Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I
Loading

Fokus C3I Oktober 2007 - Memilih Pekerjaan yang Cocok

Fokus C3I Oktober 2007 - Memilih Pekerjaan yang Cocok

Pekerjaan yang dimiliki seseorang rupanya kini tidak hanya menjadi sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup saja. Bagi orang-orang zaman sekarang, pekerjaan juga menentukan prestise mereka. Semakin tinggi jabatan seseorang, semakin tinggi pula gengsi dan kehormatan yang mereka peroleh. Tidak heran bila saat ini persaingan, baik yang sehat maupun yang tidak sehat, dalam dunia kerja semakin ketat.

Selain persaingan, tak jarang tuntutan-tuntutan dalam dunia kerja membuat kita tertekan dan bahkan membuat kita harus mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran yang seharusnya kita curahkan untuk keluarga. Oleh sebab itulah, sebelum memutuskan untuk menekuni suatu pekerjaan, kita harus pandai-pandai menilai pekerjaan itu.

Kita patut bersyukur karena memiliki firman Tuhan yang akan menjadi pegangan kita dalam dunia kerja, termasuk dalam memilih pekerjaan. Seperti yang tersaji dalam artikel-artikel sajian kami kali ini. Kami harap bisa menolong Sahabat C3I dalam memilah dan memilih pekerjaan. Selamat membaca!

Pekerjaan yang dimiliki seseorang rupanya kini tidak hanya menjadi sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup saja. Bagi orang-orang zaman sekarang, pekerjaan juga menentukan prestise mereka. Semakin tinggi jabatan seseorang, semakin tinggi pula gengsi dan kehormatan yang mereka peroleh. Tidak heran bila saat ini persaingan, baik yang sehat maupun yang tidak sehat, dalam dunia kerja semakin ketat.

Selain persaingan, tak jarang tuntutan-tuntutan dalam dunia kerja membuat kita tertekan dan bahkan membuat kita harus mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran yang seharusnya kita curahkan untuk keluarga. Oleh sebab itulah, sebelum memutuskan untuk menekuni suatu pekerjaan, kita harus pandai-pandai menilai pekerjaan itu.

Kita patut bersyukur karena memiliki firman Tuhan yang akan menjadi pegangan kita dalam dunia kerja, termasuk dalam memilih pekerjaan. Seperti yang tersaji dalam artikel-artikel sajian kami kali ini. Kami harap bisa menolong Sahabat C3I dalam memilah dan memilih pekerjaan. Selamat membaca!

Anak Tuhan dan Kariernya

ANAK TUHAN DAN KARIERNYA

Seorang hamba Tuhan pernah berkata, "It is easier for God to create the whole universe than to help a Christian grows." Rupanya benar bahwa memang lebih mudah bagi Allah untuk menciptakan seluruh jagat raya ini daripada menolong seorang anak Tuhan bertumbuh secara rohani dan mengerjakan apa yang Allah kehendaki. Salah satu penyebabnya adalah kekacauan peran yang entah mengapa dan bagaimana proses terjadinya, telah menyebabkan banyak anak Tuhan mengerjakan

Sumber
Halaman: 
1 -- 3
Judul Artikel: 
PARAKALEO No. 3, Edisi Juli - September 2003
Penerbit: 
Departemen Konseling STTRII Jakarta

Pekerjaan Yang Cocok

Edisi C3I: e-Konsel 131 - Kecanduan Kerja

PEKERJAAN YANG COCOK

Ada orang yang dengan mudah mengetahui jenis pekerjaan yang

Sumber
Halaman: 
--
Judul Artikel: 
TELAGA - Kaset T204A
Penerbit: 
--

Mengatasi Kejenuhan Dalam Pekerjaan

Edisi C3I: e-Konsel 101 - Keseimbangan dalam Bekerja

Salah satu kegiatan sehari-hari yang menyita banyak waktu adalah bekerja. Maka tidak mengherankan pula jika tiba-tiba Anda mengalami rasa jenuh terhadap pekerjaan Anda. Dalam ringkasan perbincangan bersama Pdt. Paul Gunadi, Ph.D. berikut ini, silakan simak mengapa kejenuhan dalam bekerja ini bisa terjadi dan bagaimana mengatasinya.

T: Bagaimanakah gambaran orang yang jenuh terhadap pekerjaannya?

J: Ada beberapa yang bisa kita perhatikan,

PERTAMA, orang yang jenuh itu tidak lagi bersemangat dan di tempat kerjanya pun dia menjadi sangat lamban, tidak lagi efektif.

KEDUA, bisa juga ini mempengaruhi perasaannya.

Sumber
Judul Artikel: 
TELAGA - Kaset T176B

Sekonyong-konyong

Tokoh Yusuf dalam Alkitab adalah seorang pemuda yang luar biasa. Bayangkan, dalam sekejap ia berubah status: dari seorang anak kecil yang dimanja ayahnya, sekonyong-konyong ia menjadi seorang budak yang dijual saudaranya. Dari seorang anak yang mempunyai segalanya, ia meluncur turun menjadi seorang budak yang kehilangan segalanya. Namun ia tidak selalu berada di dasar kehidupan, perlahan namun pasti ia merangkak naik menjadi kepala rumah tangga di rumah majikannya. Tetapi sekali lagi, ia harus mengalami bantingan yang menghempaskannya ke lantai dasar kehidupan: ia difitnah istri majikannya karena ia menolak berzinah dengan istri yang tidak setia itu. Terlemparlah Yusuf ke penjara dan di sanalah ia mendekam seraya menantikan hari pelepasannya. Hari itu pun tiba tatkala Raja Firaun bermimpi dan ia dipanggil untuk menerjermahkan makna mimpi itu. Dari seorang budak sekaligus tahanan, sekonyong-konyong ia melesat ke atas menjadi seorang perdana menteri -- orang kedua setelah Firaun! ... baca selengkapnya »

Sumber
Halaman: 
2 - 4
Judul Artikel: 
Parakaleo, Edisi Juli-September, Vol.X, No.3
Penerbit: 
STTRII

Komentar


Syndicate content