Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

e-Konsel 120 - Panggilan untuk Melayani Tuhan

e-Konsel 120 - Panggilan untuk Melayani Tuhan

Panggilan untuk Melayani Tuhan

Panggilan untuk Melayani Tuhan

Apakah Pelayanan Itu Suatu Karier?

Edisi C3I: e-Konsel 120 - Panggilan untuk Melayani Tuhan

Ben Patterson *)

Cara kita memandang tugas dapat mengubah apa yang ada dalam dunia--dan juga gereja.

Saya sedang berlutut pada anak tangga di altar dengan beberapa tangan yang ditumpangkan pada pundak saya. Saat itu adalah upacara penahbisan tugas pelayanan saya. Kelihatannya, pendeta sengaja menaikkan doa yang panjang sekali agar Tuhan memberkati dan memberikan kuasa-Nya pada saya. Kaki saya mulai terasa kram. Peluh bercucuran pada jubah hitam saya yang berasal dari Eropa Utara. Tidaklah mengherankan mengingat panasnya wilayah Selatan California petang itu. Lutut saya pun seolah-olah terasa luluh di karpet merah itu. ... baca selengkapnya »

Editorial

Edisi C3I: e-Konsel 120 - Panggilan untuk Melayani Tuhan

Menjadi pelayan Tuhan sepenuh waktu bukanlah suatu pilihan yang mudah diambil. Banyak pergumulan dan rintangan yang harus dilalui

Stop Press

Menaati Panggilan Tuhan (II)

Edisi C3I: e-Konsel 120 - Panggilan untuk Melayani Tuhan

Berikut ini merupakan "sharing" dari Sdr. Ing Ciek (I) dan Ibu Wulan (W) tentang pergumulan mereka sebelum masuk seminari dan menjadi hamba Tuhan. Perbincangan ini juga menghadirkan narasumber Pdt. Dr. Paul Gunadi Ph.D (P). Silakan menyimak, semoga menjadi berkat.

T : Masih adakah keraguan setelah setahun menenangkan diri dan
merasa mantap masuk Seminari?
J(W): Kenyataannya ada beberapa kali, yaitu godaan dari luar berupa
tantangan, dan dari dalam yaitu pergumulan dari dalam diri
sendiri.
Sumber
Halaman: 
--
Judul Artikel: 
TELAGA - Kaset T147B
Penerbit: 
http://www.telaga.org/transkrip.php?menaati_panggilan_tuhan_2.htm

Apakah Pelayanan Itu Suatu Karier?

Edisi C3I: e-Konsel 120 - Panggilan untuk Melayani Tuhan

Cara kita memandang tugas dapat mengubah apa yang ada dalam dunia-- dan juga gereja.

Saya sedang berlutut pada anak tangga di altar dengan beberapa tangan yang ditumpangkan pada pundak saya. Saat itu adalah upacara penahbisan tugas pelayanan saya. Kelihatannya, pendeta sengaja menaikkan doa yang panjang sekali agar Tuhan memberkati dan memberikan kuasa-Nya pada saya. Kaki saya mulai terasa kram. Peluh bercucuran pada jubah hitam saya yang berasal dari Eropa Utara. Tidaklah mengherankan mengingat panasnya wilayah Selatan California petang itu.

Sumber
Halaman: 
46--50
Judul Artikel: 
Kepemimpinan, Volume 18 Tahun V
Penerbit: 
Yayasan Andi, Yogyakarta 1990

Komentar


Syndicate content