Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

e-Konsel 254 - Merdeka dari Kekhawatiran

e-Doa

Edisi C3I: e-Konsel 254 - Merdeka dari Kekhawatiran

e-Doa adalah sebuah milis yang lahir dari kerinduan YLSA untuk memberikan bahan-bahan tulisan seperti renungan, artikel, kesaksian, tokoh bagi para pendoa Kristen Indonesia. Diharapkan milis ini dapat memperkaya pendoa Kristen Indonesia dalam kehidupan spiritual dan kehidupan mereka sehari-hari. Selain itu, diharapkan dapat memberikan inspirasi dan penguatan melalui pelayanan doa. ... baca selengkapnya »

e-Doa

Edisi C3I: e-Konsel 254 - Merdeka dari Kekhawatiran

e-Doa adalah sebuah milis yang lahir dari kerinduan YLSA untuk memberikan bahan-bahan tulisan seperti renungan, artikel, kesaksian, tokoh bagi para pendoa Kristen Indonesia. Diharapkan milis ini dapat memperkaya pendoa Kristen Indonesia dalam kehidupan spiritual dan kehidupan mereka sehari-hari. Selain itu, diharapkan dapat memberikan inspirasi dan penguatan melalui pelayanan doa.

Milis ini sifatnya terbuka bagi denominasi gereja mana pun. Dengan menjadi pelanggan e-DOA, maka secara otomatis Anda juga menjadi pelanggan publikasi berikut: ... baca selengkapnya »

Langkah Praktis Mengatasi Kekhawatiran

Edisi C3I: e-Konsel 254 - Merdeka dari Kekhawatiran

Diringkas oleh: Sri Setyawati

Biasanya, kekhawatiran kita tidak berkembang sampai pada taraf fobia. Pada waktu harus berbicara di depan umum, mungkin Saudara merasa tegang dan khawatir. Mungkin Saudara cemas menghadapi situasi baru. Lutut Saudara bisa saja gemetar dan lemas, dan perut Saudara terasa sakit karena takut, tetapi pada akhirnya Saudara dapat mengatasi keadaan Saudara.

Berikut ini empat faktor yang sering menjadi penyebab kekhawatiran.

  1. Khawatir membuat kesalahan di depan umum.
  2. Khawatir membuat orang marah.
  3. Khawatir kehilangan kasih.
  4. Khawatir karena merasakan sakit secara fisik dan kematian.

Bagaimana Mengalahkan Kekhawatiran?

Edisi C3I: e-Konsel 254 - Merdeka dari Kekhawatiran

Sebagian besar manusia menghadapi dua macam kekhawatiran: keraguan akan kesanggupan Tuhan untuk menolong kita, dan risau tentang keteledoran dan ketidakbijaksanaan diri kita sendiri. Kita perlu membedakan dengan jelas di antara keduanya.

Seandainya kita diganggu oleh kekhawatiran yang pertama, kita perlu menyadari bahwa Tuhan mampu dan Ia sedang memerhatikan kita. Kekhawatiran semacam itu tidak patut bagi orang yang beriman. Sebaliknya, bila kita risau karena merasa khawatir, kita tentu tidak bisa mengerjakan berbagai hal dengan tepat.

Dalam 1 Korintus 9:27 Paulus berkata, "Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak." Paulus memunyai kekhawatiran yang masuk akal, bahwa manusia lahiriahnya dan kecenderungannya sendiri untuk berbuat dosa -- jika tidak diperiksa dengan baik -- kemungkinan akan menyebabkan kemuliaan Tuhan berkurang di dalam hidupnya. Ini adalah kekhawatiran yang dapat dibenarkan. ... baca selengkapnya »

Merdeka dari Kekhawatiran

Edisi C3I: e-Konsel 254 - Merdeka dari Kekhawatiran

Shalom,

Apakah Anda pernah merasa khawatir? Apa saja yang biasanya membuat Anda khawatir? Sebagai manusia, perasaan khawatir merupakan hal yang wajar, asalkan jangan sampai kekhawatiran tersebut menguasai Anda. Mengapa? Kekhawatiran adalah sesuatu yang bisa mengambil damai sejahtera Anda. Jika Anda membiarkan diri tenggelam dalam kekhawatiran, tidak ayal lagi, Anda akan merasakan kecemasan yang dapat membuat diri Anda semakin merasa sengsara. Anda tentu tidak ingin hal ini terjadi, bukan? Bagi Anda yang masih bergumul dan "terjajah" dengan rasa khawatir, e-Konsel telah menyiapkan sebuah bimbingan alkitabiah dan tip untuk disimak. Dalam edisi ini, Anda juga bisa mendapatkan info tentang publikasi e-Doa yang kami harapkan bisa memberikan manfaat bagi Anda. Selamat menyimak sajian dari e-Konsel, kiranya sajian kami berguna bagi Anda dalam menolong orang lain maupun menolong diri Anda sendiri. Tuhan memberkati.

Pimpinan Redaksi e-Konsel,
Sri Setyawati
< setya(at)in-christ.net >

Komentar


Syndicate content