Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I

e-Konsel, 19 Maret 2013, Volume 2013, No. 336

Penyaliban Yesus
Jelajah Buku

Kurban Pendamaian

Edisi C3I: e-Konsel 336 - Penyaliban Yesus

"Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib." (Filipi 2:8)

Berbicara tentang Paskah (Passover), maka pemikiran kita akan diproyeksikan kembali pada sejarah Paskah, saat Bangsa Israel akan keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan, tanah yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham sebagai miliki pusakanya. Ketika itu, Tuhan hendak menghukum Bangsa Mesir dengan "membinasakan" semua anak sulung yang ada di sana (Keluaran 11:4-6; 12:12). Pada saat itu, Tuhan melewati (pass over) setiap rumah orang Israel (Keluaran 12:13). Mengapa Tuhan melewati rumah Bangsa Israel? Karena Tuhan sudah melihat tanda pada setiap ambang pintu dan ambang batas rumah Bangsa Israel dengan darah anak domba yang dikorbankan (Keluaran 12: 4,13). Karena itu, Tuhan meluputkan Bangsa Israel dari malapetaka yang akan terjadi karena ada pengurbanan. Dan, Paskah ini menjadi peringatan bagi Bangsa Israel secara turun-temurun sebagai hari raya untuk Tuhan (Keluaran 12:14). Menilik kembali apa yang dicatat dalam kebenaran firman Tuhan di kemudian hari setelah bangsa itu keluar dari tanah Mesir, kita akan menemukan bahwa pengurbanan binatang merupakan sesuatu yang lazim dilakukan sebagai korban penghapus dosa, korban pendamaian, dan persembahan kepada Tuhan. Binatang yang paling lazim untuk dipersembahkan adalah domba. ... baca selengkapnya »

Kuasa Darah Yesus di Kayu Salib

Edisi C3I: edisi 336 - Penyaliban Yesus

Judul buku : Kuasa Darah Yesus di Kayu Salib
Judul asli : The Power of The Blood of the Cross
Penulis/Penyusun : Andrew Murray
Penerjemah : Ny. Paul A. Rajoe
Editor : --
Penerbit : Yakin, Surabaya
Ukuran buku : 13,5 x 20 cm
Tebal : 155 halaman
ISBN : --
Buku Online : --
Download : --

Darah merupakan unsur penting dalam tubuh manusia. Darah juga dapat diidentikkan dengan kehidupan. Tanpa darah, manusia tidak dapat hidup. Darah juga merupakan unsur penting dalam proses penebusan. Dalam Perjanjian Lama, ketika seseorang berbuat dosa, ia harus menyembelih binatang (domba jantan, burung tekukur) dan mencurahkan darahnya untuk menghapus dosa. Namun, hal ini tidak berlaku lagi sejak Yesus Kristus menyerahkan diri-Nya untuk disalib dan mencurahkan darah-Nya bagi penebusan dosa manusia, sekali untuk selamanya. ... baca selengkapnya »

Penyaliban Yesus

Komentar