Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Fokus C3I April 2012 - Pengorbanan-Nya

Fokus C3I April 2012 - Pengorbanan-Nya

Shalom,

Pengurbanan sejati tidak akan pernah kita dapatkan dari siapa pun kecuali Yesus, yang diberikan Allah Bapa untuk menebus dosa kita. Karena Kasih-Nya begitu besar, Allah merelakan Anak-Nya yang Tunggal untuk menderita di kayu salib. Kita sebagai orang-orang tebusan, hendaknya meneladani Kasih-Nya untuk kita bagikan kepada sesama. Melalui sajian fokus di bawah ini, kiranya kita belajar dan meneladani pengurbanannya. Selamat menyimak, Tuhan memberkati.

Tuhan memberkati.

Shalom,

Pengurbanan sejati tidak akan pernah kita dapatkan dari siapa pun kecuali Yesus, yang diberikan Allah Bapa untuk menebus dosa kita. Karena Kasih-Nya begitu besar, Allah merelakan Anak-Nya yang Tunggal untuk menderita di kayu salib. Kita sebagai orang-orang tebusan, hendaknya meneladani Kasih-Nya untuk kita bagikan kepada sesama. Melalui sajian fokus di bawah ini, kiranya kita belajar dan meneladani pengurbanannya. Selamat menyimak, Tuhan memberkati.

Tuhan memberkati.

Alasan Mengapa Kristus Menderita dan Mati

UNTUK MENANGGUNG MURKA ALLAH

Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" (Galatia 3:13)

Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian (propisiasi) karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. (Roma 3:25) ... baca selengkapnya »

Wujud Cinta Sejati Adalah Rela Berkorban

Oleh: Mual Situmeang (Peserta Kelas Diskusi Paskah Maret 2010)

Yohanes 3:16, "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."

Konsep cinta dan pengorbanan adalah dua kesatuan yang tak terpisahkan. Wujud cinta sejati adalah rela berkorban. Bagaimana manusia menyatakan kasih yang sejati adalah dengan pengorbanannya sepenuh hati dan tanpa paksaan. Sepanjang sejarah manusia banyak contoh mengenai cinta dan pengorbanan manusia sebagai wahyu umum tentang kesejatian cinta. Misalnya, cinta tanah air dengan mengorbankan jiwa raganya membela negara, cinta keluarga dan sesama manusia bisa juga mengorbankan segalanya demi cintanya rela memberikan sebagin anggota tubuhnya untuk kehidupan orang lain, dsb. ... baca selengkapnya »

Yesus Mati Supaya Manusia Hidup

Oleh: Ryo Yusak (Peserta Kelas Diskusi Paskah Maret 2011)

Filipi 2:8; "Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib."

Pengorbanan membawa maksud "merelakan diri untuk melakukan sesuatu tanpa adanya paksaan”. Dalam rencana Allah untuk menyelamatkan manusia dari kematian akibat dosa sejak kejatuhan Adam maka satu hal yang sebenarnya tidak terpikir oleh manusia ialah karya Allah dalam mengaruniakan Anak Tunggal-Nya Yesus Kristus menjadi manusia untuk menggenapi rencana agung-Nya, yaitu keselamatan. ... baca selengkapnya »

Kematian Yesus dan Pengorbanan yang Menyelamatkan

Edisi C3I: e-Konsel 203 - Kematian Yesus

Bayangkan apa yang akan dialami para murid-murid Yesus jika pada akhir pekerjaan-Nya di bumi, Yesus Kristus tiba-tiba menghilang, mengabaikan hal yang paling ditakutkan dalam peradaban manusia -- maut. Mungkin tiba-tiba firman-Nya hanya akan menjadi sekadar kata-kata tak berarti, dan makna agung dari pengorbanan-Nya di kayu salib mungkin hilang. Semua hal yang dilakukan-Nya, selain kematian-Nya, mungkin akan membuat firman-Nya dianggap palsu, sedangkan Tuhan tidak memberikan segala sesuatu yang palsu kepada kita. ... baca selengkapnya »

Komentar


Syndicate content