Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Fokus C3I Desember 2005 - Mengapa Natal Begitu Istimewa?

Fokus C3I Desember 2005 - Mengapa Natal Begitu Istimewa?

Setiap bulan Desember, hampir seluruh umat Kristen di dunia merayakan Natal. Bahkan di Jepang yang mayoritas penduduknya bukan Kristen pun, jalanan dan pusat-pusat perbelanjaannya dipenuhi dengan berbagai dekorasi Natal yang meriah. Selama berabad-abad, Natal memang telah memberi warna istimewa bagi dunia. Karena itu inilah saat yang tepat untuk merenungkan pertanyaan "Mengapa Natal begitu istimewa?" Apa sebenarnya yang terjadi di balik perayaan Natal?

Bersama dengan C3I, kami ingin mengajak Anda untuk merenungkan pertanyaan ini bersama-sama. Lebih dari sekadar perayaan syahdu nan indah, Natal memiliki makna yang jauh lebih dalam, karena di balik semua itu, Allahlah yang sebenarnya telah merencanakan dan mengatur terjadinya peristiwa terbesar yang pernah terjadi di alam semesta ini. Kiranya melalui sajian-sajian Natal di Fokus C3I ini, Anda akan menemukan keistimewaaan di balik peristiwa Natal yang luar biasa. Selamat merayakan Natal 2005!

Setiap bulan Desember, hampir seluruh umat Kristen di dunia merayakan Natal. Bahkan di Jepang yang mayoritas penduduknya bukan Kristen pun, jalanan dan pusat-pusat perbelanjaannya dipenuhi dengan berbagai dekorasi Natal yang meriah. Selama berabad-abad, Natal memang telah memberi warna istimewa bagi dunia. Karena itu inilah saat yang tepat untuk merenungkan pertanyaan "Mengapa Natal begitu istimewa?" Apa sebenarnya yang terjadi di balik perayaan Natal?

Bersama dengan C3I, kami ingin mengajak Anda untuk merenungkan pertanyaan ini bersama-sama. Lebih dari sekadar perayaan syahdu nan indah, Natal memiliki makna yang jauh lebih dalam, karena di balik semua itu, Allahlah yang sebenarnya telah merencanakan dan mengatur terjadinya peristiwa terbesar yang pernah terjadi di alam semesta ini. Kiranya melalui sajian-sajian Natal di Fokus C3I ini, Anda akan menemukan keistimewaaan di balik peristiwa Natal yang luar biasa. Selamat merayakan Natal 2005!

Natal : Pengalaman Natal untuk Anak

Sangatlah ironis bahwa dewasa ini Natal menjadi saat yang paling materialistis dalam sepanjang tahun, padahal kita sedang merayakan ulang tahun Dia yang berkata,

Sumber
Halaman: 
127 - 129
Judul Artikel: 
Mengenalkan Allah kepada Anak
Penerbit: 
Yayasan Gloria, Yogyakarta, 1998

Natal Adalah "D-Day"

Ada dua macam pandangan tentang sejarah. Yang pertama, sejarah sebagai lingkaran. Sejarah dipandang sebagai rentetan peristiwa yang berputar dan berulang kembali tanpa arah dan tujuan. Seperti perputaran matahari atau bulan, sejarah adalah perputaran peristiwa yang tak berujung pangkal. Sejarah adalah ibarat lingkaran yang tidak ada habis-habisnya. Apa yang dulu lenyap akan muncul lagi untuk kemudian lenyap lagi dan kemudian muncul lagi.

Yang kedua, sejarah sebagai garis lurus. Sejarah dipandang sebagai rentetan peristiwa yang berkaitan satu sama lain dan mempunyai satu arah dan suatu tujuan. Jadi, sejarah mempunyai makna.

Sumber
Halaman: 
53 - 55
Judul Artikel: 
Selamat Natal
Penerbit: 
BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2002

Lahir Untuk Mati

Berapa banyak orang yang merayakan kelahiran Anda? Kalau seorang pangeran lahir, biasanya ada perayaan nasional yang besar. Tetapi

Sumber
Halaman: 
15 - 17
Judul Artikel: 
Hadiah yang Sempurna
Penerbit: 
Berita Hidup, Solo

Menghargai Natal di dalam Hati Kita

Edisi C3I: e-Konsel 077 - Selamat Natal

Bagaimana kita seharusnya merayakan Natal? (Renungkan Lukas 2:8-20)

Jika Anda bukan orang Kristen, cara yang terbaik untuk merayakan Natal adalah dengan menjadi orang Kristen, yaitu dengan percaya kepada Tuhan Yesus, meminta Dia agar masuk ke dalam hati Anda dan mengambil keputusan untuk mau mengikut Dia sebagai murid-Nya.

Tetapi, mungkin Anda sudah menjadi orang Kristen. Mungkin Anda sudah percaya kepada Tuhan Yesus.

Sumber
Halaman: 
205 - 207
Judul Artikel: 
Kristus di dalam Natal -- Perayaan Advent di Tengah Keluarga
Penerbit: 
Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1996

Badai Natal yang Mempersatukan Cinta

Seorang pendeta muda baru saja dipanggil untuk menjadi pendeta di sebuah jemaat, yang pada awal abad XIX merupakan gereja paling bergengsi di daerah perumahan orang-orang kaya di kota New York. Ketika pendeta muda itu ditahbiskan, persisnya bulan Oktober 1948, daerah tersebut telah berubah menjadi daerah kumuh dengan bangunan tua yang telah diabaikan pemiliknya, karena mereka pindah ke daerah pemukiman baru di pinggir kota yang lingkungannya jauh lebih segar. ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
8 - 9
Judul Artikel: 
BAHANA, No.6/Th.XIV/Vol.152-Desember 2003
Penerbit: 
Yayasan Andi, Yogyakarta, 2003

Karunia Berbagi Rasa

Hari itu malam Natal tahun 1933. Ibu bersiap-siap memanggang kue buah yang sangat sederhana, karena isinya hanya kismis. Walaupun kue

Sumber
Halaman: 
54 - 56
Judul Artikel: 
Kisah Nyata Seputar Natal
Penerbit: 
Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1993

Adakan Pesta Gaya Lama

Marilah kita bergembira,
Dan bernyanyi dengan suara ceria,
Karena tibalah saatnya, untuk bersuka-ria. ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
90 - 92
Judul Artikel: 
52 Cara Sederhana Membuat Natal Menjadi Istimewa
Penerbit: 
Interaksa, Batam, 1999

Buat Koleksi Hiasan untuk Tiap Anak

Biarkan setiap rumah terang bercahaya;
Biarkan puji pujian terus bergulir;
Dengan kemurahan yang tiada akhir
Kristus kita membawa damai sejahtera.

-- Robbins --

Apa yang membuat Natal benar-benar istimewa? Hiasan! Tanyakan pada orang dewasa mana pun untuk menceritakan seperti apa pohon Natal keluarganya dihiasi ketika ia masih kecil, dan kemungkinan besar ia bisa menceritakannya dengan rinci.

Kami memakai pohon hijau, biasanya sekitar satu setengah meter yang dihiasi dengan lampu-lampu berwarna, bola-bola berkilat berwarna cerah (yang sangat mudah pecah) dan tinsel atau benang perak (yang kami pasang `asal-asalan`).

Sumber
Halaman: 
96 - 98
Judul Artikel: 
52 Cara Sederhana Membuat Natal Menjadi Istimewa
Penerbit: 
Interaksa, Batam, 1999

Komentar


Syndicate content