Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

e-Konsel 063 - Kepahitan

Kepahitan

Menghadapi Kematian

Edisi C3I: e-Konsel 063 - Kepahitan

Tidak ada seorangpun di antara kita yang ingin menghadapi atau mengalami kepahitan dalam hidup ini. Namun kenyataan memberitahu

Sumber
Halaman: 
1 - 3
Judul Artikel: 
GKI Monrovia Newsletter, Maret 2003, Th. XVII No. 3
Penerbit: 
GKI Monrovia

Pulih dari Luka Batin

Edisi C3I: e-Konsel 063 - Kepahitan

  1. Apa penyebab luka batin?

    1. Penderitaan yang merobek jiwa (Amsal 27:9).
    2. Sumber
      Halaman: 
      13 - 14
      Judul Artikel: 
      Pemulihan Keselamatan
      Penerbit: 
      Solo Scriptura, Yogyakarta, 2001

Bahaya-bahaya Kepahitan yang Tak Terampuni

Edisi C3I: e-Konsel 063 - Kepahitan

Ayat Hafalan: Matius 6:14-15; Efesus 4:31-32

Kadang-kadang orang berkata dengan marah, "Dia tidak pantas untuk mendapatkan pengampunan dari saya. Apa yang ia telah lakukan sama sekali tidak dapat diampuni. Faktanya, ia cuma seorang yang tolol." Mungkin benar bahwa orang ini tidak pantas memperoleh pengampunan Anda, namun pertanyaan yang riil adalah: Apakah Anda merindukan kesehatan mental dan fisik? Apakah Anda menginginkan damai di pikiran Anda? atau Apakah Anda menginginkan konsekuensi logis akibat memendam iri hati dan mengabadikan kepahitan Anda?

Marilah kita mulai dengan mengamati amarah itu sendiri. Amarah adalah sebuah reaksi emosional yang membutuhkan energi.

Sumber
Halaman: 
113 - 118
Judul Artikel: 
The Healthy Christian Life - Kehidupan Kristen yang Sehat
Penerbit: 
Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang, 2003

Editorial

Edisi C3I: e-Konsel 063 - Kepahitan

Masalah kejiwaan memang mencakup berbagai persoalan yang berhubungan dengan emosi seseorang. Terkadang dari satu masalah bisa bersambung

Surat

Edisi C3I: e-Konsel 063 - Kepahitan

Dari: "Yusuf" <serve4u@>
>Syalom
>Aduh saya mendapatkan berkat sekali dari membaca cakrawala Anda,

Stop Press

Edisi C3I: e-Konsel 063 - Kepahitan

-*- SITUS-SITUS YANG MELAYANI MASALAH KEJIWAAN -*- ... baca selengkapnya »

Komentar


Syndicate content