Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Fokus C3I Mei 2009 - Hal-Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Konselor

Fokus C3I Mei 2009 - Hal-Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Konselor

Konselor memiliki tugas menolong mengatasi masalah yang dihadapi oleh konseli. Oleh sebab itu, seorang konselor harus memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk menangani setiap kasus dan konseli. Namun, bagi konselor Kristen, pengetahuan dan keterampilan itu harus dilengkapi pula dengan pengenalannya pada Tuhan. Dasar dari setiap tindakan yang diambil pun harus selalu berpegang pada firman Tuhan.

Pengetahuan, keterampilan, dan pengenalan akan Tuhan merupakan tiga hal penting bagi konselor Kristen. Dalam Fokus C3I kali ini, Sahabat C3I bisa menyimak penjabaran dari ketiga hal tersebut melalui artikel dan tips berikut ini. Selamat belajar, kiranya menjadi berkat.

Konselor memiliki tugas menolong mengatasi masalah yang dihadapi oleh konseli. Oleh sebab itu, seorang konselor harus memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk menangani setiap kasus dan konseli. Namun, bagi konselor Kristen, pengetahuan dan keterampilan itu harus dilengkapi pula dengan pengenalannya pada Tuhan. Dasar dari setiap tindakan yang diambil pun harus selalu berpegang pada firman Tuhan.

Pengetahuan, keterampilan, dan pengenalan akan Tuhan merupakan tiga hal penting bagi konselor Kristen. Dalam Fokus C3I kali ini, Sahabat C3I bisa menyimak penjabaran dari ketiga hal tersebut melalui artikel dan tips berikut ini. Selamat belajar, kiranya menjadi berkat.

Yang Perlu Diperhatikan Oleh Konselor

Seorang konselor dalam pelayanannya hendaknya memerhatikan hal-hal berikut ini.

  1. Tujuan bimbingan adalah pertumbuhan rohani dan penyelesaian masalah (Kol. 1:28).
  2. Belajar dan bertumbuh secara aktif dalam hidup Anda sendiri bersama Allah.
  3. Bekerja sama dengan proses Allah yang kreatif dalam mengubah orang yang dibimbing melalui pembaruan akal budi (Rm. 12:1-2).
  4. Mendengarkan untuk mengomunikasikan kasih dan perhatian, serta memahami orang itu dan sifat masalahnya.
  5. Pengajaran yang meliputi koreksi, didikan, dan juga mengomunikasikan cara-cara Allah (2Tim. 3:16-4:4).
  6. Mengasihi dan menerima orang itu sebagai orang yang berharga bagi Allah (Yoh. 15:12).
  7. Membangun, yang meliputi menumbuhkan orang itu dalam Tuhan, menguatkan iman dan kepercayaannya kepada Allah, dan memperluas konsepnya tentang Tuhan (Ef. 4:12, 16, 29).
  8. Sumber
    Halaman: 
    254--256
    Judul Artikel: 
    Bimbingan Berdasarkan Firman Allah
    Penerbit: 
    Yayasan Kalam Hidup, Bandung 1996

Pertanyaan-Pertanyaan Tentang Konseling Alkitabiah Yang Acapkali Diajukan

Apa beda antara konseling alkitabiah dan psikologi Kristiani atau konseling Kristiani?

Bila dilihat sepintas lalu, seorang konselor yang alkitabiah dan seorang ahli psikoterapi Kristen sama-sama terlihat sebagai seorang Kristen yang melakukan banyak hal yang sama. Keduanya mengubah orang; keduanya peduli akan orang lain; keduanya berusaha mengenal orang; keduanya tertarik pada motivasi, pemikiran, emosi, dan perilaku; keduanya mempelajari berbagai tekanan yang dialami seseorang; keduanya memberikan umpan balik; keduanya berbicara tentang Yesus atau suatu bacaan Alkitab. ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
438--457
Judul Artikel: 
Pengantar Konseling Alkitabiah
Penerbit: 
Gandum Mas, Malang 2002

Menumbuhkan Pengharapan dalam Diri Konseli

MENUMBUHKAN PENGHARAPAN DALAM DIRI KONSELI

Membedakan Pengharapan yang Sejati dengan yang Semu

Menumbuhkan pengharapan kepada konseli merupakan hal yang penting untuk dilakukan konselor. Namun pada kenyataannya, seringkali pengharapan yang diberikan oleh konselor adalah pengharapan semu yang dasarnya tidak alkitabiah (Amsal 10:28; Amsal 1:7). Untuk itu, amatlah penting bagi konselor untuk bisa membedakan pengharapan yang semu dan pengharapan sejati.

Ciri-Ciri Pengharapan Semu
Sumber
Halaman: 
215 - 232
Judul Artikel: 
Pengantar Konseling Alkitabiah
Penerbit: 
Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang 2002

Tahap Pembentukan Relasi

TAHAP PEMBENTUKAN RELASI

Tahap awal konseling biasanya menjadi tahap paling sulit, baik bagi konselor maupun klien. Barangkali ini mengejutkan bagi sebagian orang. Tetapi demikianlah kenyataannya. Ketika itu, untuk pertama kalinya mereka saling bertemu dalam relasi yang dalam arti tertentu bisa dikatakan formal tetapi juga tidak formal; hangat, tapi juga jauh; dan bagi sejumlah orang, bersifat sementara dan tidak alamiah. Mereka harus mengusahakan suatu relasi yang dapat disepakati dan menciptakan suasana kondusif bagi mereka untuk menangani masalah-masalah. Kadang-kadang ini tidak mudah dan konseling mungkin saja gagal jika klien tidak dilibatkan secara tepat dalam kerja sama dengan konselor. ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
139 - 148
Judul Artikel: 
Konseling: Suatu Pendekatan Pemecahan Masalah
Penerbit: 
BPK Gunung Mulia, Jakarta 2004

Membangun Hubungan dalam Konseling

Membangun hubungan antara konselor dan konseli tidak terlepas dari bagaimana konselor membuka percakapan terhadap konseli. Sebelum kita membicarakan lebih lanjut makna komunikasi atau hubungan dalam konseling, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membangun suasana hubungan tersebut, antara lain sebagai berikut.

  1. Menyambut konseli
  2. Kita menyambut konseli sebagai tanda kita senang menerima kedatangannya, misalnya "Mari, Pak/Ibu/Adik/Kakak/Nak, ... silakan duduk!", dan lainnya (bandingkan 1Raja-raja 19:5). Dan kemudian memberikan minum atau roti jika ada. ... baca selengkapnya »

    Sumber
    Halaman: 
    97 - 99
    Judul Artikel: 
    Gembala dan Konseling Pastoral
    Penerbit: 
    Yayasan Andi, Yogyakarta, 2002

Pengajaran Konseling Seharusnya Benar-Benar Alkitabiah

Pengajaran yang diberikan dalam konseling seharusnya tidak hanya berdasarkan Alkitab dan akurat menurut Alkitab, melainkan juga cocok untuk masing-masing konseli baik dalam soal materi maupun metodenya.

Isi Pengajaran Haruslah Tepat

Saya pernah menyaksikan beberapa konselor mempersiapkan terlebih dahulu apa yang akan mereka katakan kepada konseli, kemudian mereka pun menyampaikan pengajaran tadi tanpa memastikan apakah hal tersebut relevan dengan kebutuhan orang itu atau tidak. Hal ini hanya akan membuang-buang waktu saja; sebab kendatipun nasihat tersebut mungkin berdasarkan Alkitab dan akurat, namun tidak bermanfaat bagi proses perubahan dalam kasus tersebut. Untuk menghindari kesalahan semacam ini, kita harus menyadari aspek-aspek penting yang terdapat dalam situasi setiap konseli dan menggunakan informasi tersebut untuk membuat pengajaran yang sesuai. ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
319 - 322
Judul Artikel: 
Pengantar Konseling Alkitabiah
Penerbit: 
Yayasan Penerbit Gandum Mas, Malang, 2002

Penggunaan Alkitab Dalam Bimbingan

Alkitab memberi kebijaksanaan kepada manusia untuk memperoleh keselamatan melalui iman dalam Yesus Kristus.

Firman Tuhan: "bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran" (2Timotius 3:16; Ibrani 4:12). Masalah utama dalam pemakaian Alkitab untuk "Pastoral Counseling" adalah metode manakah yang akan digunakan agar pengajaran Alkitab tidak disamakan dengan pengharapan masyarakat yang berlainan. Firman Allah harus digunakan dengan wibawa Alkitab sendiri dan dengan pengharapan oleh Roh Kudus, tidak dengan bimbang seolah-olah menggunakan Alkitab sebagai khotbah pembimbing yang usang. ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
71 - 73
Judul Artikel: 
Seri Diktat: Pembimbingan Penggembalaan
Penerbit: 
Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang, 1992

Kejenuhan dalam Pelayanan Konseling Kristen

KEJENUHAN DALAM PELAYANAN KONSELING KRISTEN

Alkitab mengingatkan kita untuk, "tidak jemu-jemu berbuat baik", dan menjanjikan bahwa, "pada masanya kita akan menuai hasilnya jikalau kita tidak menjadi lemah" (Galatia 6:9). Tentu saja Paulus sangat memahami apa arti menjadi jenuh dalam pelayanan menolong sesama. Konselor yang berpengalaman sekali pun dapat menjadi jenuh dan kehilangan gairah bila menangani banyak orang yang bermasalah. Seperti api yang menyala dengan segala daya tariknya untuk sementara waktu dan kemudian padam dan cuma meninggalkan abu dengan sisa-sisa kehangatannya saja. ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
189 - 192
Judul Artikel: 
Konseling Kristen yang Efektif
Penerbit: 
Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang, 1998

Komentar


Syndicate content