Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Bimbingan Pengusiran Setan

Edisi C3I: e-Konsel 180 - Membedakan Gangguan Jiwa dan Kerasukan Setan

  1. Perbedaan Sakit Jiwa dan Kerasukan Setan

    Orang yang dirasuki setan tidak berarti gila. Penyakit jiwa harus dibedakan dengan kerasukan setan. Bagaimanakah membedakan antara orang yang kerasukan dengan orang yang sakit jiwa?

    Mental Disease: Sakit jiwa Demon Possession: Kerasukan setan

    1. Latar Belakang dan Sebab Musababnya

      Sakit Jiwa

      Seseorang yang sakit jiwa dapat disebabkan oleh keturunan, kena racun alkohol, bergaul dengan perempuan tuna susila, yang menyebabkan racun masuk ke dalam otak, atau pada waktu kecil pernah mengalami kegagalan. Kegagalan ini terpendam dalam hati dan ketika dewasa timbul kembali. Mungkin pula orang yang normal tiba-tiba menjadi gila karena patah hati, usahanya rugi, dan sebagainya sehingga tidak tertahankan lagi. Apabila hal itu terjadi pada seorang wanita, disebut histeris. Apabila penyakit ini tidak dapat ditolong, dapat menjadi penyakit jiwa. Gejala penyakit jiwa datang secara perlahan-lahan dan memakan waktu yang lama sekali.

      Kerasukan Setan

      Biasanya terjadi secara tiba-tiba, yaitu ketika setan atau roh jahat mengambil inisiatif untuk merasuk seseorang. Tetapi jika kita menyelidiki latar belakangnya, kita akan mendapatkan bahwa orang yang kerasukan setan biasanya pernah bergaul dengan setan, roh jahat, atau dukun. Ia cenderung percaya takhayul, mungkin karena keluarganya biasa melakukan hal itu. Kadang-kadang karena ingin menang di dalam perjudian, ingin menyelundup berbuat jahat, atau karena ingin tahu orang tuanya yang sudah meninggal dan sebagainya, seseorang bertanya kepada iblis atau dukun. Apabila seorang anak kecil dirasuk setan, kita harus mencari sebab musabab dalam keluarganya.

    2. Gejala-Gejala yang Tampak pada Matanya

      Sakit Jiwa

      Matanya seakan-akan tampak berat dan terus ingin tidur saja. Atau dapat pula terjadi matanya teras memandang pada suatu arah tanpa bergerak. Kadang-kadang matanya dapat terbalik dan hanya bagian putihnya saja yang tampak.

      Kerasukan Setan

      Sinar matanya sangat ganas dan menakutkan.

    3. Tingkah Lakunya

      Sakit Jiwa

      Orang yang sakit jiwa tingkah lakunya aneh-aneh dan abnormal, banyak bergerak, namun sama sekali tidak memunyai arti. Sebentar tertawa dan sebentar menangis. Suka berlari-lari kian kemari, tidak dapat diam. Ia sendiri tidak mampu memahami kehidupannya sendiri.

      Kerasukan Setan

      Orang yang kerasukan setan tingkah lakunya lebih aneh, gerak-geriknya menakutkan orang lain. Adakalanya sama sekali tidak memunyai perasaan malu, sehingga tidak mengenakan pakaian lagi. Contoh: orang di Gerasa.

    4. Kelakuan yang Membahayakan

      Sakit Jiwa

      Apabila penyakit ini masih ringan, penderita tidak memakai kekerasan atau memukul orang lain. Tetapi kalau penyakit telah serius, penderita akan memakai kekerasan, dan ia dapat saja memukul orang, bahkan dapat pula mengancam jiwa orang lain.

      Kerasukan Setan

      Kebanyakan dari mereka menyakiti diri sendiri dan memukul orang lain.

    5. Kekuatan yang Supranatural

      Sakit Jiwa

      Kalau penyakit ini kambuh, kekuatan penderita menjadi luar biasa kuatnya. Tetapi kekuatan ini ada batasnya. Kadang-kadang juga terjadi bahwa penderita tidak memunyai kekuatan lagi.

      Kerasukan Setan

      Kekuatan orang yang kerasukan setan sangat luar biasa, sehingga tidak dapat ditaklukkan atau dikuasai. Kalau dirantai, ia dapat memutuskannya. Akan tetapi ada pula penderita yang terus berbaring di tempat tidur bagaikan sakit lumpuh.

    6. Pikiran dan Ingatannya

      Sakit Jiwa

      Orang yang sakit jiwa ingatannya mungkin sama sekali hilang, bingung, dan tidak tahu apa pun. Ucapannya tidak memunyai logika atau sangat kacau.

      Kerasukan Setan

      Penderita masih memunyai ingatan. Bahkan, pada saat ia dirasuk setan, ia memunyai ingatan/insting yang luar biasa. Pada saat itu ia dapat meramal mengenai hal-hal yang akan terjadi, dan ia juga dapat mengetahui rahasia orang lain. Kalau seorang hamba Tuhan datang kepadanya, mungkin ia akan mengungkapkan dosa-dosanya, atau membongkar rahasia pribadinya, atau melontarkan ancaman-ancaman kepadanya.

    7. Kepribadian yang Ganda

      Sakit Jiwa

      Orang yang menderita skizofrenia seakan-akan memunyai dua pribadi yang sangat berlainan, yang seakan-akan sudah terpecah.

      Kerasukan Setan

      Orang yang dirasuk setan merasa seolah-olah memunyai dua pribadi, yaitu yang satu di luar dan yang lain di dalam. Yang di luar adalah pribadi yang sesungguhnya dan yang di dalam adalah si iblis. Pada waktu kita bertanya sesuatu kepadanya, maka yang menjawab bukan orang itu sendiri, melainkan jawaban itu berasal dari setan. Suaranya terdengar berbeda, karena suara itu adalah suara iblis yang berseru dan terdengar sangat mengerikan.

    8. Konsep Terhadap Diri Sendiri

      Sakit Jiwa

      Orang yang sakit jiwa selalu menganggap bahwa orang lain mau mencelakakan dia. Ia sangat sensitif terhadap orang lain. Orang yang sakit jiwa tidak suka kalau orang lain mengatakannya gila, sebaliknya ia mengatakan bahwa orang lainlah yang gila. Orang ini sangat takut kalau dirinya telah kerasukan setan dan apabila ia memunyai perasaan yang demikian, maka ia bukan kerasukan setan.

      Kerasukan Setan

      Penderita tidak berminat untuk bergaul dengan orang lain. Ia tidak senang tinggal bersama orang lain, ia senang menyendiri dan menyembunyikan diri. Seperti halnya apabila kita membaca kisah orang di Gerasa yang tinggal di kuburan-kuburan.

    9. Bahasanya

      Sakit Jiwa

      Penderita tidak dapat berbahasa asing, bahasa daerah, atau bahasa lain. Seakan-akan ia lupa akan semua bahasa yang pernah ia pelajari dahulu. Orang ini suka berbicara kepada orang lain dengan kata-kata yang diucapkan berulang-ulang. Kadang-kadang, ia berbicara kepada dirinya sendiri.

      Kerasukan Setan

      Meskipun penderita sebelumnya belum pernah belajar bahasa asing, tetapi tiba-tiba ia dapat berbahasa asing, maupun bahasa daerah. Pernah terjadi, seseorang yang dirasuk setan dapat mengucapkan 25 macam bahasa. Apabila ia seorang laki-laki, ia dapat bersuara wanita, demikian pula sebaliknya.

    10. Pendengarannya

      Sakit Jiwa

      Penderita seakan-akan selalu mendengar suara yang bukan-bukan, suara itu seakan-akan memerintahnya untuk berbuat hal-hal yang aneh-aneh.

      Kerasukan Setan

      Penderita seakan-akan mendengar suara yang mengancam dirinya. Suara itu terang-terangan mengatakan bahwa ia tidak boleh percaya kepada Tuhan, dan agar ia menolak orang yang hendak menolong dia.

    11. Tanya Jawab

      Sakit Jiwa

      Apabila kita bertanya: "Apakah engkau percaya Tuhan Yesus adalah Anak Allah?" "Apakah engkau percaya darah Yesus dapat menyelamatkan engkau?" Maka penderita akan menjawab: mula-mula, ia menjawab mau, namun sebentar lagi ia menjawab tidak mau, tidak tahu, atau mungkin hanya tertawa saja.

      Kerasukan Setan

      Apabila kita bertanya seperti pertanyaan di atas, maka penderita dengan segera akan melawan kita. Kalau ia kita suruh menyebut nama Yesus, maka ia tidak mau, bahkan ia dapat menggertakkan gigi, mengolok-olok nama Tuhan Yesus, atau menghujat nama Tuhan Yesus.

    12. Cara Menolong

      Sakit Jiwa

      Secepat mungkin mengirimkannya kepada spesialis penyakit jiwa atau psikiater, agar diberi obat atau "shock treatment". Penyembuhannya mungkin akan memerlukan jangka waktu yang lama.

      Kerasukan Setan

      Tidak dapat ditolong dengan obat-obatan macam apa pun. Jalan satu-satunya untuk menolong penderita adalah mengusir setan dengan beralaskan nama Tuhan Yesus. Setelah setan itu keluar, orang tersebut akan segera sembuh atau pulih kembali.

    13. Waktu Doa dan Mengusir Setan

      Sakit Jiwa

      Orang yang sakit jiwa tidak tahu tentang apa yang akan kita perbuat. Mungkin juga penderita bereaksi aneh-aneh pada waktu kita sedang berdoa, misalnya menarik pakaian kita, tertawa, tidur, atau melarikan diri.

      Kerasukan Setan

      Pada waktu kita berdoa untuk mengusir setan beralaskan nama Tuhan Yesus, penderita akan melawan, memberontak, marah-marah, memaki, dan kadang-kadang menjadi kejang serta menggertakkan gigi, berteriak, jatuh, lalu pingsan. Pada waktu setan itu keluar, orang itu kelihatan seperti kejang, kemudian merasa letih dan lemah. Pada saat itu, ia dapat mengerti apa yang telah terjadi atas dirinya, bahwa setan sudah merasukinya dan kini telah keluar.

    14. Setelah Sembuh

      Sakit Jiwa

      Setelah diberi "shock treatment", penderita sadar bahwa pikirannya kosong, letih, dan bingung. Ia tidak dapat mengingat apa yang telah terjadi atas dirinya.

      Kerasukan Setan

      Setelah setan diusir, penderita merasa letih dan lemah, tetapi saat itu juga ia dapat mengerti apa yang telah terjadi atas dirinya.

    15. Bimbingan Lanjutan

      Sakit Jiwa

      Setelah disembuhkan, penderita memerlukan damai sejahtera di dalam Tuhan Yesus, serta dikuatkan dalam firman Tuhan.

      Kerasukan Setan

      Setelah ia dibebaskan dari belenggu setan, pertama-tama ia harus bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat pribadinya.

  2. Prinsip-prinsip Mengusir Setan

    1. Pertama-tama, kita harus membedakan apakah penderita sakit jiwa atau dirasuk setan. Untuk itu, perlu diadakan pemeriksaan sekurang-kurangnya tiga kali, barulah kemudian ditentukan. Sebaiknya pemeriksaan itu dilakukan oleh dua atau tiga orang beriman beserta seorang dokter bersama-sama.

    2. Kita harus menanyakan dan menyelidiki latar belakang serta sebab-sebabnya kepada keluarga penderita. Perlu juga ditanyakan, apakah keluarga penderita pernah mengundang dukun atau memakai jimat-jimat. Kalau hal ini pernah dilakukan, maka kita harus menjelaskan bahwa mereka harus memutuskan hubungan dengan dukun itu dan jimat-jimat harus dibuang atau dibakar, sebelum penderita dapat disembuhkan. Pada waktu kita hendak mendoakan penderita (mungkin saat itu banyak orang yang belum percaya yang turut hadir di tempat itu), mintalah dengan hormat agar semua orang itu keluar. Yang terutama harus kita ingat pada waktu kita berdoa yaitu jangan menumpangkan tangan ke atas penderita sehingga kalau orang itu memberontak dan hendak menerkam kita, kita dapat memegangnya serta menekan dia, dan kita terus berdoa dan dengan menyebut demi nama Tuhan Yesus, kita mengusir setan.

    3. Mungkin hanya dengan sekali doa saja setan itu keluar, tetapi kadang-kadang ada yang kebal, setan itu kembali lagi serta mengancam hendak merasuk lagi. Dalam keadaan demikian, dengan tegas kita menjawab bahwa Tuhan Yesus dan Roh Kudus berada di dalam kita, dan kita adalah milik Tuhan Yesus. Apabila setan yang diusir itu berulang-ulang kembali, kita harus menanyakan apakah keluarga itu masih menyimpan jimat-jimat atau barang pemujaan yang lain, karena semua itu harus dibakar dan dibereskan terlebih dahulu.

    4. Apabila setan itu menuduhkan dosa-dosa kepada kita serta membongkar rahasia kita dengan tegas, kita menjawab bahwa kita sudah disucikan dan diampuni oleh darah Tuhan Yesus. Oleh karena itu, sebelum kita melakukan pekerjaan mengusir setan, kita harus memperbaiki diri kita sendiri di hadapan Tuhan terlebih dahulu.

    5. Sebaiknya jangan melakukan pekerjaan ini seorang diri. Kita perlu membentuk kelompok kerja (team work), seperti yang tertulis dalam Matius 18:18-20.

    6. Setelah setan itu diusir, penderita merasa letih, haus, dan lapar, sehingga kita harus memberi makan dan minum kepadanya. Kemudian kita harus mengabarkan Injil agar ia mau menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamatnya. Selain itu, ia harus diajak untuk setia ke gereja dan imannya harus dipelihara. Kita juga harus mengajak dia agar dapat melengkapi dirinya dengan senjata rohani, seperti yang tertulis dalam Efesus 6:10, sehingga pada saat ia digoda lagi, ia dapat tetap teguh dalam Tuhan Yesus.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

START_SUMBER: SUMBER 1: __Halaman :103 -- 109 __Bab : __Judul Artikel : __Penulis Artikel : __Nomor Edisi : __Tahun Edisi : __Judul Buku :Seri Diktat: Pembimbingan Penggembalaan __Judul Buku Asli : __Penulis Buku :Pdt. Lukas Tjandra __Penerjemah : __Penerbit :Seminari Alktitab Asia Tenggara __Kota :Malang __Status Bahan :Buku __Tahun Terbit :1992 __Website : __Email : END SUMBER 1 END_SUMBER

Komentar