Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

e-Konsel 201 - Bahasa Kasih

Bahasa Kasih

Kasih Dalam Cara yang Sederhana

Edisi C3I: e-Konsel 201 - Bahasa Kasih

Salam dalam kasih Yesus Kristus,

Berulang kali, bahkan dalam setiap kebaktian di gereja, kita selalu diingatkan untuk selalu mengasihi Tuhan Allah dan sesama kita. Tampaknya hanya perintah sederhana, namun pada kenyataannya sulit bagi kita untuk bisa selalu melakukan perintah ini. Meskipun demikian, tidak perlu patah semangat karena kasih tetap bisa diwujudkan melalui banyak cara, bahkan melalui cara yang paling sederhana sekalipun. Justru kita harus selalu bersyukur karena kita selalu diingatkan untuk berusaha bisa menjalankan perintah ini. ... baca selengkapnya »

Publikasi Bagi Para Pelayan Sekolah Minggu: e-Binaanak

Edisi C3I: e-Konsel 201 - Bahasa Kasih

Guru sekolah minggu punya tanggung jawab besar dari Tuhan. Membawa anak-anak datang kepada-Nya merupakan tugas yang sangat istimewa dari Tuhan. Apakah Anda sudah siap mengemban tugas ini? Apakah Anda sudah menyiapkan diri dengan seluruh atribut dan perlengkapan untuk dapat melayani Tuhan melalui anak-anak dengan lebih baik? ... baca selengkapnya »

Guru dan Murid Sekaligus

Edisi C3I: e-Konsel 201 - Bahasa Kasih

Pernikahan tidak untuk semua orang. Saya mengamat-amati bahwa ada karakteristik tertentu yang menyulitkan kita untuk hidup dengan orang lain, dan sudah tentu karakteristik seperti ini juga akan menghalangi kita untuk hidup rukun dengan pasangan kita. Salah satu karakteristik yang mutlak diperlukan dalam pernikahan ialah sikap fleksibel.

Sikap fleksibel bukan berarti tidak memunyai pendirian atau dengan kata lain selalu menurut. Sikap fleksibel merupakan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan tanpa harus kehilangan dirinya sendiri. Orang yang fleksibel adalah orang yang dapat membedakan antara pendirian dan gaya hidup. Dengan kata lain, orang yang fleksibel adalah orang yang tahu membedakan hal-hal yang hakiki dan hal-hal yang sepele. Pendirian menyangkut nilai moral rohani, sedangkan gaya hidup merupakan kebiasaan yang kita pelajari dari lingkungan. ... baca selengkapnya »

Sumber
Judul Artikel: 
Eunike (Buletin)

Komentar


Syndicate content