Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Fokus C3I Agustus 2007 - Mengatasi Kecanduan Kerja

Fokus C3I Agustus 2007 - Mengatasi Kecanduan Kerja

Bekerja merupakan tugas yang sudah diberikan kepada manusia sejak zaman penciptaan. Adam dan Hawa bekerja dengan memelihara segala sesuatu yang ada di Taman Firdaus karena dari situlah mereka mendapatkan pemenuhan kebutuhan hidup mereka. Sedangkan di zaman ini, kita bekerja untuk mendapatkan uang dan bahkan kedudukan yang mungkin akan membantu kita dalam mencukupi kebutuhan hidup. Tak jarang pula kita mendapatkan kepuasan tersendiri bila kita mampu menyelesaikan pekerjaan yang dirasa sulit atau cukup berat.

Pada masa yang penuh persaingan ini, ada banyak tuntutan yang mau tidak mau harus dipenuhi demi tercapainya target yang diharapkan. Hal ini sering kali menyebabkan seseorang harus bekerja keras melebihi batas waktu yang biasa diterapkan. Bila hal ini terus-menerus dikerjakan, ada kemungkinan orang tersebut menjadi seorang "workaholic" -- orang yang kecanduan bekerja atau gila kerja. Orang yang gila kerja akan selalu merasa kurang atau merasa bersalah bila ada sedikit saja waktu yang digunakan atau diluangkan untuk bersenang-senang ataupun melakukan apa saja selain bekerja.

Nah, apakah Sahabat C3I termasuk seorang "workaholic"? Bila ya, Redaksi berharap artikel yang tersaji berikut bisa menolong Anda untuk lepas dari jeratnya. Sedangkan bagi Sahabat C3I lainnya, Redaksi berharap sajian ini bisa menjadi tanda awas supaya jangan sampai terjebak menjadi seorang pencandu kerja. Ok, silakan simak, kiranya menjadi berkat.

Bekerja merupakan tugas yang sudah diberikan kepada manusia sejak zaman penciptaan. Adam dan Hawa bekerja dengan memelihara segala sesuatu yang ada di Taman Firdaus karena dari situlah mereka mendapatkan pemenuhan kebutuhan hidup mereka. Sedangkan di zaman ini, kita bekerja untuk mendapatkan uang dan bahkan kedudukan yang mungkin akan membantu kita dalam mencukupi kebutuhan hidup. Tak jarang pula kita mendapatkan kepuasan tersendiri bila kita mampu menyelesaikan pekerjaan yang dirasa sulit atau cukup berat.

Pada masa yang penuh persaingan ini, ada banyak tuntutan yang mau tidak mau harus dipenuhi demi tercapainya target yang diharapkan. Hal ini sering kali menyebabkan seseorang harus bekerja keras melebihi batas waktu yang biasa diterapkan. Bila hal ini terus-menerus dikerjakan, ada kemungkinan orang tersebut menjadi seorang "workaholic" -- orang yang kecanduan bekerja atau gila kerja. Orang yang gila kerja akan selalu merasa kurang atau merasa bersalah bila ada sedikit saja waktu yang digunakan atau diluangkan untuk bersenang-senang ataupun melakukan apa saja selain bekerja.

Nah, apakah Sahabat C3I termasuk seorang "workaholic"? Bila ya, Redaksi berharap artikel yang tersaji berikut bisa menolong Anda untuk lepas dari jeratnya. Sedangkan bagi Sahabat C3I lainnya, Redaksi berharap sajian ini bisa menjadi tanda awas supaya jangan sampai terjebak menjadi seorang pencandu kerja. Ok, silakan simak, kiranya menjadi berkat.

Gaya Hidup yang Dikuasai Target

Apakah gaya hidup yang dikuasai target itu salah? Bagaimana kita mengukur target agar dapat memotivasi kita untuk lebih produktif? Bagaimana peran diri kita sendiri untuk menetapkan target secara bijaksana? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, silakan menyimak ringkasan diskusi TELAGA dengan Pdt. Dr. Paul Gunadi sebagai narasumbernya. ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
--
Judul Artikel: 
TELAGA - Kaset T087B (e-Konsel Edisi 031)
Penerbit: 
--

Keluar dari Jerat "Workaholic"

KELUAR DARI JERAT "WORKAHOLIC"

Bagi sebagian pria, pekerjaan mungkin merupakan atribut utama dalam hidupnya sehingga mereka rela meluangkan waktu dan energinya begitu rupa. Ada juga yang senang sekali bekerja asalkan mendapatkan uang, status tertentu, atau sebenarnya hanya karena kewajiban semata, dan lain sebagainya. Apa pun alasannya, kita tidak boleh menjadikan pekerjaan sebagai hal yang terutama dan mengabaikan aspek lainnya dalam hidup. Rajin bekerja adalah baik, tapi bekerja tanpa tahu waktu adalah gaya hidup yang tidak sehat. Lebih gawatnya lagi kalau tanpa disadari bekerja telah menjadi "berhala" bagi kita. Simak penuturan dua pria berikut ini seputar bekerja. ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
63 -- 64
Judul Artikel: 
GetLife!, Tahun III/Edisi no.27
Penerbit: 
GetmeDia (Yayasan Pelita Indonesia), Bandung.

Memperilah Pekerjaan

MEMPERILAH PEKERJAAN

Bacaan: Keluaran 20:1-6
Nats: "Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku" (Keluaran 20:3)

Kemampuan untuk bekerja adalah suatu karunia yang luar biasa, tetapi apakah kita terlalu mengagungkannya? Dahulu, orang menyelesaikan tugasnya di kantor, tetapi sekarang mereka pun bekerja di rumah lewat e-mail dan telepon. ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
--
Judul Artikel: 
--
Judul Buku: 
Publikasi e-RH Edisi 21 Februari 2003

Kecanduan Kerja

Edisi C3I: e-Konsel 132 - PASKAH

KECANDUAN KERJA

Seperti "-aholics" lainnya, "workaholic" juga merupakan kecanduan

Sumber
Halaman: 
--
Judul Artikel: 
All About Life Challenges
Penerbit: 
--

Tiga Hal dalam Memilih Karier

Edisi C3I: e-Konsel 131 - Kecanduan Kerja

Selama bertahun-tahun, saya memberikan konseling kepada para mahasiswa yang bersiap-siap hendak memilih karier. Saya melihat bahwa di antara para mahasiswa Kristen, pertanyaan yang paling penting adalah, "Bagaimana saya bisa mengetahui kehendak Tuhan dalam hidup saya?" Sudah tentu bagian dari persoalan tersebut adalah pertanyaan tentang karier.

Pertanyaan ini tidak terbatas pada mahasiswa perguruan tinggi saja. Saya juga mendengarnya dari orang-orang yang lebih tua yang hendak pindah ke karier kedua atau ketiga.

Sumber
Halaman: 
899 -- 901
Judul Artikel: 
Penerapan Praktis Pola Hidup Kristen
Penerbit: 
Gandum Mas, Yayasan Kalam Hidup, YAKIN, 2002

Bagaimanakah Saya Harus Memandang akan Hal Bersantai dan Beristirahat?

Edisi C3I: e-Konsel 102 - Beristirahat Sejenak

Kesibukan yang kronis dan kebosanan yang menghancurkan, kedua-duanya adalah tanda-tanda bahwa kita tidak mengenali perspektif Allah tentang bekerja dan beristirahat.

Sumber
Halaman: 
235 - 237
Judul Artikel: 
Kompas Kehidupan Kristen
Penerbit: 
Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1989

Komentar


Syndicate content