kecil dari dunia Anda sendiri. Kadang-kadang rasa bersalah adalah sebuah cara menguji coba untuk mempertahankan kendali atas sesuatu yang sebenarnya adalah milik Allah. Membiarkan segala sesuatu berlalu begitu saja bisa menakutkan, tetapi itu begitu melegakan.

Komitmen tidak sama dengan perhatian. Kenyataan bahwa Anda tidak dapat 100 persen memberi perhatian pada anak-anak Anda atau keluarga Anda, tidak ada hubungannya dengan seberapa besar komitmen Anda kepada mereka. Biarkan komitmen itu tenggelam. Saya berkomitmen penuh kepada keluarga saya sepanjang waktu, tetapi saya tidak memberikan semua perhatian atau energi saya dalam satu hari kepada mereka. Ini benar-benar tidak mungkin! Lebih dari itu, hal semacam itu pasti tidak baik bagi mereka.

Tidak ada ibu yang sempurna. Menurut Pamela Druckerman, frasa ini adalah suatu mantra untuk ibu-ibu Perancis. Dan ini bagus. Anda bukan ibu yang sempurna, demikian juga tidak ada seorang pun yang sempurna. Ibu sempurna itu tidak ada! Di antara harapan-harapan Anda yang tinggi dan tujuan-tujuan Anda yang luhur yang Anda perjuangkan, Anda harus ingat untuk tetap memandang segala sesuatu dengan pandangan yang benar. Lain kali jika Anda merasakan gelombang rasa bersalah ibu seperti itu lagi, ada baiknya bertanya pada diri sendiri, "Apa yang saya harapkan di sini? Apakah ini mengenai 'ibu yang sempurna'?"

Bagaimana "ibu yang merasa bersalah" memengaruhi Anda? Apa yang Anda lakukan (atau apa yang dapat Anda lakukan) untuk memeranginya? Ceritakanlah kepada kami. (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dan disunting dari:

Nama situs : Today's Christian Woman
Alamat URL : http://www.todayschristianwoman.com/articles/2014/january/give-mommy-guilt-time-out.html?start=1
Judul asli artikel : Give Mommy Guilt a Time Out
Penulis : Diane Paddison
Tanggal akses : 25 Februari 2014

Komentar