Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Fokus C3I Maret 2009 - Renungan Paskah

Fokus C3I Maret 2009 - Renungan Paskah

Allah mana seperti Allah kita. Kasih-Nya yang sedemikian besar bagi kita tak bisa dibandingkan dengan apa pun. Kasih yang Ia tawarkan membebaskan kita dari dosa. Peristiwa penyaliban, kematian, dan kebangkitan Kristus adalah titik puncak di mana Allah dengan kuasa-Nya menunjukkan kasih-Nya yang begitu besar bagi manusia.

Kini, ketika kita kembali mengenang dan memperingati peristiwa itu, mari kita lebih mendekatkan diri kepada-Nya dan merenungkan kasih-Nya itu. Sudahkah kita mengerti mengapa Ia rela melakukan semuanya itu? Sudahkan kita berusaha membalas kasih-Nya itu? Dan sudahkah kita mengasihi Dia dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi kita? Renungan-renungan ini kiranya bisa menolong kita menghayati masa Paskah ini.

Selamat Paskah!

Allah mana seperti Allah kita. Kasih-Nya yang sedemikian besar bagi kita tak bisa dibandingkan dengan apa pun. Kasih yang Ia tawarkan membebaskan kita dari dosa. Peristiwa penyaliban, kematian, dan kebangkitan Kristus adalah titik puncak di mana Allah dengan kuasa-Nya menunjukkan kasih-Nya yang begitu besar bagi manusia.

Kini, ketika kita kembali mengenang dan memperingati peristiwa itu, mari kita lebih mendekatkan diri kepada-Nya dan merenungkan kasih-Nya itu. Sudahkah kita mengerti mengapa Ia rela melakukan semuanya itu? Sudahkan kita berusaha membalas kasih-Nya itu? Dan sudahkah kita mengasihi Dia dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi kita? Renungan-renungan ini kiranya bisa menolong kita menghayati masa Paskah ini.

Selamat Paskah!

Ketakutan dan Kesukaan Besar

Baca: Matius 28:1-10

"Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus." (Matius 28:8)

Maria dan beberapa wanita yang pergi bersamanya mengunjungi tempat pemakaman Yesus, tidaklah mengharapkan sambutan yang mereka terima di kubur. Mereka datang pada waktu dini hari untuk membalurkan rempah-rempah pada tubuh Teman mereka--tanpa mengetahui bagaimana caranya untuk masuk ke dalam kubur, mereka tercengang karena melihat batu besar telah tergeser dari lubangnya. Bahkan yang lebih menakjubkan, mereka melihat seorang malaikat sedang duduk di atasnya. ... baca selengkapnya »

Saat-Saat Terakhir

Baca: Yohanes 19:16-18

Kata Yesus kepadanya, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus." (Lukas 23:43) ... baca selengkapnya »

Sumber
Judul Artikel: 
Saat-Saat Terakhir

Tuhan Mati di Kayu Salib Untuk Orang Berdosa

Saat merayakan Paskah, kita mengingat bagaimana penderitaan Tuhan di kayu salib untuk umat manusia yang berdosa. Bagi banyak orang, penyaliban dan kebangkitan Kristus adalah sesuatu yang begitu sering didengar di gereja sehingga sudah menjadi hal yang biasa. Padahal ini merupakan peristiwa luar biasa yang menjadi pusat pemberitaan Kabar Baik dalam misi. Mari kita renungkan lagi apa yang terjadi di Bukit Golgota. ... baca selengkapnya »

Nilai Sebuah Paskah

Kisah kebangkitan dalam Injil Yohanes ini mencakup dua tema, yakni iman dan cinta. Agar bisa memercayai peristiwa kebangkitan, kita membutuhkan iman karena kebangkitan adalah suatu misteri. Dalam kamus Webster, "misteri" diartikan sebagai suatu teka-teki yang sulit dijelaskan, sesuatu yang mendatangkan rasa heran, yang membuat seseorang berdiri terpaku di hadapannya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Dalam peristiwa kebangkitan, kita juga mengalami semua yang dilukiskan untuk sebuah misteri dalam kamus Webster.

Mengapa Harus Salib?

Pada minggu sengsara menjelang Paskah, kita memperingati dan sekaligus diperingatkan bahwa Allahlah yang telah memilih jalan penderitaan yaitu jalan salib, untuk menyelamatkan dunia umat manusia termasuk Anda dan saya. Ini bukan karena Dia harus begitu, tetapi karena Dia ingin begitu. ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
54 -- 58
Judul Buku: 
Mengapa Harus Salib?
Pengarang: 
Eka Darmaputera
Penerbit: 
Gloria Graffa
Kota: 
Yogyakarta
Tahun: 
2004

Komentar


Syndicate content