Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

e-Konsel 182 - Kebangkitan Yesus

Kebangkitan Yesus

Haruskah Orang Kristen Percaya Kebangkitan?

Edisi C3I: e-Konsel 182 - Kebangkitan Yesus

"Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu." (1 Korintus 15:14) Alkitab mengajarkan bahwa hak untuk menyebut diri sebagai orang Kristen hanya dimiliki beberapa orang tertentu. Hal ini tidak berarti bahwa setiap orang yang termasuk non-Yahudi, non-Buddha, atau non-Muslim dapat secara otomatis mencap diri mereka sebagai orang Kristen. Bahkan setiap orang yang merasa diri mereka anggota gereja Protestan, gereja Katolik, atau pun
Sumber
Halaman: 
7 -- 9
Judul Buku: 
Berita Mimbar (April 1997, No.209, Th.XVII)
Pengarang: 
Spiros Zodhiates
Penerbit: 
Yayasan Berita Hidup
Kota: 
Solo
Tahun: 
1997

Makna Kebangkitan Kristus

Edisi C3I: e-Konsel 182 - Kebangkitan Yesus

Rasul Paulus, salah seorang pengikut Kristus yang sebelum bertobat menjadi penantang-Nya bahkan membunuh orang-orang Kristen, menulis bahwa jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kita (baca: 1 Korintus 15:17). Peristiwa kebangkitan tersebut sangat penting karena kebangkitan Kristus bermakna sebagai berikut. Mengesahkan bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Allah yang tidak dapat ditaklukkan oleh maut, bahkan maut telah dikalahkannya (baca Yohanes 11:25). Oleh karena itu, barang siapa

Rasul Paulus, salah seorang pengikut Kristus yang sebelum bertobat menjadi penantang-Nya bahkan membunuh orang-orang Kristen, menulis bahwa jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kita (baca: 1 Korintus 15:17). Peristiwa kebangkitan tersebut sangat penting karena kebangkitan Kristus bermakna sebagai berikut. ... baca selengkapnya »

Sumber
Judul Artikel: 
Makna Kebangkitan Kristus
Situs: 

http://www.sabda.org/publikasi/misi/2003/15/ (Dipublikasikan di e-Jemmi 15 Vol. 6/2003)

Arti Kebangkitan Yesus

Edisi C3I: e-Konsel 182 - Kebangkitan Yesus

Yohanes 20:11-18 Maria Magdalena menangis karena kasihnya kepada Yesus. Saat itu, malaikat di depannya dan Yesus sendiri di belakangnya. Baik ucapan malaikat maupun sabda Tuhan Yesus menekankan belas kasih terhadap Maria. Jawaban Maria menunjukkan imannya kepada Yesus meski dalam keterbatasannya ia berpikir Yesus sudah mati. Tetapi, Yesus yang sama tetap adalah "Tuhan" baginya (ayat 13). Semula Yesus dianggapnya salah seorang tukang kebun Yusuf Arimatea (ayat 14-15). Tetapi, begitu Yesus menyebut

Kebangkitan (Resurrestion)

Edisi C3I: e-Konsel 182 - Kebangkitan Yesus

Kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus tidak hanya ditulis di Kitab Injil saja, dalam Perjanjian Lama pun, kisah ini telah dinubuatkan. Inilah ayat-ayat dalam Alkitab yang berkaitan dengan peristiwa kebangkitan Yesus. Perjanjian Lama Ayub 14:12-15; 19:25-27 Mazmur 16:9-10; 17:15; 49:15 Yesaya 25:8; 26:19 Yehezkiel 37:1-14 Daniel 12:2-3; 13 Hosea 13:14 Perjanjian Baru Matius 22:23-32; 24:31; 25:1-13; 27:52-53 Lukas 14:14; 20:35-38 Yohanes 5:21, 25, 28-29; 6:39-40, 44, 54; 11:23-25; 14:19 Kisah

Kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus tidak hanya ditulis di Kitab Injil saja, dalam Perjanjian Lama pun, kisah ini telah dinubuatkan. Inilah ayat-ayat dalam Alkitab yang berkaitan dengan peristiwa kebangkitan Yesus. ... baca selengkapnya »

Pengantar

Edisi C3I: e-Konsel 182 - Kebangkitan Yesus

Salam dalam kasih Kristus, Sebelum Yesus disalib, Ia sudah berpesan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia akan mati namun akan bangkit lagi pada hari ketiga untuk menggenapi rencana Allah. Awalnya, para murid takut, sedih, dan bingung saat melihat Guru mereka mati. Mereka baru menyadari pesan Yesus ketika akhirnya mereka melihat sendiri Yesus bangkit dan menjumpai mereka. Sukacita mengisi hati mereka. Sukacita itu hendaknya juga memenuhi hati kita saat ini, ketika kita kembali memperingati dan merayakan

Haruskah Orang Kristen Percaya Kebangkitan?

Edisi C3I: e-Konsel 182 - Kebangkitan Yesus

"Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu." (1 Korintus 15:14) ... baca selengkapnya »

Komentar


Syndicate content