Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Fokus C3I Mei 2015 -- Anak Adopsi

Fokus C3I Mei 2015 -- Anak Adopsi

Ketika pasangan suami istri tidak kunjung memiliki keturunan karena adanya gangguan/masalah reproduksi, mengadopsi anak mungkin dapat menjadi salah satu pilihan untuk menjawab kerinduan yang ada. Namun, ada berbagai masalah dan tantangan yang perlu diketahui oleh pasangan ataupun keluarga sehubungan dengan masalah mengadopsi anak. Apa saja itu? Anda dapat membacanya melalui beberapa artikel yang kami rangkum dalam Fokus C3I Mei.

Ketika pasangan suami istri tidak kunjung memiliki keturunan karena adanya gangguan/masalah reproduksi, mengadopsi anak mungkin dapat menjadi salah satu pilihan untuk menjawab kerinduan yang ada. Namun, ada berbagai masalah dan tantangan yang perlu diketahui oleh pasangan ataupun keluarga sehubungan dengan masalah mengadopsi anak. Apa saja itu? Anda dapat membacanya melalui beberapa artikel yang kami rangkum dalam Fokus C3I Mei.

Telaga Menjawab

Edisi C3I: e-Konsel 320 - Mengadopsi Anak

Konseli:

Saya memiliki 4 orang anak: sebut saja A (10 tahun), B (6 tahun), C (5 tahun) dan D (3 tahun). A dan B adalah anak angkat saya.

Cerita awalnya seperti ini: suami saya memunyai seorang adik angkat perempuan (mereka empat bersaudara laki-laki semua, sehingga orang tuanya mengangkat seorang anak perempuan). Adik perempuan ini hidup bebas sampai mengandung di luar nikah. Pada mulanya, ia ingin menggugurkan kandungannya, tetapi selalu gagal. Sampai akhirnya lahirlah seorang anak laki-laki yang diberi nama A. Ibunya tidak mau memeliharanya, sehingga menjadi tanggung jawab suami saya karena dia anak pertama. ... baca selengkapnya »

Apakah Anak-Anak Adopsi Memiliki Lebih Banyak Masalah?

Edisi C3I: e-Konsel 187 - Anak Adopsi

Masalah-masalah penyesuaian dan perkembangan pada anak adopsi sedikit lebih banyak daripada anak kandung. Beberapa penulis menyatakan bahwa anak kandung nampaknya lebih sedikit mengalami masalah kejiwaan dan sosial daripada anak adopsi karena masalah-masalah identitas di kemudian hari. Bisa juga, anak adopsi mengalami masalah "bawaan" yang mungkin disebabkan oleh kehamilan remaja yang membuat stres dan disertai dengan kurangnya nutrisi serta perawatan medis. Kehamilan seperti itu berujung pada bobot

Masalah-masalah penyesuaian dan perkembangan pada anak adopsi sedikit lebih banyak daripada anak kandung. Beberapa penulis menyatakan bahwa anak kandung nampaknya lebih sedikit mengalami masalah kejiwaan dan sosial daripada anak adopsi karena masalah-masalah identitas di kemudian hari. Bisa juga, anak adopsi mengalami masalah "bawaan" yang mungkin disebabkan oleh kehamilan remaja yang membuat stres dan disertai dengan kurangnya nutrisi serta perawatan medis. Kehamilan seperti itu berujung pada bobot bayi yang lebih ringan dan komplikasi-komplikasinya. ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
791 -- 792
Judul Artikel: 
Do Adopted Children Have More Problems?
Pengarang: 
Marilyn Heins, M.D. dan Anne M. Seiden, M.D.
Penerbit: 
Doubleday & Company, Inc.
Kota: 
New York
Tahun: 
1987

Jika Tidak Mempunyai Anak

Edisi C3I: e-Konsel 115 - Makna Kehadiran Anak

Salah satu alasan yang paling sering disebut oleh banyak orang mengenai mengapa seseorang harus (atau sebaiknya) menikah adalah untuk meneruskan keturunan mereka. Merupakan satu kebanggaan tersendiri bagi seorang suami bila ia dapat memiliki seorang anak. Demikian pula dengan seorang isteri jika dia dapat memberikan seorang anak kepada suaminya. Tetapi, jika hal itu masih belum juga terwujud di dalam pernikahan, bagaimana sikap para suami isteri dalam menghadapi realita itu?

Siang itu, saya sedang berbincang dengan seorang hamba Tuhan.

Sumber

Makna Kehadiran Anak

Dialog: Hermanto dan Solaiman

T: Sebenarnya apa makna kehadiran anak dalam perkawinan?

J: Dalam sebuah rumah tangga, sejak awal sejarah manusia sampai sekarang, kehadiran anak adalah berkat istimewa. Kehadiran anak-anak dalam keluarga merupakan sarana pelengkap kepribadian ayah dan ibu (suami-istri) dalam unit keluarga mereka. Jadi, tidak perlu heran kalau rumah tangga yang tidak (belum) mempunyai anak terasa agak sepi.

T: Kalau zaman Adam dan Hawa dulu memang relevan karena manusia lain saat itu belum ada, yang ada di sekeliling mereka adalah berbagai jenis hewan. Akan tetapi zaman kita ini rasanya suami istri yang tidak mempunyai anak pun tidak dapat dikatakan kesepian.

Sumber
Halaman: 
12 - 19
Judul Artikel: 
Kalam Hidup, Edisi Nopember 2003
Penerbit: 
Kalam Hidup, Bandung

Komentar


Syndicate content