Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I

Editorial

Edisi C3I: e-Konsel 161 - Anak dan Video Games

Salam dalam Kasih Yesus Kristus,

Dulu ketika saya masih kecil, orang tua saya sering bercerita mengenai permainan tradisional yang sering dimainkan bersama teman-teman mereka. Permainan ini menggunakan peralatan sederhana yang ada di sekitar mereka, dilakukan bersama-sama dengan teman-teman mereka di suatu tempat yang luas, dan tak jarang permainan itu membutuhkan banyak energi agar lebih ramai lagi.

Kini, permainan tradisional itu sudah jarang ditemui lagi. Kecanggihan teknologi telah menghadirkan berbagai macam permainan yang bisa dimainkan di dalam rumah, hanya dengan memerhatikan gambar yang muncul di layar kaca dan menekan tombol-tombol yang ada. Ya, video games telah menggeser keberadaan permainan tradisional. Karena permainan ini bisa dilakukan di dalam rumah, maka tak jarang orang tua pun rela mengeluarkan biaya yang tidak sedikit demi menyediakan video games bagi anak-anak mereka. Dengan bermain di rumah, orang tua tidak perlu bersusah payah mengawasi anak-anak mereka. Dan dengan demikian, mereka bisa tetap melakukan pekerjaan rumah atau tetap bekerja di luar rumah tanpa perlu merasa kuatir anak berkeliaran di luar rumah.

Boleh dikata, orang tua menganggap video games dapat meringankan sedikit beban mereka dalam mengasuh dan mengawasi anak-anak mereka. Benarkah demikian? Pernahkah terpikir dampaknya bagi anak-anak? Benarkah video games adalah permainan yang ideal bagi anak-anak? Mari kita lihat lebih jauh dampak video games ini kepada anak-anak dalam sajian berikut. Kiranya sajian ini bisa menolong kita untuk lebih bijak lagi dalam menyediakan fasilitas bagi anak-anak. Kiranya menjadi berkat bagi kita dalam mendidik dan mengasuh anak-anak.

Pimpinan Redaksi e-Konsel, Christiana Ratri Yuliani

Komentar